Apakah Boleh Memakai Sunscreen di Sore Hari? Ini Penjelasannya

Apakah boleh memakai sunscreen di sore hari? Boleh, bahkan dianjurkan selama masih ada sinar matahari.

Diterbitkan 23 Agustus 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Daftar Isi

Liputan6.com, Jakarta Apakah boleh memakai sunscreen di sore hari? Kamu mungkin pernah ragu, apakah sunscreen masih perlu digunakan saat sore hari ketika matahari mulai condong ke barat. Pertanyaan ini wajar muncul karena sebagian orang mengira tabir surya hanya diperlukan saat matahari sedang terik.

Kenyataannya, paparan sinar ultraviolet tetap perlu diperhatikan selama kamu beraktivitas di luar ruangan, termasuk ketika hari mulai sore. Karena itu, kulit tetap membutuhkan perlindungan selama masih terpapar sinar matahari.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), sunscreen perlu dioleskan ulang sekitar setiap dua jam saat berada di luar ruangan, termasuk pada hari mendung, serta setelah berenang atau berkeringat. Dengan demikian, memakai sunscreen pada sore hari tetap diperbolehkan dan dapat dilakukan jika kamu masih beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari.

Apa Itu Sunscreen dan Bagaimana Cara Kerjanya

Sunscreen atau tabir surya merupakan produk perawatan kulit yang digunakan untuk membantu melindungi kulit dari paparan radiasi ultraviolet (UV). Produk ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung pada kulit yang membantu mengurangi paparan sinar UV.

Pada kemasannya, kamu biasanya akan menemukan keterangan SPF, PA, atau broad spectrum. SPF menunjukkan tingkat perlindungan terhadap sinar UVB yang menjadi penyebab utama kulit terbakar, sedangkan broad spectrum berarti sunscreen memberikan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB. Sementara itu, label PA digunakan untuk menunjukkan tingkat perlindungan terhadap UVA. Memahami dua istilah ini penting supaya kamu tidak salah paham soal fungsi sunscreen untuk kulit.

Dalam buku Sunscreen: Mengenal Manfaatnya untuk Kesehatan Kulit yang Optimal karya Ilham Aziz, disebutkan bahwa penggunaan sunscreen dapat memberikan sejumlah manfaat, di antaranya membantu mencegah penuaan dini, melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV), serta mengurangi risiko kanker kulit.

Manfaat tersebut mungkin tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi dapat dirasakan dalam jangka panjang jika sunscreen digunakan secara rutin dan tepat.

Karena sunscreen berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar UV, penggunaannya tetap relevan selama kulit masih terpapar sinar matahari. Artinya, sunscreen juga dapat digunakan pada sore hari, terutama jika masih beraktivitas di luar ruangan.

Kalau kamu ingin mendalami dulu dasar-dasarnya, ada baiknya menyimak fakta tabir surya sebagai pelindung kulit sebelum masuk ke soal jam pemakaian.

Apakah Boleh Memakai Sunscreen di Sore Hari?

Jawaban singkatnya, boleh dan tetap dianjurkan selama matahari masih bersinar serta kamu beraktivitas di area yang terpapar sinar matahari. Sore hari bukan berarti kulit terbebas dari paparan sinar ultraviolet (UV), terutama jika kamu masih sering beraktivitas di luar rumah menjelang petang.

Menjelang sore, posisi matahari memang semakin rendah sehingga sinarnya datang dari sudut yang berbeda. Namun, sinar UV tidak serta-merta hilang ketika hari mulai sore. Intensitasnya dapat menurun, tetapi kulit masih bisa terpapar selama matahari masih berada di atas cakrawala.

Artinya, beraktivitas di luar ruangan pada sore hari atau saat langit mendung tetap membuat kulit terpapar sinar UV. Karena itu, perlindungan kulit tetap perlu diperhatikan, terutama jika kamu akan berada di luar dalam waktu cukup lama.

Mengutip Newsweek, dokter kulit bersertifikat Elizabeth Hale menjelaskan bahwa penggunaan sunscreen setiap hari sebagai bagian dari rutinitas pagi merupakan salah satu cara untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Jadi, penggunaan sunscreen pada sore hari dapat menjadi langkah tambahan, terutama ketika kamu masih beraktivitas di luar ruangan.    

Menjadikannya kebiasaan memakai sunscreen setiap hari jelas lebih bijak daripada memilih-milih jam. Lalu, bagaimana dengan malam hari? Umumnya tidak diperlukan karena tidak ada sinar matahari, dan kamu bisa membaca pembahasan soal memakai sunscreen di malam hari untuk memahami batasnya.

Kenapa Sinar UV Sore Hari Masih Perlu Diwaspadai

Banyak orang menyepelekan sore hari karena matahari terasa lebih ramah. Padahal ada beberapa alasan mengapa perlindungan tetap dibutuhkan sampai matahari benar-benar terbenam.

Sudut Sinar Berubah, Radiasi UV Tetap Ada

Menjelang sore, posisi matahari semakin rendah sehingga sinarnya datang dari sudut yang lebih miring dan intensitas UV umumnya menurun dibandingkan sekitar tengah hari. Namun, penurunan intensitas tersebut bukan berarti radiasi UV langsung hilang.

Rasa panas yang berkurang juga tidak dapat dijadikan patokan bahwa kulit sudah terbebas dari paparan UV. Tingkat paparan dapat berbeda berdasarkan waktu, lokasi, kondisi atmosfer, dan nilai UV Index. EPA menyebut intensitas UV umumnya paling tinggi pada pukul 10.00–16.00, tetapi perlindungan tetap diperlukan ketika berada di luar ruangan.

Pantulan dari Air, Pasir, dan Permukaan Lain

Paparan UV tidak hanya berasal langsung dari matahari. Beberapa permukaan di sekitar kita dapat memantulkan atau menyebarkan radiasi UV sehingga meningkatkan paparan kulit. Salju, air, dan pasir termasuk permukaan yang dapat meningkatkan paparan tersebut. EPA mencatat salju dapat memantulkan hingga sekitar 80 persen radiasi UV, sedangkan pasir dan air juga dapat memantulkannya dalam jumlah tertentu.

Itu sebabnya perlindungan penting saat kegiatan seperti berenang, dan ada baiknya tahu cara agar tidak belang saat berenang.

UVA dan Paparan di Dekat Jendela

Sinar UVA juga perlu diperhatikan karena dapat mencapai kulit meski kondisi di luar tidak terasa terlalu panas. Sebagian UVA dapat menembus kaca, sehingga paparan bisa terjadi ketika seseorang duduk dekat jendela atau berada di dalam kendaraan. Namun, tingkat paparan sangat bergantung pada jenis kaca dan kondisi lingkungan.

Hal ini menjadi salah satu alasan perlindungan terhadap sinar matahari tetap penting dalam aktivitas sehari-hari. Jika kamu menghabiskan banyak waktu di dekat jendela atau berkendara, penggunaan sunscreen pada area kulit yang terpapar dapat menjadi bagian dari perlindungan kulit. Inilah kenapa memakai sunscreen di dalam ruangan tetap disarankan.

American Skin Association menyarankan untuk mengurangi paparan sinar matahari ketika intensitasnya paling kuat, yaitu sekitar pukul 10.00–16.00, serta menggunakan sunscreen pada kulit yang terpapar. Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa orang dengan kulit sangat gelap tetap dapat mengalami sunburn dan berisiko terkena kanker kulit.

Dengan memahami fungsi sunscreen untuk wajah dan kulit secara keseluruhan, kamu dapat lebih bijak menentukan perlindungan sesuai aktivitas. Sore hari memang umumnya memiliki paparan UV yang lebih rendah dibandingkan tengah hari, tetapi bukan berarti kulit sepenuhnya terbebas dari radiasi UV.

Waktu Tepat Memakai Sunscreen dan Kapan Boleh Berhenti

Supaya perlindungan kulit tetap optimal, penting mengetahui kapan sunscreen perlu digunakan dan diaplikasikan ulang. Mengutip Harvard Health Publishing, kebiasaan melindungi kulit dari paparan sinar matahari perlu diterapkan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

1. Pagi sebelum keluar rumah

Gunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih tinggi sekitar 15 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan. Waktu tersebut memberi kesempatan bagi sunscreen untuk membentuk perlindungan sebelum kulit terkena paparan matahari.

2. Pukul 10.00–16.00

Pada rentang waktu ini, paparan UV umumnya lebih kuat. Jika beraktivitas di luar ruangan, gunakan perlindungan tambahan seperti pakaian tertutup, topi, atau berteduh, selain tetap menggunakan sunscreen pada kulit yang terpapar.

3. Aplikasikan ulang setiap dua jam

Sunscreen perlu dioleskan kembali sekitar setiap dua jam ketika berada di luar ruangan. Pengaplikasian ulang juga perlu dilakukan lebih cepat setelah berenang, berkeringat, atau ketika sunscreen terhapus akibat gesekan.

4. Sore hari selama masih terpapar matahari

Tidak ada aturan bahwa sunscreen harus selalu dioleskan ulang setelah pukul 17.00. Jika sore hari kamu masih beraktivitas di luar dan kulit tetap terpapar sinar matahari, lanjutkan perlindungan dan lakukan reapply sesuai kebutuhan, terutama jika sudah sekitar dua jam sejak pemakaian terakhir.

5. Setelah matahari terbenam

Ketika matahari sudah terbenam dan kamu tidak lagi terpapar sinar matahari, sunscreen tidak perlu terus diaplikasikan. Namun, jika masih berada di luar sebelum matahari benar-benar terbenam, perlindungan tetap perlu diperhatikan.

6. Gunakan aturan bayangan sebagai panduan

Salah satu cara sederhana untuk memperkirakan kuatnya paparan matahari adalah memperhatikan panjang bayangan. Jika bayangan tubuh terlihat lebih pendek daripada tinggi badan, matahari berada cukup tinggi dan paparan UV biasanya lebih kuat. Meski demikian, UV Index tetap menjadi acuan yang lebih tepat untuk menentukan tingkat risiko paparan UV.

Kalau kamu masih bingung soal jeda oles ulang, panduan tentang waktu yang tepat untuk reapply bisa jadi patokan praktis. Untuk urusan kekuatan produk, memahami perbedaan SPF 30 dan SPF 50 akan membantumu memilih yang sesuai kebutuhan.

Cara Pakai Sunscreen di Sore Hari agar Perlindungan Maksimal

Memakai sunscreen di sore hari tidak sulit selama penggunaannya dilakukan dengan tepat. Jika masih beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari, ikuti beberapa langkah berikut agar perlindungan kulit tetap optimal.

1. Pilih sunscreen broad spectrum SPF 30 atau lebih tinggi

Pilih sunscreen dengan perlindungan broad spectrum untuk membantu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. American Academy of Dermatology merekomendasikan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih tinggi. SPF 30 dapat menyaring sekitar 97 persen sinar UVB ketika digunakan sesuai petunjuk.

2. Oleskan sekitar 15 menit sebelum terpapar

Aplikasikan sunscreen sebelum keluar rumah atau sebelum kulit terkena paparan matahari. Cara ini memberikan waktu bagi sunscreen untuk membentuk lapisan perlindungan pada kulit.

3. Gunakan dalam jumlah yang cukup

Jangan mengoleskan sunscreen terlalu tipis karena jumlah yang digunakan memengaruhi tingkat perlindungannya. Untuk seluruh tubuh orang dewasa, rekomendasi umum adalah sekitar satu ounce atau kurang lebih 30 mL. Untuk wajah dan leher, kamu dapat menggunakan panduan praktis seperti dua ruas jari, selama jumlah tersebut cukup untuk melapisi area yang terpapar secara merata.

4. Ratakan hingga ke area yang sering terlupakan

Jangan hanya mengoleskan sunscreen pada wajah. Perhatikan juga leher, telinga, tengkuk, dan punggung tangan, terutama jika bagian tersebut tidak tertutup pakaian dan masih terkena sinar matahari.

5. Oleskan ulang setiap dua jam saat berada di luar

Sunscreen perlu diaplikasikan kembali sekitar setiap dua jam ketika kamu masih beraktivitas di luar ruangan. Pengaplikasian ulang juga perlu dilakukan setelah berenang, berkeringat, atau mengeringkan tubuh dengan handuk, terutama jika produk tidak bersifat water resistant.

6. Bersihkan kulit sebelum tidur

Setelah aktivitas selesai, bersihkan wajah dan kulit sesuai rutinitas perawatan malam. Membersihkan sunscreen sebelum tidur membantu mengangkat sisa produk, minyak, keringat, dan kotoran yang menempel sepanjang hari. Namun, klaim bahwa sunscreen yang dibiarkan semalaman pasti "memerangkap kotoran dan menyebabkan breakout" sebaiknya dihindari karena tidak berlaku secara mutlak untuk semua orang.

Mengacu pada Johns Hopkins Medicine, makeup yang mengandung SPF saja belum tentu memberikan perlindungan yang cukup. Pasalnya, seseorang perlu menggunakan riasan dalam jumlah lebih banyak daripada pemakaian normal untuk mendapatkan tingkat perlindungan sesuai angka SPF yang tercantum pada produk.

Sementara itu, sunscreen kimia dan mineral memiliki cara kerja yang sedikit berbeda dalam melindungi kulit dari radiasi ultraviolet (UV). Sunscreen kimia terutama menyerap sinar UV dan mengubah energinya menjadi panas dalam jumlah kecil. Sementara sunscreen mineral, seperti zinc oxide dan titanium dioxide, bekerja terutama dengan menyerap serta membantu memantulkan atau menyebarkan radiasi UV.

Untuk gambaran teknis lebih rinci, kamu bisa menyimak cara pakai sunscreen yang benar dan cara optimal pakai sunscreen.

Tips agar Sunscreen Tidak Sia-sia

  1. Simpan sunscreen travel-size di dalam tas agar lebih praktis saat perlu mengaplikasikannya kembali pada sore hari, terutama ketika masih beraktivitas di luar ruangan.
  2. Untuk kulit sensitif, pertimbangkan sunscreen mineral dengan bahan aktif seperti zinc oxide atau titanium dioxide. Pilih formula yang sesuai dengan kondisi kulit untuk membantu meminimalkan risiko iritasi.
  3. Jangan mencampurkan sunscreen dengan pelembap sebelum diaplikasikan. Cara tersebut dapat mengubah konsentrasi sunscreen sehingga jumlah perlindungan yang diterima kulit tidak lagi sesuai dengan SPF yang tercantum pada produk.
  4. Bersihkan wajah setelah selesai beraktivitas. Gunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit untuk mengangkat sisa sunscreen, minyak, keringat, dan kotoran yang menempel.

Merujuk U.S. Food and Drug Administration (FDA), sunscreen yang dipasarkan di Amerika Serikat termasuk dalam kategori obat bebas (over-the-counter/OTC) dan diatur berdasarkan ketentuan mengenai keamanan, efektivitas, bahan aktif, serta pelabelannya.

FDA juga menjelaskan bahwa sunscreen yang digunakan sesuai petunjuk dapat membantu mencegah sunburn dan, bersama langkah perlindungan lainnya, membantu mengurangi risiko kanker kulit serta penuaan dini akibat paparan matahari.

Standar tersebut menunjukkan bahwa sunscreen bukan sekadar pelengkap kosmetik, tetapi merupakan salah satu bagian penting dalam upaya melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.

Manfaat Rutin Memakai Sunscreen Setiap Hari

Konsisten menggunakan sunscreen, termasuk ketika masih beraktivitas di luar ruangan pada sore hari, dapat membantu menjaga kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang.

Dalam buku A-Z tentang Kosmetik karya Muliyawan dan Neti, tabir surya dijelaskan memiliki fungsi untuk membantu melindungi kulit dari radiasi ultraviolet, mencegah kulit terbakar, serta mengurangi berbagai kerusakan kulit akibat paparan UV.

1. Membantu Mencegah Penuaan Dini

Penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu mengurangi dampak paparan UV yang berkontribusi terhadap munculnya tanda-tanda penuaan kulit, seperti garis halus, kerutan, dan bintik akibat paparan matahari.

2. Membantu Menjaga Kolagen dan Elastisitas Kulit

Paparan sinar UV dapat menyebabkan kerusakan pada struktur kulit, termasuk kolagen dan elastin yang berperan dalam menjaga kekencangan serta elastisitas. Perlindungan dari sinar UV membantu mengurangi paparan yang dapat memicu kerusakan tersebut.

3. Membantu Menurunkan Risiko Kanker Kulit

Penggunaan sunscreen secara tepat dan konsisten dapat membantu mengurangi paparan radiasi UV yang berkontribusi terhadap risiko kanker kulit. Perlindungan sebaiknya tetap dilengkapi dengan langkah lain, seperti menggunakan pakaian pelindung dan menghindari paparan matahari berlebih.

4. Membantu Mencegah Hiperpigmentasi

Paparan sinar matahari dapat merangsang produksi melanin dan memicu munculnya noda atau area kulit yang lebih gelap. Penggunaan sunscreen secara rutin membantu mengurangi paparan UV sehingga dapat membantu mencegah atau memperburuk hiperpigmentasi.

5. Membantu Menjaga Kondisi Kulit

Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap kerusakan lapisan pelindung kulit. Dengan mengurangi paparan UV, sunscreen dapat menjadi salah satu bagian dari rutinitas untuk membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat.

Manfaat ini berlaku untuk siapa saja, termasuk para pria yang kerap ragu, dan kamu bisa melihat daftar manfaat sunscreen bagi pria maupun ulasan manfaat sunscreen untuk kulit secara lengkap.

Bagi yang sudah masuk usia matang, sunscreen bahkan jadi fondasi skincare usia 50 tahun ke atas, sementara bagi yang terlanjur kulitnya menggelap, proteksi ini mencegahnya makin parah setelah kulit terbakar matahari.

Jadi, apakah boleh memakai sunscreen di sore hari? Jawabannya boleh, bahkan sangat dianjurkan selama matahari masih terlihat dan kamu berada di luar ruangan. Cukup oleskan ulang saat indeks UV masih tinggi, dan berhenti ketika matahari sudah benar-benar terbenam.

Perlakukan sunscreen sebagai kebiasaan kecil dengan manfaat jangka panjang, sebab kulit yang terlindungi hari ini adalah investasi untuk kulit sehatmu di masa depan.

Pertanyaan Seputar Apakah Boleh Memakai Sunscreen di Sore Hari

Apakah boleh memakai sunscreen di sore hari?

Boleh. Sunscreen tetap dapat digunakan pada sore hari jika kamu masih beraktivitas di luar ruangan dan kulit terpapar sinar matahari. Meskipun intensitas UV umumnya lebih rendah dibandingkan tengah hari, paparan tetap bisa terjadi selama matahari belum terbenam.

Apakah sunscreen perlu dioleskan ulang pada sore hari?

Perlu jika kamu masih berada di luar ruangan. American Academy of Dermatology menyarankan pengaplikasian ulang sunscreen sekitar setiap dua jam saat berada di luar, serta setelah berenang atau berkeringat. American Academy of Dermatology – How to Apply Sunscreen

Apakah sunscreen masih diperlukan setelah pukul 17.00?

Tidak ditentukan hanya berdasarkan jam. Jika matahari masih berada di atas cakrawala dan kamu masih terpapar sinar matahari, sunscreen tetap dapat digunakan. Sebaliknya, setelah matahari terbenam dan tidak ada lagi paparan sinar matahari langsung, sunscreen tidak lagi diperlukan untuk perlindungan dari UV matahari.

Apakah sunscreen perlu dipakai saat sore hari meski cuaca mendung?

Ya, terutama jika kamu masih beraktivitas di luar ruangan. Awan tidak sepenuhnya menghilangkan paparan UV, sehingga perlindungan kulit tetap diperlukan ketika berada di luar.

Sunscreen SPF berapa yang cocok digunakan pada sore hari?

Untuk penggunaan sehari-hari, American Academy of Dermatology merekomendasikan sunscreen broad spectrum dengan SPF 30 atau lebih tinggi. Pilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan gunakan dalam jumlah yang cukup agar perlindungannya optimal.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6