Kebakaran Way Kambas Belum Usai, Titik Api Kembali Muncul

Kondisi para gajah di Way Kambas dampak kebakaran hutan.

Diterbitkan 23 Agustus 2026, 13:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan kembali muncul di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Pengelola TNWK mengonfirmasi adanya titik kebakaran baru di wilayah Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah.

Tim gabungan kini dikerahkan untuk menjangkau lokasi dan memadamkan api agar kebakaran tidak meluas. Hingga Minggu (23/8/2026), belum diketahui luas lahan yang terdampak kebakaran baru tersebut.

Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari personel balai, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat masih melakukan penanganan di lokasi.

"Sekarang ini kita bergeser ke lokasi kebakaran baru di Braja Luhur," kata Zaidi, Minggu (23/8/2026).

Sementara itu, kebakaran yang sebelumnya terjadi di wilayah Resort Kuala Penet telah berhasil dipadamkan. Api di kawasan rawa gambut tersebut sebelumnya membakar lahan seluas sekitar 673,4 hektare.

Menurut Zaidi, proses pemadaman di Kuala Penet melibatkan sekitar 250 personel gabungan. Api berhasil dikendalikan pada Sabtu (22/8/2026) malam.

"Untuk wilayah Kuala Penet sudah berhasil dipadamkan tadi malam oleh tim gabungan sebanyak 250 personel," ujarnya.

 

 

Nasib Habitat Gajah Liar

Zaidi memastikan kebakaran yang terjadi saat ini tidak berdampak terhadap habitat gajah liar di TNWK. Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari wilayah yang menjadi habitat kawanan gajah.

"Tidak ada gajah liar yang terdampak karena memang lokasinya jauh. Kawanan gajah liar itu ada di wilayah utara Way Kambas, sementara kebakaran terjadi di wilayah selatan," jelasnya.

Selain memastikan kondisi gajah, pihak TNWK juga belum menerima laporan mengenai satwa liar yang mati akibat kebakaran.

Hingga kini, belum ditemukan bangkai satwa seperti ular, trenggiling, rusa, maupun satwa liar lainnya di lokasi terdampak kebakaran.

Kebakaran di kawasan TNWK menjadi perhatian karena wilayah konservasi tersebut merupakan salah satu habitat penting berbagai satwa liar. Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Sebagai informasi, kebakaran di kawasan hutan TNWK juga pernah terjadi pada Januari 2026. Saat itu, total lahan yang terbakar tercatat lebih dari 2.600 hektare.