Kebakaran Hanguskan 20 Hektare Lahan di Trans Berelang Batam

Kebakaran di kawasan Barelang menjadi salah satu karhutla terbesar yang ditangani petugas di Batam sepanjang Agustus 2026.

Diterbitkan 23 Agustus 2026, 12:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengancam Kota Batam. Kali ini, api membakar sekitar 20 hektare lahan kering di kawasan Tembesi, Kecamatan Sagulung, hingga mendekati Harris Resort, Sabtu (22/8/2026).

Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari akses Jembatan I Barelang. Besarnya area yang terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Api yang mulai berkobar sekitar pukul 13.00 WIB baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 22.30 WIB.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batam, Muhammad Farhan, mengatakan kebakaran tersebut menjadi salah satu karhutla terbesar yang ditangani petugas sepanjang Agustus 2026.

“Sepanjang Agustus 2026, BPBD Kota Batam mencatat sedikitnya sudah ada tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan yang ditangani petugas,” kata Farhan kepada Liputan6.com, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, kebakaran di Tembesi cukup luas sehingga membutuhkan pengerahan kekuatan gabungan dari berbagai instansi. Selain PBK Pemko Batam dan PBK BP Batam, penanganan melibatkan TNI AD, Polri, Manggala Agni, serta tim pengamanan kawasan sekitar.

Sebanyak delapan armada dikerahkan untuk menjinakkan api. Armada tersebut terdiri atas satu unit PBK Pos Tembesi, satu unit PBK Duriangkang, satu unit PBK TNI AD, dua unit water tank TNI AD, serta tiga unit water cannon milik kepolisian.

Puluhan personel juga diterjunkan ke lokasi. Mereka terdiri dari enam personel Damkar Pos Tembesi, empat personel PBK BP Batam, 20 personel TNI AD, 15 personel kepolisian, satu personel Redkar Sagulung, serta dukungan 30 personel Security ABH dan 15 personel Security Harris Resort.

Farhan menyebut, selain Tembesi, titik panas dan kejadian serupa juga terdeteksi di wilayah lain, salah satunya kawasan Kelurahan Belian. Hingga api berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran di Tembesi masih belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber titik api.

 

Imbauan BPBD

BPBD Batam pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi lahan yang kering. Farhan mengatakan kelalaian kecil, seperti membuang puntung rokok yang masih menyala, dapat memicu kebakaran dengan cepat.

“Satu titik api dari puntung rokok yang dibuang sembarangan dalam kondisi menyala dapat dengan cepat merembet di lahan kering dan berakibat fatal,” tegasnya.

BPBD Batam memastikan pemantauan terhadap wilayah rawan karhutla terus ditingkatkan hingga akhir Agustus, menyusul meningkatnya potensi kebakaran selama musim kering.

Sementara itu Kota Batam diperkirakan cuaca relatif cerah pada Minggu (23/8/2026). Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, kondisi cuaca Batam didominasi cerah berawan hingga berawan, tanpa potensi curah hujan dalam periode 24 jam.

Stasiun Meteorologi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, dalam laman menjelaskan Minggu (23/8/2026) bahwa kondisi cuaca tersebut diprakirakan berlangsung mulai Minggu pukul 07.00 WIB hingga Senin (24/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Pada pagi hari pukul 07.00 WIB, suhu udara diprakirakan sekitar 28 derajat Celsius dengan kondisi cerah berawan dan kelembapan 76 persen. Memasuki pukul 10.00 WIB, suhu meningkat menjadi 31 derajat Celsius dengan kondisi masih cerah berawan.

Suhu tertinggi diprakirakan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB yang mencapai 32 derajat Celsius, dengan kondisi berawan dan kelembapan 52 persen. Secara umum kondisi cuaca Batam hari ini didominasi cerah berawan hingga berawan.