Cara Membuat Bean Bag Sendiri di Rumah, Mudah dan Murah

Cara membuat bean bag sendiri di rumah, dari memilih kain kuat dan menjahit sarung hingga mengisi butiran styrofoam agar empuk, nyaman, dan awet.

Diterbitkan 06 September 2026, 17:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ada satu sudut di rumah yang seakan selalu memanggil untuk direbahi setelah hari yang panjang. Bean bag mengisi sudut itu dengan sempurna, menjadi dudukan empuk yang seolah memeluk tubuh tanpa terasa kaku seperti sofa berangka.

Secara ringkas, cara membuat bean bag hanya menuntut tiga hal, yaitu memotong kain kuat, menjahitnya menjadi kantong, lalu mengisinya dengan butiran styrofoam atau busa. Modal utama cara membuat bean bag adalah kain tebal, benang kuat, resleting, dan bahan isian sesuai selera.

Sebagai gambaran, kursi tanpa rangka ini sebenarnya bukan hal baru. Model ikoniknya, kursi Sacco, diperkenalkan oleh tiga desainer Italia pada 1968 dan sejak awal mengandalkan polistiren yang mengembang sebagai bahan isian . Kini bean bag kian akrab di ruang keluarga hingga kafe, dan sebagian orang bahkan menjadikannya sebagai peluang usaha rumahan.

Menyiapkan Bahan dan Alat untuk Membuat Bean Bag

Langkah awal cara membuat bean bag adalah menyiapkan bahan dan alat yang tepat. Kenyamanan serta keawetan hasil akhirnya sangat bergantung pada kualitas material yang digunakan. Pilih kain yang kuat dan memiliki tenunan rapat agar isian tidak mudah keluar, kemudian lengkapi dengan perlengkapan jahit dasar.

Bahan yang Perlu Disiapkan

Untuk sarung utama, gunakan dua lembar kain kuat seperti kanvas, denim, atau kain pelapis (upholstery). Kebutuhan kain umumnya sekitar 4–6 meter, tetapi jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan pola dan ukuran bean bag yang akan dibuat.

Pilih kain dengan serat yang rapat agar butiran isian tidak mudah menyelinap keluar melalui celah tenunan. Kanvas, denim, dan microfiber juga dikenal cukup tahan lama untuk penggunaan sehari-hari.

Jika bean bag akan ditempatkan di luar ruangan, gunakan kain seperti parasut atau taslan yang tahan air. Material tersebut memiliki permukaan yang relatif mudah dibersihkan dan cepat kering.

Selain kain, siapkan resleting heavy-duty, benang poliester yang kuat, serta bahan isian. Pilihan yang umum digunakan adalah butiran expanded polystyrene (EPS) atau busa cacah (shredded foam).

Alat yang Dibutuhkan

Alat untuk membuat bean bag cukup sederhana. Anda membutuhkan gunting kain yang tajam, jarum pentul atau klip kain, penggaris atau meteran, serta kapur jahit.

Mesin jahit akan sangat membantu untuk menghasilkan jahitan yang lebih rapi dan kuat. Namun, jika tidak memilikinya, seluruh bagian tetap dapat dijahit dengan tangan meski prosesnya membutuhkan waktu lebih lama.

Siapkan pula corong, gulungan karton, atau pipa kecil untuk membantu memasukkan isian ke dalam liner tanpa membuat butiran EPS berhamburan.

Cara Membuat Bean Bag Model Bulat untuk Pemula

Model bulat menjadi salah satu pilihan yang relatif sederhana untuk pemula. Bentuk dasarnya terdiri atas dua lingkaran untuk bagian atas dan bawah, serta satu panel memanjang yang berfungsi sebagai sisi bean bag.

1. Tentukan ukuran

Untuk ukuran sedang, Anda dapat menggunakan diameter sekitar 90–100 cm. Ukuran tersebut masih dapat disesuaikan dengan kebutuhan ruangan dan tinggi badan pengguna.

2. Buat dan potong pola

Potong dua lembar kain berbentuk lingkaran untuk bagian atas dan bawah, kemudian siapkan satu panel persegi panjang untuk bagian samping. Panjang panel harus mengikuti keliling lingkaran dengan tambahan kelonggaran jahitan.

Buat potongan dengan ukuran yang sama untuk liner bagian dalam agar seluruh isian nantinya tertampung di lapisan tersebut.

3. Beri kelonggaran jahitan

Sisakan kelonggaran jahitan sekitar 12 mm pada setiap tepi kain. Pada potongan berbentuk lingkaran, beri tanda pada beberapa titik, misalnya setiap seperempat bagian, untuk membantu menyelaraskan kain ketika dijahit.

4. Satukan lingkaran dan panel

Sematkan panel samping pada salah satu lingkaran dengan sisi baik kain saling berhadapan. Cocokkan tanda yang telah dibuat, kemudian jahit perlahan mengikuti bentuk lengkung lingkaran.

Ulangi langkah tersebut untuk lingkaran lainnya, tetapi sisakan bagian yang cukup untuk memasang resleting.

5. Pasang resleting

Pasang resleting heavy-duty pada bagian yang telah disiapkan. Jika bean bag digunakan di rumah dengan anak kecil, pilih resleting yang dapat dikunci atau memiliki penutup agar tidak mudah dibuka.

Ulangi proses yang sama untuk membuat liner bagian dalam.

6. Balik kain dan lakukan pengisian

Balik sarung luar dan liner dalam yang telah selesai dijahit sehingga sisi baik kain menghadap ke luar. Masukkan bahan isian ke dalam liner dalam menggunakan corong bantuan, lalu tutup resleting liner rapat-rapat. Terakhir, masukkan liner yang sudah mengembang tersebut ke dalam sarung luar, lalu tutup resleting utamanya.

Cara Membuat Bean Bag Chair Berpanel yang Lebih Menopang

Jika menginginkan bean bag dengan bentuk yang lebih tegak dan memiliki sandaran, model berpanel dapat menjadi pilihan. Desain ini menggunakan beberapa panel untuk membentuk dudukan dan sandaran yang lebih tinggi.

1. Siapkan pola

Buat atau jiplak pola yang terdiri atas enam panel samping, satu bagian atas, serta dua bagian bawah. Susunan tersebut juga memungkinkan resleting ditempatkan pada bagian jahitan yang lurus.

2. Potong kain dengan presisi

Potong setiap panel sesuai pola dan beri tanda agar tidak tertukar saat proses penyambungan. Jika kain kusut, setrika terlebih dahulu supaya lipatan tidak memengaruhi ketepatan ukuran.

3. Jahit bagian bawah dan pasang resleting

Satukan dua bagian bawah pada sisi lurus, kemudian pasang resleting menggunakan sepatu khusus resleting. Biarkan resleting dalam keadaan terbuka agar sarung lebih mudah dibalik setelah proses jahit selesai.

4. Sambungkan panel samping

Jahit keenam panel samping dengan sisi baik kain saling berhadapan hingga membentuk tabung. Perkuat jahitan, terutama jika bean bag akan digunakan setiap hari.

Untuk penggunaan intensif atau di rumah dengan anak-anak, sebaiknya gunakan liner tambahan di dalam sarung utama agar isian lebih terlindungi.

5. Pasang bagian atas dan bawah

Sematkan bagian atas pada tabung panel, kemudian jahit hingga seluruh bagian menyatu. Lakukan hal yang sama pada bagian bawah.

Setelah selesai, balik sarung melalui bukaan resleting sehingga sisi baik kain berada di luar.

6. Buat liner bagian dalam

Ulangi proses pembuatan menggunakan kain liner dengan ukuran yang sama. Pastikan setiap jahitan dibuat kuat karena lapisan inilah yang akan menahan seluruh isian. Jangan lupa untuk menyisakan celah terbuka sekitar 15-20 cm (atau pasang resleting kecil) pada liner ini sebagai lubang untuk memasukkan butiran isian nanti.

7. Uji bentuk dan kenyamanan

Sebelum diisi penuh, masukkan handuk atau selimut secukupnya ke dalam liner untuk menguji bentuk dudukan dan sandaran. Cara ini membantu memastikan ukuran dan proporsinya sudah sesuai sebelum Anda memasukkan isian sebenarnya.

Alternatif Model Kubus

Jika membuat panel melengkung terasa terlalu rumit, Anda dapat memilih model kubus. Siapkan enam potongan kain berbentuk persegi dengan ukuran yang sama, lalu jahit lima sisinya.

Pasang resleting pada sisi terakhir sebelum membalik sarung. Setelah itu, buat liner dengan langkah yang sama dan masukkan ke dalam sarung luar.

Model yang menyerupai kursi cenderung memberikan bentuk dudukan dan sandaran yang lebih jelas sehingga dapat menjadi pilihan jika Anda menginginkan bean bag dengan posisi duduk yang lebih tegak.

Memilih Isian Bean Bag: Styrofoam (EPS) vs Busa Cacah

Isian sangat menentukan rasa duduk pada bean bag. Dua pilihan yang umum digunakan adalah butiran expanded polystyrene (EPS) dan busa cacah (shredded foam).

Butiran EPS memiliki bobot ringan dan memberikan sensasi duduk yang lebih empuk serta mudah mengikuti bentuk tubuh. Sementara itu, busa cacah terasa lebih padat dan cenderung memberikan dukungan yang lebih kuat.

Keduanya juga dapat dicampur untuk mendapatkan keseimbangan antara kelembutan dan daya topang. Pemilihan isian pada akhirnya dapat disesuaikan dengan karakter bean bag yang diinginkan.

Jumlah isian juga memengaruhi tinggi, kepadatan, dan kenyamanan. Karena itu, masukkan isian secara bertahap dan sesekali uji dengan mendudukinya. Hindari mengisi terlalu penuh agar isian tetap dapat bergerak dan mengikuti lekuk tubuh.

Ukuran bean bag juga perlu diperhitungkan sejak awal. Semakin besar kantong, semakin banyak isian yang dibutuhkan untuk mendapatkan kepadatan yang sesuai.

Perhatikan Keamanan Saat Menggunakan Isian EPS

Butiran EPS yang tertutup rapat di dalam bean bag umumnya digunakan sebagai material isian untuk produk rumah tangga. Namun, butiran kecil tersebut dapat menjadi bahaya tersedak jika tercecer.

Karena itu, jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan selama proses pengisian. Bersihkan pula butiran yang tercecer setelah selesai bekerja.

Proses pengisian sebaiknya dilakukan di ruangan dengan aliran udara minimal. Butiran EPS sangat ringan sehingga mudah beterbangan, terutama jika terkena hembusan kipas atau angin dari jendela.

Untuk mempermudah pengisian, gunakan corong plastik besar, gulungan karton, atau pipa PVC. Minta bantuan orang lain untuk memegang mulut liner saat isian dituangkan secara bertahap.

Tips agar Bean Bag Awet, Nyaman, dan Aman

Setelah memahami cara membuat bean bag, beberapa langkah perawatan dapat membantu membuatnya lebih awet dan nyaman digunakan. Perhatikan kekuatan jahitan, kualitas kain, keamanan resleting, serta kondisi isiannya.

Perkuat jahitan dan gunakan liner

Kelonggaran jahitan yang cukup dan jahitan yang diperkuat dapat membantu mengurangi risiko kain terbuka ketika mendapat tekanan. Penggunaan liner juga membuat isian tetap terkumpul dan memudahkan sarung luar dilepas untuk dicuci.

Pilih kain yang mudah dibersihkan

Jika bean bag digunakan oleh anak-anak, hewan peliharaan, atau sering ditempati, pilih kain yang mudah dibersihkan. Sarung dengan resleting juga lebih praktis karena dapat dilepas ketika perlu dicuci.

Utamakan keamanan anak

Jika terdapat balita di rumah, gunakan resleting yang dapat dikunci atau memiliki penutup tersembunyi. Tujuannya untuk mengurangi kemungkinan anak membuka sarung dan mengakses isian.

Manfaatkan bahan yang masih layak

Anda juga dapat menggunakan kain dari pakaian lama sebagai sarung tambahan atau material pelapis tertentu. Namun, untuk bagian yang menahan isian, tetap utamakan bahan yang kuat, rapat, dan sesuai dengan konstruksi bean bag.

Pada akhirnya, cara membuat bean bag dapat dimulai dari model yang sederhana sebelum beralih ke desain yang lebih kompleks. Kain yang kuat, jahitan yang rapat, liner yang baik, dan jumlah isian yang tepat menjadi faktor penting agar bean bag nyaman digunakan dan lebih tahan lama.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Bean Bag Sendiri di Rumah

Kain apa yang paling bagus digunakan untuk membuat bean bag?

Pilihan kain tergantung pada lokasi penempatannya. Untuk penggunaan di dalam ruangan (indoor), gunakan kain yang tebal dan seratnya rapat seperti kanvas, denim, atau kain pelapis (upholstery). Sedangkan untuk penggunaan di luar ruangan (outdoor), pilihlah kain yang tahan air (water-resistant) dan mudah dibersihkan seperti parasut atau taslan.

Mengapa kita wajib menggunakan kantong dalam (liner) tambahan?

Penggunaan liner sangat penting karena dua alasan utama. Pertama, sebagai faktor keamanan agar butiran isian tidak mudah bocor atau menyelinap keluar. Kedua, mempermudah perawatan, sehingga sarung luar bean bag bisa dilepas dan dicuci dengan mudah tanpa perlu repot mengeluarkan ribuan butiran isiannya terlebih dahulu.

Apa perbedaan antara isian butiran EPS dan busa cacah (shredded foam)?

Butiran EPS memiliki bobot yang sangat ringan dan memberikan sensasi duduk yang lebih empuk serta fleksibel mengikuti lekuk tubuh. Sementara itu, busa cacah terasa lebih padat, memberikan topangan yang lebih kokoh, dan tidak mudah mengempis dalam jangka panjang. Kedua bahan ini juga bisa dicampur untuk mendapatkan keseimbangan kenyamanan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6