Sepekan Jadi Menko, Bahlil Curhat Belum Punya Deputi hingga Anggaran

Sepekan dilantik jadi Menko Hilirisasi, Bahlil ngaku belum punya deputi. Seluruh anggaran operasional masih numpang di Kementerian ESDM.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 15:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mencurahkan isi hatinya lantaran belum memiliki jajaran anak buah di posisi barunya. Selain itu, alokasi anggaran operasional kementerian baru tersebut bakal ditumpang dari pos Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bahlil kini merangkap dua jabatan sekaligus, yakni sebagai Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi yang baru diembannya sejak pekan lalu. Ia menyebut Peraturan Presiden (Perpres) terkait struktur kementerian barunya masih dalam tahap perumusan.

"Saya baru dilantik hari Kamis menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri ESDM, dan strukturnya saja Perpres-nya masih pembahasan," ujar Bahlil di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Saat pertama kali berbicara sebagai Menko Hilirisasi dalam sebuah acara, Bahlil sempat berkelakar merasa seperti sedang menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Ia mengaku memang belum memiliki jajaran pengurus pendukung.

"Para senior semua, saya mudah-mudahan fit and proper test-nya bisa lulus, gitu. Saya belum punya deputi, belum punya sesmen Pak Enggar (Enggartiasto Lukita) jadi ketik masih ketik sendiri, gitu. Belum punya anggaran, tapi gak apa-apa kita mengoptimalkan dari Kementerian ESDM," tuturnya.

Tepis Isu Pemborosan, Cuma Terima Satu Gaji

Bahlil menegaskan, rangkap jabatan ini sama sekali tidak membebankan keuangan negara atau menimbulkan pemborosan anggaran.

"Jadi jangan sampai media bilang ini karena menambah kementerian, pemborosan uang negara, gak ada. Gaji menterinya juga cuma satu, gaji Menteri ESDM. DIPA-nya juga cuma DIPA satu, DIPA Menteri ESDM. Ruang lingkup koordinasinya aja yang berbeda, kira-kira begitu," terang dia.

Ia menambahkan, tidak ada niat untuk menghambur-hamburkan anggaran negara demi membentuk kementerian koordinator baru. "Saya mengatakan bahwa dengan penambahan menko baru ini bukan berarti kita harus melakukan pemborosan. Saya enggak mau, saya tipe saya bukan seperti itu," tegas Bahlil.

Menariknya, Bahlil mengungkapkan seluruh gaji menteri yang ia terima tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan disalurkan kembali kepada masyarakat dan kerabat yang membutuhkan.

"Sejak menjadi menteri, insya Allah saya dari gaji saya maupun dari dana operasional saya selalu saya sisihkan semuanya untuk kepada saudara-saudara saya yang berhak untuk saya bantu," ucap Bahlil.

"Ada di yang teman-teman kan aktivis kan banyak ya, adik-adik saya kan banyak. Jadi itu saya kasih ke situ, kemudian yang membutuhkan," sambungnya.

Didukung Kemenkeu

Skema penggunaan anggaran Kementerian ESDM untuk operasional Kemenko Hilirisasi ini turut dibenarkan oleh pemerintah. Langkah efisiensi tersebut diambil agar operasional kementerian baru bisa langsung berjalan mengingat kantor dan strukturnya mulai disiapkan.

"Pak Bahlil menangani anggaran dengan sangat baik. (Anggaran) Dari Kementerian ESDM," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6