7 Menata Tangga Japandi agar Nyaman Dilalui, Tak Khawatir saat Naik Turun

Menata tangga Japandi agar nyaman dilalui dengan mengatur pijakan, pencahayaan, pegangan, dan area sekitar.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tangga menjadi bagian rumah yang menghubungkan satu lantai dengan lantai lainnya. Mengingat fungsinya yang penting, area tangga kemudian perlu ditata agar tidak mengganggu mobilitas para penggunanya.

Pemilik rumah bisa mencoba sejumlah cara, salah satunya konsep Japandi dengan tujuan utamanya menguatkan fungsi naik turun yang ergonomis.

Jadi, bagaimana sebenarnya cara menata tangga dengan konsep Japandi ini? Untuk mengetahuinya, simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Selasa (6/10).

1. Kosongkan Jalur Tangga dari Barang

Menata tangga japandi bisa dimulai dengan memastikan setiap anak tangga bebas dari barang. Sepatu, kardus, tanaman dalam pot, atau benda lain sebaiknya tidak diletakkan di jalur naik turun karena bisa mengganggu langkah penghuni.

Area tangga juga perlu memiliki ruang yang cukup untuk digunakan dari dua arah. Kebiasaan meletakkan barang di sudut tangga sering membuat jalur yang semula mudah dilewati menjadi lebih sempit.

Jika ada barang yang harus disimpan dekat tangga, gunakan area yang tidak mengganggu pijakan. Cara ini membantu menjaga fungsi tangga sekaligus mempertahankan tampilan Japandi yang mengutamakan penggunaan barang sesuai kebutuhan.

2. Gunakan Warna yang Menyatu dengan Rumah

Warna pada tangga dapat disesuaikan dengan bagian rumah di sekitarnya agar tampilan tidak terasa terpisah. Pilihan warna kayu, putih, krem, atau warna yang sudah digunakan pada dinding bisa menjadi pertimbangan.

Pada tangga Japandi, perpaduan kayu dengan warna netral sering digunakan karena mudah dipadukan dengan furnitur rumah. Namun, pilihan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan warna lantai dan dinding yang sudah ada.

Tidak perlu menggunakan banyak warna pada satu area. Memilih beberapa warna yang sudah digunakan di ruangan lain dapat membuat tangga terasa menjadi bagian dari rumah, bukan area yang berdiri sendiri.

3. Pastikan Pencahayaan Menjangkau Anak Tangga

Pencahayaan perlu diperhatikan ketika menata tangga Japandi karena penghuni menggunakan tangga pada pagi, siang, maupun malam hari. Area pijakan sebaiknya bisa terlihat tanpa harus menyalakan banyak lampu.

Lampu utama dapat ditempatkan untuk menerangi jalur tangga dari atas dan bawah. Jika terdapat bagian yang tertutup dinding, lampu tambahan bisa digunakan agar area tersebut tidak gelap ketika dilewati.

Penggunaan lampu dengan bentuk sederhana juga bisa dipilih agar sesuai dengan konsep Japandi. Tujuannya bukan memenuhi dinding dengan lampu, tetapi membantu penghuni melihat pijakan saat menggunakan tangga.

4. Pilih Pegangan yang Mudah Digunakan

Pegangan tangga memiliki fungsi yang berkaitan langsung dengan aktivitas naik dan turun. Karena itu, bagian ini perlu diperiksa sebelum memikirkan hiasan atau dekorasi di sekitar tangga.

Material kayu bisa digunakan jika ingin mempertahankan unsur Japandi. Pegangan juga dapat disesuaikan dengan bagian tangga agar terlihat menyatu dan tidak membuat area tersebut terasa penuh.

Pastikan pegangan dapat digunakan dengan nyaman dari awal hingga akhir tangga. Jangan meletakkan dekorasi, tanaman, atau benda lain yang membuat tangan sulit menjangkau bagian pegangan ketika tangga digunakan.

5. Manfaatkan Dinding Tanpa Memenuhi Area

Dinding di samping tangga dapat digunakan untuk memberikan fungsi tambahan tanpa membuat jalur menjadi sempit. Beberapa bagian dapat dimanfaatkan untuk memasang bingkai, rak kecil, atau penyimpanan yang menempel pada dinding.

Namun, penggunaan benda di dinding perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Terlalu banyak hiasan dapat membuat area tangga terasa penuh dan mengalihkan fungsi utama sebagai jalur menuju lantai lain.

Konsep Japandi lebih mudah diterapkan ketika setiap benda memiliki tujuan. Karena itu, pilih dekorasi yang memang ingin digunakan atau disimpan, kemudian sisakan ruang dinding agar area tetap terasa lapang.

6. Atur Area Bawah Tangga Sesuai Kebutuhan

Bagian bawah tangga sering memiliki ruang yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpan barang. Area tersebut dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan sepatu, buku, perlengkapan rumah, atau barang yang jarang digunakan.

Jika ruang bawah tangga cukup kecil, gunakan penyimpanan yang sesuai ukurannya. Hindari memasukkan terlalu banyak benda hanya karena masih tersedia ruang kosong.

Menata tangga Japandi juga berarti mengatur area yang berhubungan dengan tangga. Dengan penyimpanan yang sesuai kebutuhan, barang tidak perlu diletakkan di anak tangga sehingga jalur tetap bisa digunakan tanpa terganggu.

7. Kurangi Dekorasi yang Tidak Dibutuhkan

Dekorasi dapat digunakan untuk memperkuat tampilan tangga, tetapi jumlahnya perlu disesuaikan dengan luas area. Beberapa benda yang dipilih dengan pertimbangan fungsi sudah cukup untuk membuat tangga terasa menyatu dengan rumah.

Tanaman, lukisan, atau benda kerajinan dapat ditempatkan pada area yang tidak mengganggu pergerakan. Pastikan benda tersebut tidak menutupi pegangan, pijakan, atau jalur menuju tangga.

Pada akhirnya, menata tangga Japandi tidak harus dilakukan dengan banyak perubahan. Mengurangi barang yang tidak diperlukan, mengatur pencahayaan, serta memastikan jalur bebas dari gangguan sudah bisa membantu membuat tangga lebih nyaman digunakan setiap hari.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menata Tangga Japandi agar Nyaman Dilalui

Apa itu konsep Japandi pada rumah?

Konsep Japandi merupakan perpaduan unsur desain Jepang dan Skandinavia yang menekankan penggunaan barang sesuai kebutuhan, material alami, serta ruang yang tidak dipenuhi benda.

Bagaimana cara membuat tangga terasa lebih nyaman?

Mulailah dengan memastikan pijakan bebas dari barang, pencahayaan cukup, pegangan mudah digunakan, dan area sekitar tangga tidak menghalangi pergerakan.

Apakah tangga bisa dibuat dengan konsep Japandi?

Bisa. Tangga dapat menggunakan unsur kayu, warna yang menyatu dengan ruangan, bentuk sederhana, serta dekorasi yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Apa yang sebaiknya tidak diletakkan di tangga?

Barang yang menghalangi pijakan atau pegangan sebaiknya tidak diletakkan di tangga karena bisa mengganggu aktivitas naik dan turun.

Bagaimana memanfaatkan ruang bawah tangga?

Ruang bawah tangga bisa digunakan untuk penyimpanan barang yang sesuai ukuran ruang sehingga benda tidak perlu diletakkan di area pijakan.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6