Liputan6.com, Jakarta Dinding yang dulu tampak bersih perlahan berubah kusam, catnya retak, dan warnanya memudar dimakan waktu. Melihat tembok seperti itu setiap hari memang bisa membuat penghuni rumah cepat bosan dan kehilangan semangat. Kabar baiknya, cara mengecat tembok lama tidak serumit yang dibayangkan.
Mengecat tembok lama juga bisa dikerjakan sendiri di akhir pekan. Kuncinya ada pada persiapan permukaan yang matang, pemilihan primer yang tepat, serta teknik pengecatan yang sabar dan konsisten.
Para praktisi cat umumnya menegaskan bahwa keberhasilan cara mengecat tembok lama sangat ditentukan oleh kondisi permukaan sebelum cat baru menempel. Cat lama yang masih kuat cukup dibersihkan, sedangkan cat yang mengelupas, mengapur, atau berjamur wajib dikupas lebih dulu; memahami kondisi tembok lama menjadi titik awal yang menentukan.
Advertisement
Cara Mengecat Tembok Lama pada Tahap Persiapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334990/original/051620000_1787908242-01M13N12VHT06AYM80Z2YFSMAE.jpg)
Banyak orang mengira pekerjaan mengecat dimulai saat kuas menyentuh dinding, padahal fondasi sesungguhnya ada di tahap persiapan. Kegagalan seperti cat mengelupas, warna belang, atau jamur yang muncul kembali umumnya berakar dari permukaan yang tidak disiapkan dengan benar, sehingga tahap awal inilah inti dari cara mengecat tembok lama. Pelaku industri pun menempatkannya sebagai penentu hasil akhir. George Crew, kontraktor umum berlisensi dan pelukis profesional dari Chicago Paint Crew, mengatakan kepada Homes & Gardens, "Persiapan yang tepat merupakan dasar dari pekerjaan pengecatan Anda."
- Periksa Kondisi Cat Lama: Amati seluruh dinding untuk menemukan bagian yang mengelupas, retak, mengapur, atau berjamur. Gosok permukaan dengan telapak tangan, dan bila muncul serbuk putih berarti cat sudah mengapur sehingga harus dikupas. Cara lain adalah menyemprotkan air; bila timbul gelembung, lapisan lama sudah tidak merekat kuat.
- Amankan Ruangan dan Furnitur: Geser perabot ke tengah ruangan atau pindahkan ke ruang lain, lalu tutup dengan plastik. Lindungi lantai dengan kain atau koran, matikan arus listrik, dan tempelkan selotip pada tepi kusen, plafon, serta sakelar agar tidak terkena cipratan cat.
- Kupas Cat yang Rusak: Gunakan kape atau paint scraper untuk mengikis cat yang mengelupas dan menggelembung hingga bersih. Fokuskan pada area yang rusak, berubah warna, atau mengapur, karena sisa cat yang rapuh akan membuat cat baru cepat terkelupas.
- Bersihkan Debu, Minyak, dan Jamur: Cuci dinding dengan air dan detergen ringan, lalu bilas dan keringkan. Untuk dinding berjamur, gunakan cairan antijamur lebih dulu, sementara noda membandel bisa dibantu larutan air hangat dengan sedikit sabun.
- Tambal Retakan dan Lubang: Isi retak rambut dan lubang kecil dengan filler atau plamir, biarkan kering, kemudian ratakan. Untuk permukaan yang bertekstur kasar atau bergelombang, lapisan tipis kompon atau skim coat membantu menciptakan dasar yang rata.
- Amplas hingga Halus: Haluskan seluruh permukaan dengan amplas, termasuk area bekas tambalan. Permukaan lama yang glossy perlu diamplas ringan agar cat baru memiliki daya cengkeram yang lebih baik.
Membersihkan dinding bukan sekadar formalitas menjelang mengecat. Debu, minyak, dan sisa cat yang mengapur membentuk permukaan yang menolak cat berbahan dasar air dan membuat lapisan baru mudah terkelupas. Oleh sebab itu, membersihkan dinding secara menyeluruh menjadi langkah yang tidak boleh dilewati, dan persiapan sebelum mengecat justru menyita porsi waktu terbesar dalam proyek.
Advertisement
Cara Mengecat Tembok Lama dengan Primer dan Cat Utama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3446182/original/069398900_1620009371-WhatsApp_Image_2021-04-29_at_13.18.20.jpeg)
Cara mengecat tembok lama memasuki tahap inti begitu permukaan sudah bersih, rata, dan benar-benar kering. Di titik inilah primer dan cat utama bekerja menentukan seberapa rata warna serta seberapa lama hasil pengecatan bertahan. Seluruh proses ini sepenuhnya bisa dikerjakan sendiri tanpa tukang selama langkahnya diikuti dengan sabar.
- Aplikasikan Cat Dasar atau Primer: Oleskan primer secara merata untuk mengunci permukaan sekaligus memperkuat daya rekat cat utama. Gunakan roller untuk bidang luas dan kuas untuk sudut, lalu biarkan mengering sesuai anjuran kemasan.
- Pilih Jenis Primer yang Sesuai: Primer bonding cocok untuk permukaan licin atau mengilap, sedangkan primer penahan noda dipakai bila dinding memiliki bekas air, asap, atau coretan. Penyesuaian ini penting agar warna lama dan noda tidak tembus ke cat baru.
- Aplikasikan Lapisan Cat Pertama: Mulai dari sudut atas dengan kuas, lalu ratakan bidang lebar menggunakan roller dengan gerakan membentuk huruf W atau M. Kerjakan satu bidang hingga tuntas sebelum berpindah agar warna tidak belang.
- Tunggu Hingga Kering: Biarkan lapisan pertama kering sempurna sesuai waktu pada kemasan, umumnya sekitar 2 hingga 4 jam tergantung cuaca dan jenis cat. Menambah lapisan saat cat belum kering hanya membuat hasil menggumpal.
- Aplikasikan Lapisan Kedua: Lakukan pengecatan lapis kedua supaya warna solid dan menutupi bagian yang masih belang. Untuk hasil paling rata, gunakan teknik silang, yaitu lapisan pertama arah vertikal dan lapisan kedua arah horizontal.
- Rapikan Finishing: Kelupas selotip perlahan selagi cat belum benar-benar kering agar tepian tetap tajam. Periksa ulang seluruh bidang, sentuh bagian yang terlewat, lalu segera cuci kuas dan roller supaya awet.
Mengutip DoItYourself, primer membantu menutupi warna lama agar tidak tembus melalui lapisan cat baru. Pada permukaan berpori, primer juga berfungsi menyegel permukaan sehingga cat dapat menyebar lebih merata dan menghasilkan tampilan akhir yang lebih baik.
Meski banyak produk cat kini sudah dilengkapi primer bawaan, dinding yang sebelumnya sudah berwarna tetap disarankan mendapat primer terpisah lebih dahulu. Bahkan panduan bagi pemula menegaskan bahwa melewatkan primer kerap menjadi penyebab warna baru tampak belang dan cepat pudar.
Teknik Pengecatan dan Tips agar Tembok Lama Awet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3416346/original/025795600_1617190012-pexels-malte-luk-1669754.jpg)
Setelah persiapan beres, keberhasilan cara mengecat tembok lama sangat ditentukan oleh cara roller dan kuas digunakan. Gunakan roller untuk bidang lebar dan kuas kecil untuk sudut, tepi plafon, serta celah sempit agar hasilnya presisi. Salah satu kunci menghindari hasil belang adalah memuat cat secukupnya pada roller di setiap sapuan. Alec Willard, pelukis profesional dari Purdy, dikutip Homes & Gardens, mengatakan bahwa tidak mengisi roller dengan cat yang cukup dapat membuat dinding terlihat belang setelah dicat.
Kualitas alat juga berpengaruh besar terhadap hasil. Michael Bashari, pakar cat dari Purely Paint, dikutip Homes & Gardens, mengatakan, "Menggunakan kuas dan roller murah dapat menghasilkan hasil akhir yang kurang baik sehingga membutuhkan lebih banyak perbaikan atau pengecatan ulang dalam jangka panjang."Â Roller berbulu lebih tebal juga membantu mengurangi bekas garis pada dinding. Sebisa mungkin hindari mengecat saat cuaca lembap atau hujan, karena kelembapan membuat cat lebih lama kering dan rawan belang.
Pemilihan primer untuk tembok lama tidak bisa disamaratakan. Permukaan lama yang licin atau mengilap sebaiknya dilapisi primer jenis bonding, sedangkan noda air, bekas asap, atau coretan ditutup dengan primer penahan noda agar tidak tembus ke cat baru. Untuk dinding tua bertekstur tidak rata, primer high-build membantu menyamarkan ketidaksempurnaan, sementara permukaan bekas cat minyak atau sangat glossy lebih cocok memakai primer berbahan minyak agar ikatannya kuat.
Perlu diingat pula bahwa masalah jamur harus dituntaskan sebelum mengecat. Sebagaimana dilaporkan Tom’s Guide, jamur atau lumut sebaiknya tidak langsung ditimpa cat. Jika tidak ditangani terlebih dahulu, jamur dapat tumbuh kembali melalui lapisan cat dan memperburuk masalah. Hindari juga mencampur cat dengan air berlebihan agar daya tutupnya tidak berkurang.
Mengganti warna kerap menjadi alasan utama mengecat ulang, sehingga memilih warna cat dinding layak dipikirkan sejak awal. Setiap warna memberi efek psikologis berbeda, dan pemilihan warna cat yang tepat perlu mempertimbangkan furnitur, lantai, hingga arah cahaya. Untuk hunian bernuansa netral, referensi kombinasi warna dinding membantu memadukan dua atau tiga warna agar tetap harmonis. Sebaliknya, kenali pula beberapa warna yang terlihat murah supaya rumah tidak kehilangan kesan elegan setelah dicat ulang.
Ukuran ruang dan intensitas cahaya turut menentukan warna yang paling pas. Panduan warna cat rumah kecil biasanya menganjurkan nuansa terang dan netral agar ruangan terasa lapang, sedangkan tips warna cat rumah sempit memanfaatkan warna dingin supaya dinding terkesan mundur. Warna terang juga membantu membuat ruangan lebih terang karena memantulkan cahaya secara maksimal, dan untuk area luar tersedia inspirasi warna cat teras yang serasi dengan dinding putih.
Sebelum mengecat seluruh bidang, ujilah warna pada sebagian kecil dinding dan amati di berbagai kondisi cahaya, terutama bila ingin menyamai warna lama.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengecat Tembok Lama
Apakah tembok lama harus dikerok sebelum dicat ulang?
Tidak selalu. Jika cat lama masih menempel kuat dan tidak mengelupas, cukup bersihkan debu dan amplas ringan bagian yang mengilap. Pengerokan baru wajib dilakukan bila cat sudah mengelupas, mengapur, atau menggelembung agar cat baru tidak ikut rusak.
Berapa lapis cat yang dibutuhkan untuk menutup warna lama?
Umumnya diperlukan satu lapis primer diikuti dua lapis cat utama, apalagi jika warna baru lebih terang daripada warna lama. Tunggu setiap lapisan kering sebelum ditimpa agar warna lama tidak tembus dan hasil akhirnya merata.
Bolehkah mengecat tembok lama yang berjamur?
Sebaiknya tidak sebelum jamurnya ditangani. Bersihkan dengan cairan antijamur dan pastikan sumber kelembapannya diatasi, sebab jamur yang langsung ditimpa cat akan tumbuh lagi menembus lapisan baru dan membuat dinding cepat rusak kembali.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341601/original/020480400_1788665891-7b57422c-0965-45ce-b537-90b121a8c35c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341646/original/029502800_1788670066-Screenshot__475_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338217/original/013404000_1788318997-Void_dengan_Taman_Dalam__Inner_Court_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338193/original/035857700_1788318135-f3354049-1300-4921-829c-dab0d910e458.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341223/original/052908100_1788592343-1001631471.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543608/original/009620500_1775030492-sumur_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338473/original/072284100_1788330740-Kombinasi_warna_cat_untuk_rumah_bergaya_Japandi_yang_tampilannya_bikin_mood_keluarga_jadi_tenang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4508365/original/004814400_1689841888-military-man-suffering-from-ptsd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329493/original/095303300_1787283641-vTy7ab6qmy0ze7LwSnsUkUsjB7bEc80lslsPmqdU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324051/original/022968700_1786689046-p0zBQTuam0dl9VC0pv7Zci0T2rVVa7pizTjsBQIa.jpg)