Liputan6.com, Jakarta - Munculnya ular di sekitar rumah kerap membuat penghuni panik, terutama jika kejadian itu berulang dalam waktu singkat. Padahal, ada sejumlah bagian rumah yang sebaiknya diperiksa saat sering menemukan ular di sekitar hunian, bukan hanya area halaman yang biasanya jadi sasaran pertama pemeriksaan warga.
Ular kerap memanfaatkan celah bangunan, area lembap, tumpukan barang, hingga jalur yang biasa dilalui mangsanya untuk bersembunyi maupun berpindah tempat. Kondisi ini membuat pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah penting sebelum mengambil tindakan lain terhadap ular yang kerap muncul.
Menutup celah masuk dan mengurangi tempat persembunyian menjadi bagian dari upaya pencegahan hama di sekitar rumah. Berikut adalah sepuluh bagian rumah yang sebaiknya diperiksa saat sering menemukan ular di sekitar hunian, agar sumber masalah bisa ditangani secara tepat, bukan sekadar mengusir ular yang terlihat, seperti yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026)
Advertisement
1. Celah di Bawah Pintu dan Kusen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338498/original/088676400_1788331537-Pintu_Depan_dari_Dalam.jpg)
Bagian bawah pintu sering luput dari perhatian penghuni rumah, padahal celah kecil di area ini bisa menjadi akses langsung dari halaman menuju ruang dalam. Sambungan kusen yang mulai longgar turut memperbesar peluang ular menyelinap masuk tanpa disadari penghuni rumah.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada setiap pintu, termasuk pintu belakang dan pintu servis yang jarang digunakan. Celah antara daun pintu dan lantai perlu diukur, karena ular muda umumnya mampu melewati celah yang tampak sangat sempit sekalipun.
Pemasangan karet penutup di bagian bawah pintu dapat membantu menutup akses tersebut secara efektif. Langkah sederhana ini kerap diabaikan, padahal cukup murah dan mampu mengurangi risiko ular masuk dari arah pintu secara signifikan.
2. Saluran Air dan Selokan
Saluran air di sekitar rumah menjadi salah satu jalur favorit ular karena kondisinya yang lembap dan gelap. Selokan yang terhubung langsung ke bagian dalam bangunan berpotensi menjadi lorong tersembunyi yang menghubungkan area luar dengan ruang di dalam rumah.
Pemeriksaan perlu mencakup lubang drainase, pipa pembuangan, dan sambungan pipa yang mengarah ke rumah. Bagian yang terbuka, retak, atau dipenuhi material sisa sebaiknya segera diperbaiki agar tidak menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi ular.
Selokan yang tersumbat sampah organik juga menarik tikus dan katak sebagai mangsa alami ular. Membersihkan saluran air secara rutin membantu memutus rantai makanan yang membuat ular betah berada di sekitar rumah.
Advertisement
3. Area Bawah Atap dan Plafon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338499/original/093136000_1788331537-8540ff2c-d707-4716-b128-7045f9cf9566.jpg)
Bagian atap kerap dianggap terlalu tinggi untuk dijangkau ular, padahal beberapa jenis ular mampu memanjat dinding atau pohon yang dekat dengan bangunan. Celah di bawah genteng dan lisplang yang rusak bisa menjadi pintu masuk yang tidak terduga oleh penghuni rumah.
Pemeriksaan plafon dan talang air sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama setelah musim hujan. Bagian bangunan yang lapuk atau berlubang perlu segera diperbaiki, khususnya jika ditemukan tanda-tanda hewan pernah masuk melalui celah tersebut.
Ventilasi atap juga wajib diperiksa karena kisi-kisi yang rusak atau berukuran terlalu lebar dapat menjadi titik masuk berbagai satwa, termasuk ular. Pemasangan kawat kasa pada ventilasi menjadi salah satu solusi yang cukup efektif untuk mengurangi risiko ini.
4. Gudang dan Ruang Penyimpanan
Gudang yang dipenuhi kardus, kayu, dan peralatan lama menciptakan kondisi gelap dan jarang terusik, sehingga menjadi tempat ideal bagi ular untuk bersembunyi. Barang yang menumpuk tanpa jarak dari dinding juga mempersulit proses pemeriksaan secara menyeluruh.
Merapikan gudang secara berkala menjadi langkah penting, bukan hanya untuk kerapian tetapi juga untuk keamanan penghuni rumah. Barang yang jarang dipakai sebaiknya disusun rapi dengan jarak dari lantai dan dinding agar sudut ruangan tetap mudah diperiksa.
Selain ular, gudang yang berantakan juga menarik tikus yang menjadi salah satu sumber makanan utama ular. Dengan mengurangi kepadatan barang, penghuni rumah sekaligus memutus potensi rantai makanan di area penyimpanan tersebut.
5. Tumpukan Kayu, Genteng, dan Material Bangunan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338500/original/097533100_1788331537-9084d0a5-7cfd-487f-8aa5-094eb70a0493.jpg)
Tumpukan kayu bakar, genteng bekas, batu, dan papan yang diletakkan dekat dinding rumah kerap luput dari perhatian, padahal susunan material tersebut menyediakan celah gelap yang nyaman bagi ular untuk berlindung dari cuaca maupun predator alami.
Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berhenti di halaman depan, tetapi juga menjangkau sisi samping dan belakang rumah yang biasa menjadi lokasi penumpukan material sisa renovasi. Bagian bawah tumpukan perlu diperiksa dengan hati-hati menggunakan alat bantu, bukan tangan kosong.
Menjaga jarak antara tumpukan material dengan dinding rumah dapat mengurangi risiko ular berpindah dari tumpukan tersebut ke bagian bangunan. Material yang sudah tidak terpakai sebaiknya segera dibuang atau disimpan di tempat tertutup rapat.
6. Semak dan Tanaman yang Terlalu Rimbun
Semak yang menempel langsung pada dinding rumah menciptakan jalur tersembunyi yang memudahkan ular bergerak tanpa terlihat oleh penghuni. Tumpukan daun kering di bawah tanaman turut memperbesar area persembunyian yang sulit dipantau secara rutin.
Vegetasi yang terlalu rimbun juga menjadi habitat bagi hewan kecil seperti kadal, katak, dan serangga yang menjadi sumber makanan ular. Kondisi ini membuat area bertanaman lebat berpotensi menarik ular untuk singgah lebih lama di sekitar rumah.
Pemangkasan rutin terhadap semak dan tanaman merambat perlu dilakukan, terutama pada bagian yang bersentuhan langsung dengan dinding. Menjaga jarak antara tanaman dan bangunan membantu mempersempit ruang gerak ular menuju area dalam rumah.
Advertisement
7. Kamar Mandi dan Area yang Lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338501/original/013188500_1788331538-steven-ungermann-1AF5hP6F4tI-unsplash.jpg)
Kamar mandi menjadi salah satu area yang jarang dicurigai sebagai tempat persembunyian ular, padahal kondisi lembap dan gelap di ruangan ini cukup ideal bagi ular untuk berlindung, terutama saat cuaca panas di luar rumah.
Pemeriksaan sebaiknya mencakup saluran pembuangan, celah di balik perabot kamar mandi, dan sudut ruangan yang jarang terjamah saat pembersihan rutin. Bagian bawah bak mandi atau lemari penyimpanan juga perlu dicek secara berkala.
Area lembap turut menarik serangga dan hewan kecil yang menjadi bagian dari rantai makanan ular. Menjaga sirkulasi udara dan kekeringan lantai kamar mandi dapat membantu mengurangi daya tarik ruangan ini bagi ular maupun hewan kecil lainnya.
8. Lubang di Dinding dan Fondasi
Retakan pada fondasi dan lubang kecil di dinding sering dianggap sepele, padahal celah tersebut bisa menjadi jalur masuk yang efektif bagi ular berukuran kecil hingga sedang. Sambungan dinding yang mulai renggang juga perlu mendapat perhatian khusus.
Bagian tempat pipa air dan kabel listrik masuk ke rumah kerap menyisakan celah yang tidak tertutup sempurna. Area ini sebaiknya diperiksa secara menyeluruh karena instalasi utilitas memang rawan menciptakan rongga tersembunyi di sekitar dinding bangunan.
Menutup celah menggunakan material yang sesuai, seperti semen atau sealant tahan cuaca, dapat mengurangi akses masuk secara signifikan. Pemeriksaan berkala pada fondasi rumah tua sangat dianjurkan karena struktur lama lebih rentan mengalami keretakan dari waktu ke waktu.
9. Garasi dan Area Bawah Kendaraan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338502/original/017628000_1788331538-1a2b7074-1dcb-41d7-9695-fe1455a8e5c9.jpg)
Garasi yang jarang dibersihkan berpotensi menjadi tempat berlindung ular, terutama jika dipenuhi kardus, pot bunga, kain bekas, atau barang yang menumpuk tanpa jarak dari dinding. Kondisi gelap di garasi juga membuat ular merasa lebih aman bersembunyi.
Sudut-sudut gelap dan celah di sekitar pintu garasi sebaiknya menjadi prioritas pemeriksaan, mengingat area ini sering menjadi jalur keluar-masuk yang tidak terpantau. Bagian bawah kendaraan yang terparkir dalam waktu lama juga perlu dicek sebelum digunakan.
Merapikan garasi secara berkala dan mengurangi penumpukan barang yang tidak diperlukan dapat mempersempit ruang persembunyian ular. Pencahayaan tambahan di area garasi turut membantu mengurangi kenyamanan ular untuk berlama-lama di lokasi tersebut.
10. Halaman Belakang dan Batas Rumah
Area yang berbatasan langsung dengan kebun, lahan kosong, parit, atau sungai kecil kerap menjadi jalur alami perpindahan ular menuju rumah. Batas rumah yang tidak terawat memudahkan ular bergerak bebas tanpa terdeteksi oleh penghuni maupun tetangga sekitar.
Pemangkasan vegetasi yang terlalu rimbun di sepanjang batas rumah perlu dilakukan secara rutin, terutama menjelang musim hujan saat aktivitas ular cenderung meningkat. Tumpukan barang yang menempel pada dinding luar juga sebaiknya disingkirkan dari area ini.
Pembersihan semak dan material di sekitar batas rumah dapat mengurangi tempat berlindung satwa secara signifikan. Kolaborasi dengan tetangga untuk menjaga kebersihan area perbatasan turut memperkecil peluang ular berpindah dari satu pekarangan ke pekarangan lain.
Advertisement
Tips Mencegah Ular Masuk ke Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338503/original/032576400_1788331538-jedi-equester-uvq4XKtfS5s-unsplash.jpg)
Selain memeriksa sepuluh bagian rumah yang rawan menjadi tempat persembunyian, penghuni rumah juga perlu menerapkan langkah pencegahan agar ular tidak kembali mendekat. Berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan secara rutin.
- Tutup Celah Masuk Secara Menyeluruh: Periksa dan tutup semua celah pada pintu, dinding, serta saluran utilitas menggunakan material tahan lama agar ular tidak menemukan akses baru menuju bagian dalam rumah.
- Kurangi Sumber Air Tergenang: Genangan air di halaman atau sekitar rumah menarik katak dan serangga yang menjadi mangsa ular, sehingga sebaiknya segera dikeringkan atau dialirkan dengan baik.
- Rapikan Tumpukan Barang di Luar Rumah: Barang bekas, kayu, dan material bangunan yang menumpuk sebaiknya disingkirkan atau disimpan rapi agar tidak menjadi tempat persembunyian ular di sekitar pekarangan.
- Pangkas Vegetasi Secara Rutin: Semak dan rumput tinggi yang menempel pada dinding rumah perlu dipangkas berkala agar tidak menciptakan jalur tersembunyi bagi ular untuk mendekati bangunan.
- Kendalikan Populasi Tikus: Tikus menjadi salah satu mangsa utama ular, sehingga mengendalikan populasinya di sekitar rumah turut mengurangi daya tarik area tersebut bagi ular.
- Gunakan Kawat Kasa pada Ventilasi: Pasang kawat kasa berukuran rapat pada ventilasi atap dan saluran udara agar ular maupun hewan kecil lain tidak bisa masuk melalui celah tersebut.
Pertanyaan Seputar Bagian Rumah yang Sebaiknya Diperiksa Saat Sering Ada Ular
1. Kenapa ular sering muncul di sekitar rumah? Ular biasanya tertarik pada rumah yang memiliki celah masuk, area lembap, tumpukan barang, serta sumber mangsa seperti tikus dan katak yang mudah ditemukan di sekitar bangunan.
2. Apa yang harus dilakukan jika menemukan ular di dalam rumah? Jangan mencoba menangkap atau memukul ular. Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan, beri ular ruang untuk bergerak, lalu hubungi petugas atau pihak berwenang yang menangani evakuasi satwa.
3. Apakah tumpukan kayu di halaman bisa mengundang ular? Ya, tumpukan kayu bakar, genteng, dan material bangunan bekas dapat menjadi tempat berlindung yang nyaman bagi ular, terutama jika diletakkan menempel pada dinding rumah.
4. Bagian rumah mana yang paling sering jadi jalur masuk ular? Celah di bawah pintu, lubang pada dinding atau fondasi, serta saluran air dan drainase merupakan jalur masuk yang paling umum dimanfaatkan ular untuk mencapai bagian dalam rumah.
5. Apakah semak yang rimbun meningkatkan risiko kemunculan ular? Semak dan tanaman yang terlalu rimbun dapat menyembunyikan keberadaan ular sekaligus menyediakan habitat bagi hewan kecil yang menjadi mangsanya, sehingga meningkatkan peluang ular betah di sekitar rumah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9262464/original/038832300_1783158897-1001427620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338497/original/053890200_1788331537-francesco-mocellin-LHuAyKkbA9w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335848/original/071265200_1788070256-pexels-daniel-duarte-270529097-16149947.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335081/original/086560300_1787909686-77cf23c7-6e6f-4e7f-ae47-2da151f288c3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321964/original/095513100_1786512828-90-22.webp)