Cara Cek Status Gunung Api Realtime Melalui MAGMA Indonesia, Sumber Resmi Kebencanaan Geologi

Masyarakat Indonesia dapat memantau status gunung api secara realtime melalui platform resmi MAGMA Indonesia.

Diterbitkan 06 September 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas vulkanik di Indonesia menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi warga yang berada di sekitar kawasan gunung aktif. Perubahan aktivitas bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga informasi terbaru perlu dipantau melalui sumber resmi. Cara cek status gunung api realtime menjadi informasi penting bagi masyarakat, untuk mengetahui perkembangan kondisi gunung api secara lebih cepat.

Pemantauan gunung api juga bisa dilakukan melalui platform resmi milik Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). MAGMA Indonesia menyediakan peta sebaran gunung api, beserta informasi aktivitas vulkanik dari berbagai wilayah. Cara cek status gunung api realtime dapat dilakukan melalui ponsel atau komputer selama tersedia akses internet

Informasi status gunung api perlu diperiksa secara berkala, khususnya saat terjadi peningkatan aktivitas vulkanik. Masyarakat bisa membuka laporan aktivitas, untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kondisi gunung, waktu pengamatan, maupun perkembangan terbaru. Simak cara cek status gunung api realtime melalui MAGMA Indonesia, supaya pemantauan aktivitas vulkanik dilakukan secara lebih mudah.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (6/9/2026).

 

MAGMA Indonesia, Sumber Resmi Informasi Kebencanaan Geologi

MAGMA Indonesia merupakan sumber informasi utama dan paling tepercaya bagi masyarakat Indonesia untuk memeriksa status gunung api secara realtime. Aplikasi multiplatform ini menyajikan informasi serta rekomendasi kebencanaan geologi, meliputi gunung api, gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami, dengan data yang diperbarui secara quasi real-time. Platform ini dikembangkan secara mandiri oleh tim pengembang PNS dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dirancang untuk melayani masyarakat Indonesia maupun internasional, MAGMA Indonesia menjadi terobosan penting dalam mitigasi bencana geologi di tanah air. Fitur-fiturnya komprehensif, termasuk Laporan Aktivitas Gunung Api (Volcanic Activity Report/VAR) yang memuat peta lokasi, data dasar, hasil pengamatan visual dan instrumental, status tingkat aktivitas, serta rekomendasi bagi publik. Selain itu, tersedia juga informasi Letusan/Abu Vulkanik untuk Penerbangan (Volcano Observatory Notice for Aviation/VONA) yang vital bagi keselamatan lalu lintas udara.

Keandalan data yang disajikan oleh MAGMA Indonesia tidak perlu diragukan, sebab informasi tersebut berasal dari pelaporan rutin para Pengamat Gunung Api dan Staf Mitigasi Gunung Api Indonesia. Platform ini juga menyediakan peta interaktif yang menampilkan sebaran gunung api di seluruh Indonesia, ditandai dengan kode warna sesuai tingkat aktivitasnya.

Cara Cek Status Gunung Api Realtime

Untuk mengetahui status gunung api terbaru, masyarakat dapat mengakses situs MAGMA Indonesia melalui ponsel maupun komputer. Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka browser di ponsel atau komputer

Langkah pertama adalah membuka aplikasi browser pada perangkat. Anda dapat menggunakan Google Chrome, Safari, Microsoft Edge, Firefox, atau browser lain tersedia pada perangkat.

Pastikan perangkat memiliki koneksi internet agar situs MAGMA Indonesia dapat dibuka dan informasi terbaru dapat ditampilkan secara optimal.

2. Cari MAGMA Indonesia

Pada kolom pencarian browser, ketik kata kunci "MAGMA ESDM" atau "MAGMA Indonesia". Setelah hasil pencarian muncul, pilih situs resmi MAGMA Indonesia milik Badan Geologi ESDM.

Anda juga dapat langsung membuka alamat situs resmi MAGMA Indonesia melalui:

https://magma.vsi.esdm.go.id/

Pastikan alamat situs diperiksa kembali sebelum membuka halaman agar informasi diperoleh dari sumber resmi.

3. Lihat peta sebaran gunung api Indonesia

Setelah situs MAGMA Indonesia terbuka, pengguna akan menemukan peta sebaran gunung api di Indonesia. Peta tersebut membantu melihat lokasi berbagai gunung api sekaligus mengetahui informasi status aktivitas berdasarkan penanda tersedia.

Pengguna dapat memperbesar peta untuk menemukan gunung api tertentu. Pilih ikon gunung api pada lokasi ingin diperiksa untuk membuka informasi lebih lanjut.

4. Klik ikon gunung api

Setelah menemukan gunung api pada peta, klik ikon gunung tersebut. Sistem akan menampilkan informasi berkaitan aktivitas gunung api, termasuk status level, laporan pengamatan, serta informasi vulkanik tersedia.

Cara ini dapat digunakan untuk mengecek kondisi beberapa gunung api aktif di Indonesia tanpa perlu mencari informasi secara terpisah dari berbagai sumber.

5. Buka menu Laporan Gunung Api

Selain menggunakan peta, pengguna dapat memilih menu "Laporan Gunung Api" untuk memperoleh informasi aktivitas vulkanik terbaru.

Laporan tersebut dapat memberikan informasi mengenai kondisi gunung api berdasarkan hasil pemantauan, termasuk aktivitas erupsi, kondisi visual, tinggi kolom abu apabila teramati, arah penyebaran abu, serta parameter lain sesuai laporan tersedia.

Memahami Empat Tingkat Aktivitas Gunung Api Sesuai Regulasi

Di Indonesia, tingkat aktivitas gunung api dikategorikan menjadi empat level atau status, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2011. Pemahaman terhadap setiap level ini sangat penting untuk menginterpretasikan informasi yang diberikan dan mengambil tindakan yang sesuai demi keselamatan.

Level I (Normal) merupakan status terendah, mengindikasikan tidak adanya perubahan aktivitas signifikan secara visual, seismik, maupun kejadian vulkanik. Pada level ini, gunung api tidak menunjukkan kelainan dan letusan tidak diperkirakan dalam kurun waktu tertentu, meskipun pengawasan tetap berlangsung.

Level II (Waspada) menandakan adanya peningkatan aktivitas seismik dan kemunculan kejadian vulkanik, serta perubahan visual di sekitar kawah. Kondisi ini menunjukkan gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal, namun erupsi besar tidak diperkirakan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Masyarakat disarankan untuk tidak mendekati kawah atau puncak gunung hingga radius tertentu yang telah ditetapkan.

Level III (Siaga) menunjukkan peningkatan seismik yang didukung oleh pemantauan vulkanik lainnya, serta perubahan visual dan aktivitas kawah yang jelas. Berdasarkan analisis data observasi, kondisi ini berpotensi diikuti letusan utama, dan jika peningkatan aktivitas berlanjut, erupsi besar mungkin terjadi dalam kurun dua pekan. Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dan KRB II harus dikosongkan dari aktivitas manusia karena potensi bahaya seperti jatuhan batu pijar, hujan batu, dan awan panas.

Level IV (Awas) adalah status paling berbahaya, mengindikasikan kondisi paling memungkinkan terjadinya erupsi atau letusan. Status Awas merujuk pada letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, diikuti semburan abu dan uap, kemudian erupsi besar. Dalam kondisi ini, kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam kurun 24 jam, sehingga masyarakat di kawasan rawan bencana harus segera diungsikan menjauh dari daerah ancaman bahaya primer.

Tips Memantau Aktivitas Gunung Api Secara Berkala

Memantau aktivitas gunung api secara berkala penting dilakukan, terutama bagi masyarakat tinggal di sekitar kawasan gunung aktif. Kondisi vulkanik dapat mengalami perubahan sehingga informasi lama belum tentu menggambarkan keadaan terbaru. Agar pemantauan lebih tepat, berikut beberapa tips dapat diterapkan:

  • Utamakan informasi berasal dari lembaga resmi, seperti Badan Geologi Kementerian ESDM melalui MAGMA Indonesia. Sumber resmi menyediakan laporan aktivitas berdasarkan hasil pengamatan dan pemantauan gunung api.
  • Saat membaca informasi aktivitas gunung api, perhatikan tanggal dan waktu laporan. Keterangan waktu membantu membedakan laporan terbaru dari informasi mengenai kejadian sebelumnya.
  • Warna pada peta MAGMA Indonesia memang membantu mengenali level status secara cepat. Meski begitu, baca laporan aktivitas secara lengkap agar memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi gunung api.
  • Status gunung api dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik. Periksa secara berkala apakah gunung berada pada Level I Normal, Level II Waspada, Level III Siaga, atau Level IV Awas.
  • Selain status, baca rekomendasi atau imbauan dari pihak berwenang. Informasi tersebut dapat mencakup batas kawasan harus dihindari, potensi bahaya, maupun arahan bagi masyarakat dan wisatawan.
  • Ketika terjadi erupsi, berbagai foto, video, dan kabar dapat beredar melalui media sosial. Jangan langsung mempercayai atau menyebarkan informasi tersebut sebelum memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.
  • Pendaki dan wisatawan sebaiknya memeriksa kondisi gunung sebelum berangkat. Selain melihat status, perhatikan laporan aktivitas terbaru dan aturan akses kawasan agar perjalanan tidak mengabaikan aspek keselamatan.
  • Jika berada di sekitar kawasan gunung api, perhatikan arahan petugas, pemerintah daerah, dan pihak berwenang. Ketika terdapat perubahan kondisi atau instruksi keselamatan, masyarakat perlu mengikuti arahan tersebut.

Pertanyaan Seputar Cara Cek Status Gunung Api Realtime

Apa itu MAGMA Indonesia?

MAGMA Indonesia adalah aplikasi multiplatform resmi dari PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM, yang menyajikan informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi (gunung api, gerakan tanah, gempa bumi, tsunami) secara quasi real-time.

Bagaimana cara mengecek status gunung api melalui MAGMA Indonesia?

Anda dapat mengunjungi situs web resmi MAGMA Indonesia di magma.vsi.esdm.go.id, lalu mengklik ikon gunung api yang diinginkan pada peta interaktif atau memilih menu 'Laporan Gunung Api'. Aplikasi mobile MAGMA Indonesia juga tersedia.

Apa saja tingkat aktivitas gunung api di Indonesia?

Tingkat aktivitas gunung api di Indonesia dibagi menjadi empat level sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2011: Level I (Normal), Level II (Waspada), Level III (Siaga), dan Level IV (Awas).

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6