Liputan6.com, Jakarta - Musim peralihan dan cuaca ekstrem seperti kebakaran hutan serta curah hujan tinggi sering kali memaksa satwa liar, termasuk ular, keluar dari habitat aslinya. Reptil berdarah dingin ini kerap mencari tempat perlindungan yang kering, sejuk, dan aman dari genangan air atau suhu panas ekstrem di area pemukiman warga. Kehadiran ular di sekitar tempat tinggal tentu mendatangkan rasa cemas dan ancaman tersendiri bagi keselamatan seluruh anggota keluarga di rumah.
Sebagian masyarakat mungkin masih mengandalkan cara konvensional seperti menaburkan garam di sekeliling pekarangan untuk mengusir reptil ini. Padahal, menurut buku Kesadaran Ekologis dalam Sastra Indonesia oleh Venus Khasanah dkk serta catatan dari Dinas Pemadam Kebakaran, anggapan tersebut hanyalah mitos belaka yang tidak terbukti secara ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah preventif yang benar dan berbasis sumber autoritatif untuk mengamankan hunian Anda dari kedatangan hewan melata tersebut.
Berikut adalah kumpulan cara terbaik yang bisa Anda terapkan di rumah, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2026).
Advertisement
1. Bereskan Tumpukan Barang dan Material Bekas di Sekitar Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366592/original/003709900_1791272193-1.jpg)
Ular secara alami sangat menyukai tempat-tempat tersembunyi yang gelap, lembap, dan aman dari jangkauan predator. Tumpukan kayu bakar, sisa material bangunan, bata, hingga bebatuan di pekarangan sangat ideal bagi reptil ini untuk bersembunyi.
Segera rapikan dan singkirkan tumpukan barang tidak terpakai tersebut, lalu letakkan jauh dari bangunan utama rumah Anda. Berdasarkan prinsip manajemen lingkungan pemukiman, mengurangi titik-titik perlindungan di sekitar halaman secara drastis menurunkan minat ular untuk singgah.
Â
Advertisement
2. Pangkas Rumput Liar dan Bersihkan Semak-semak Pekarangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366593/original/019003600_1791272193-2.jpg)
Lingkungan luar yang rimbun, tidak terawat, dan dipenuhi rumput tinggi menciptakan koridor persembunyian yang sangat nyaman bagi ular. Oleh karena itu, penting untuk rajin membersihkan semak atau puing di pekarangan guna menutup akses masuk hewan ini.
Pangkas rumput secara berkala agar area halaman menjadi lebih terbuka dan tersinari matahari dengan baik. Kondisi lingkungan yang terang dan bersih terbukti efektif membuat ular merasa tidak aman untuk mendekati area hunian manusia.
3. Bersihkan Area Rumah dari Tikus dan Sumber Makanan Lainnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366594/original/032937800_1791272193-3.jpg)
Ular sering kali masuk ke area pemukiman bukan tanpa alasan, melainkan karena mengikuti jejak bau mangsa utamanya, yaitu tikus. Menjaga rumah agar senantiasa bebas dari tikus adalah cara paling ampuh untuk memutus daya tarik utama kedatangan ular.
Pastikan tidak ada sumber makanan terbuka atau bau busuk dari sampah rumah tangga yang mengundang hewan pengerat tersebut. Rutinlah membersihkan gudang, teras, taman, serta sudut-sudut rumah yang berpotensi menjadi sarang tikus agar ular enggan mendekat.
Â
Advertisement
4. Tutup Rapat Lubang Rumah dan Perkuat Sanitasi Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366595/original/050205700_1791272193-4.jpg)
Pemeriksaan struktur bangunan secara menyeluruh merupakan langkah krusial untuk mencegah reptil menyelinap ke dalam ruangan. Pastikan tidak ada lubang atau celah pada plafon, saluran air, genteng, dinding, maupun rongga fondasi yang bisa dilalui tubuh ular.
Jika menemukan celah terbuka, segera tutup rapat menggunakan semen atau pasang kawat kasa khusus pada saluran sanitasi air. Lubang-lubang terbuka ini tidak hanya akan menjadi akses masuk, tetapi juga sering dijadikan sarang reproduksi.
5. Bersihkan Sisa Makanan Hewan Peliharaan Secara Tuntas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366596/original/069403600_1791272193-5.jpg)
Memberikan makan hewan peliharaan seperti kucing atau anjing di luar ruangan tanpa langsung membersihkan sisanya dapat mengundang berbagai hama. Sisa pakan tersebut sangat disukai oleh serangga dan tikus, yang pada akhirnya akan menarik perhatian ular sebagai predator puncak.
Pastikan sisa makanan hewan peliharaan selalu dibersihkan segera setelah waktu makan selesai. Selain itu, simpan cadangan pakan hewan di dalam wadah atau kaleng tertutup rapat agar tidak memicu rantai makanan hewan liar di sekitar rumah.
Advertisement
6. Manfaatkan Aroma Kuat yang Sangat Dibenci oleh Ular
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366597/original/093786400_1791272193-6.jpg)
Ular memiliki indra penciuman yang sangat sensitif dan sangat tidak menyukai bau-bauan tajam yang mengganggu sistem navigasinya. Anda bisa meneburkan kapur barus yang sudah dihaluskan ke sudut ruangan, celah dinding, atau bawah pintu untuk menghalau mereka.
Selain kapur barus, penggunaan bahan beraroma kuat seperti cuka, cabai, parfum, kayu manis, dan minyak cengkeh juga dapat diandalkan. Kendati demikian, tetap perhatikan keamanan penggunaannya apabila Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan sensitif di rumah.
7. Jauhkan dan Gantung Burung Peliharaan di Tempat Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366598/original/039087700_1791272194-7.jpg)
Bagi Anda yang hobi memelihara burung di rumah, perhatikan kembali letak sangkar gantungnya. Ular merupakan pemanjat ulung yang sangat menyukai telur burung atau burung kecil sebagai bagian dari menu makanan alami mereka di alam bebas.
Gantung sangkar burung pada posisi yang cukup tinggi dan sulit dijangkau oleh hewan melata dari tanah atau pohon sekitar. Langkah sederhana ini akan menutup celah bagi ular untuk mendekati teras atau bagian dalam rumah Anda.
Â
Advertisement
Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Cara Mencegah Ular Masuk Rumah
Q: Apakah benar menaburkan garam ampuh untuk mencegah ular masuk rumah?
A: Tidak benar. Menurut literatur ekologi dan catatan petugas pemadam kebakaran, anggapan bahwa garam dapat mengusir ular adalah mitos belaka yang tidak terbukti secara ilmiah. Ular tidak terganggu oleh garam karena kulit mereka tidak bereaksi seperti tubuh keong atau cacing.
Q: Apa yang harus dilakukan jika melihat ular masuk ke dalam rumah?
A: Tetap tenang dan jangan panik agar ular tidak merasa terancam dan menyerang. Jauhi lokasi ular, pantau pergerakannya dari jarak aman, lalu segera hubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) atau relawan penyelamat satwa profesional untuk proses evakuasi yang aman.
Q: Mengapa ular sering masuk ke rumah saat musim hujan atau pancaroba?
A: Saat musim hujan deras, sarang ular di dalam tanah biasanya tergenang air, memaksa mereka keluar untuk mencari tempat berlindung yang kering, hangat, dan aman di area pemukiman warga.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366610/original/070754600_1791272536-cek_fakta_wayan_koster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497006/original/077149700_1770612558-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T114656.423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3579753/original/089827300_1632296561-InternetMati1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561710/original/027708500_1776757647-cek_fakta_bansos_ibu_hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366591/original/088596300_1791272192-Gemini_Generated_Image_wk302jwk302jwk30.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338497/original/053890200_1788331537-francesco-mocellin-LHuAyKkbA9w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209756/original/040158100_1746442187-pexels-rdne-5591640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366533/original/012758900_1791270357-Meja_Dapur_Minimalis_yang_Mudah_Dibersihkan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475748/original/003983000_1768646619-Gemini_Generated_Image_ib0aclib0aclib0a.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366373/original/042463800_1791264086-aksoom-hussain-q9jBmBf5bF4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320362/original/044518300_1786346864-Kedung_Sepur_SMT_wikipedia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366241/original/047418300_1791257925-2bd9f98c-e222-4c7f-893d-6b0f738215c3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366338/original/057906100_1791263569-3ccdeac8-e969-402c-a9d5-63629eb96b6a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366163/original/058996700_1791256421-0568c599-7be1-4b06-8b3a-5d8958e1641a.jpg)