7 Tanda Genteng Rumah Bergeser Setelah Hujan dan Angin Kencang, Waspadai Kebocoran & Kerusakan Atap

Kenali tanda genteng rumah bergeser setelah hujan dan angin kencang agar kerusakan segera ditangani sejak dini.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 12:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang disertai angin kencang dapat memberikan tekanan cukup besar pada bagian atap rumah. Setelah cuaca ekstrem berlalu, kondisi genteng sebaiknya diperiksa karena kerusakan tidak selalu langsung terlihat dari dalam rumah.

Genteng yang bergeser dapat membuat celah pada susunan atap sehingga air hujan lebih mudah masuk. Beberapa perubahan bahkan baru terlihat setelah hujan berikutnya, sehingga mengenali tanda-tandanya sejak awal dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih luas.

Berikut ini tanda genteng rumah bergeser setelah hujan dan angin kencang, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (6/10).

1. Posisi Genteng Tampak Tidak Lagi Sejajar

Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah susunan genteng yang terlihat tidak rapi setelah hujan dan angin kencang. Beberapa keping mungkin tampak lebih tinggi, lebih rendah, miring, atau bergeser dari posisi semula.

Perubahan posisi tersebut dapat terjadi ketika hembusan angin menghasilkan gaya angkat pada genteng. Penelitian eksperimental pada genteng menunjukkan bahwa tekanan angin dapat berbeda berdasarkan posisi genteng, arah angin, serta bentuk dan detail atap, dengan area bubungan, pinggir, dan sudut termasuk bagian yang rentan.

Jika memungkinkan, periksa atap dari tempat yang aman menggunakan pandangan dari halaman atau bangunan di sekitarnya. Hindari naik ke atas genteng yang basah karena permukaannya licin dan beberapa genteng mungkin sudah kehilangan kestabilannya.

2. Muncul Celah di Antara Susunan Genteng

Genteng yang seharusnya saling bertumpuk dapat memperlihatkan celah yang lebih lebar atau tidak beraturan setelah diterpa angin. Dari kejauhan, kondisi ini bisa terlihat seperti ada bagian atap yang "terbuka" atau pola genteng tidak lagi menyatu.

Celah tersebut penting diperhatikan karena air hujan yang didorong angin dapat masuk melalui bagian atap yang tidak tertutup rapat. Kajian mengenai hujan yang dipengaruhi angin menunjukkan bahwa arah dan kecepatan angin, intensitas hujan, serta kemiringan atap dapat memengaruhi distribusi air yang mengenai permukaan atap.

Jangan langsung menganggap celah kecil sebagai masalah sepele, terutama jika muncul tepat setelah cuaca ekstrem. Pada sistem genteng, kondisi susunan dan ruang di bawah genteng ikut memengaruhi bagaimana tekanan angin bekerja pada elemen atap.

3. Ada Air Menetes dari Plafon Setelah Hujan

Tanda lain yang patut dicurigai adalah munculnya tetesan air, noda basah, atau perubahan warna pada plafon setelah hujan deras. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya air yang berhasil melewati lapisan atap, meskipun posisi kebocoran di dalam rumah belum tentu tepat berada di bawah genteng yang bermasalah.

Genteng yang bergeser dapat membuka jalur masuk air, terutama ketika hujan turun bersamaan dengan angin kencang. Air yang masuk melalui bagian atap kemudian dapat bergerak mengikuti lapisan atau komponen konstruksi sebelum akhirnya terlihat sebagai noda atau tetesan di plafon.

Karena itu, jangan hanya mencari titik plafon yang basah. Pemeriksaan sebaiknya mencakup kondisi genteng dan bagian atap di atas area tersebut untuk mengetahui kemungkinan sumber masuknya air.

4. Genteng di Bagian Tepi atau Bubungan Tampak Berubah Posisi

Bagian tepi dan bubungan atap perlu mendapat perhatian khusus setelah angin kencang. Jika terlihat ada genteng yang terangkat, miring, atau bergeser pada area tersebut, kondisi ini dapat menjadi petunjuk bahwa genteng mengalami pengaruh gaya angkat angin.

Penelitian skala penuh menemukan bahwa area ridge, hip, dan perimeter merupakan lokasi yang dapat menjadi titik awal kerusakan akibat angin. Tekanan angkat juga dapat berbeda menurut lokasi genteng dan arah datangnya angin.

Jangan hanya memeriksa bagian tengah atap karena kerusakan tidak selalu dimulai dari sana. Pemeriksaan visual terhadap area tepi, sudut, dan bubungan dapat membantu menemukan perubahan posisi genteng lebih awal.

5. Terdengar Bunyi Genteng Beradu atau Bergerak Saat Angin Bertiup

Setelah hujan dan angin kencang, suara genteng yang beradu atau terdengar bergerak ketika angin kembali bertiup juga patut diperhatikan. Bunyi tersebut tidak otomatis berarti genteng bergeser, tetapi dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Genteng mengalami tekanan angin pada permukaan bagian atas maupun bawahnya. Pengujian terhadap sistem genteng menunjukkan bahwa tekanan dan respons pada elemen pengikat dapat dipengaruhi oleh arah angin serta karakteristik genteng dan sistem pemasangannya.

Jika suara hanya muncul sesekali, jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa seluruh atap mengalami kerusakan. Namun, bila suara disertai perubahan posisi genteng, celah, atau kebocoran, pemeriksaan oleh tenaga yang berpengalaman menjadi lebih penting.

6. Terlihat Pecahan Genteng di Halaman atau Talang

Pecahan kecil genteng yang ditemukan di halaman, teras, atau talang setelah badai juga tidak sebaiknya diabaikan. Bisa jadi pecahan tersebut berasal dari genteng yang retak atau mengalami benturan selama angin kencang.

Kerusakan akibat cuaca ekstrem tidak hanya berupa genteng yang bergeser. Pengujian pada genteng tanah liat dan beton menunjukkan bahwa sistem pemasangan dan kualitas pengerjaan dapat memengaruhi kemampuan genteng menghadapi kondisi angin yang kuat.

Perhatikan pula apakah terdapat bagian genteng yang tampak hilang ketika atap dilihat dari bawah atau dari lokasi yang aman. Jika ditemukan pecahan dalam jumlah cukup banyak, pemeriksaan atap secara menyeluruh lebih baik dilakukan daripada hanya mengganti bagian yang terlihat rusak.

7. Ada Genteng yang Terlihat Terangkat atau Tidak Menempel Rapat

Genteng yang tampak terangkat pada salah satu sisi merupakan tanda yang lebih jelas bahwa posisi elemen atap telah berubah. Kondisi ini dapat terlihat seperti salah satu ujung genteng lebih tinggi dibandingkan keping di sebelahnya.

Gaya angkat angin bekerja pada genteng melalui tekanan udara di sekitar dan di bawah elemen atap. Hasil pengujian skala penuh menunjukkan bahwa tekanan angkat bersih pada genteng dapat dipengaruhi oleh lokasi genteng, arah angin, serta kondisi aliran udara di sekitar permukaan atap.

Genteng yang terangkat sebaiknya tidak ditekan atau dibetulkan sendiri ketika atap masih basah. Selain risiko terpeleset, tindakan tersebut dapat memperburuk kerusakan apabila bagian pengikat, reng, atau komponen di bawah genteng sudah mengalami masalah.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menemukan Tanda-Tanda Ini?

Pemeriksaan awal dapat dilakukan dari tempat yang aman dengan memperhatikan perubahan susunan genteng, celah, genteng pecah, serta tanda kebocoran pada plafon. Jika bagian atap berada cukup tinggi atau terlihat tidak stabil, sebaiknya jangan naik sendiri untuk memeriksanya.

Genteng yang bergeser juga tidak selalu berarti seluruh atap harus diganti. Tingkat kerusakan perlu dilihat dari kondisi genteng, sistem pengikat, rangka atau reng, serta kemungkinan masuknya air ke lapisan di bawahnya.

Setelah hujan dan angin kencang, pemeriksaan secepatnya dapat membantu mencegah masalah kecil berkembang menjadi kebocoran atau kerusakan atap yang lebih besar. Jika ditemukan genteng terangkat, bagian atap hilang, kebocoran berulang, atau kerusakan pada komponen penyangga, pemeriksaan oleh tenaga profesional lebih aman dilakukan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanda Genteng Rumah Bergeser Setelah Hujan dan Angin Kencang

Apakah genteng bergeser setelah hujan dan angin kencang harus segera diperbaiki?

Sebaiknya iya, terutama jika genteng terlihat terangkat, muncul celah, atau terdapat tanda kebocoran. Perbaikan lebih awal dapat membantu mencegah air masuk dan menyebabkan kerusakan yang lebih luas.

Bagaimana cara mengetahui genteng bergeser tanpa naik ke atap?

Periksa dari tempat yang aman, misalnya dari halaman, balkon, atau sisi rumah. Perhatikan susunan genteng yang tidak sejajar, bagian yang terangkat, celah, genteng pecah, atau perubahan posisi di area tepi dan bubungan.

Apakah genteng bergeser selalu berarti atap harus diganti?

Tidak selalu. Jika kerusakan hanya terjadi pada beberapa genteng, perbaikannya bisa saja cukup dengan mengembalikan posisi atau mengganti bagian yang rusak, tetapi kondisi pengikat, reng, dan bagian atap di bawahnya juga perlu diperiksa.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6