Liputan6.com, Jakarta - Warna cat yang membuat rumah terlihat murah memang jadi hal yang sangat personal, karena setiap orang punya selera warna masing-masing. Ada yang suka warna netral yang menenangkan untuk ruang tamu, ada pula yang lebih memilih warna pekat seperti hijau tua atau navy untuk mempertegas karakter rumahnya.Â
Ada beberapa alasan kenapa penampilan "murah" ini penting dihindari. Bisa jadi Anda sedang bersiap menjual rumah dan ingin mendongkrak nilai jualnya, atau sekadar ingin tampilan interior terlihat maksimal untuk dinikmati sehari-hari. Pemilihan warna cat yang kurang tepat bahkan berpotensi menimbulkan efek berantai ke persepsi orang terhadap bagian rumah lainnya.
Desainer interior asal New Hampshire, Christine Kohut, menjelaskan bahwa rumah yang terkesan murah kerap memunculkan anggapan bahwa penghuninya kurang merawat barang-barangnya dengan baik, bahkan bisa memengaruhi cara calon pembeli menilai kondisi rumah secara keseluruhan. Joni Burden, direktur kreatif J. Banks Design di Hilton Head, Carolina Selatan, sependapat bahwa tampilan rumah yang terkesan mahal punya andil besar dalam mendongkrak nilai jual properti.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber delapan warna cat yang menurut para desainer sebaiknya dipertimbangkan ulang sebelum diaplikasikan ke rumah.
1. Warna Metalik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331456/original/040911500_1787544513-12153257021306131591.jpeg)
Meski tidak sepopuler dulu, sesekali masih ada rumah yang memakai aksen dinding warna perak, emas, atau perunggu. Burden menyebut warna-warna metalik mencolok ini lebih cocok diaplikasikan di klub malam ketimbang di rumah tinggal, karena kesannya terlalu berkilau dan kurang natural untuk ruang keluarga sehari-hari.
Kalau Anda tetap ingin menghadirkan sentuhan glamor, pilihan yang lebih aman adalah wallpaper dengan tekstur mengilap atau elemen dekorasi metalik dalam jumlah terbatas, seperti bingkai foto atau pajangan dekoratif, ketimbang mengecat seluruh dinding dengan warna metalik.
Advertisement
2. Kuning Tuscan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331457/original/096354100_1787544513-18297907168306963967.jpeg)
Kuning Tuscan adalah warna kuning gelap dan hangat yang terinspirasi dari wilayah Tuscany, Italia, dan sempat populer pada era 1990-an hingga 2000-an. Warna berdebu ini memang terlihat memukau di vila bergaya Italia, tapi bisa terkesan terlalu intens dan ketinggalan zaman jika diterapkan di rumah modern.
Sebagai alternatif yang lebih fleksibel, pertimbangkan warna kuning yang lebih lembut seperti ochre atau buttercup. Jangan lupa juga memperhitungkan pencahayaan alami ruangan sebelum memutuskan nuansa kuning yang akan dipakai.
3. Turquoise
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331458/original/064170600_1787544514-18166785678996332661.jpeg)
Turquoise adalah warna yang cukup memecah opini. Di rumah pantai, warna ini terlihat pas karena mengingatkan pada warna laut. Namun untuk hunian sehari-hari yang bukan bergaya pantai, warna ini bisa terasa berlebihan dan mendominasi ruangan.
Burden mengibaratkan turquoise lebih cocok untuk perhiasan ketimbang mengecat seluruh ruangan, karena sifatnya yang mencolok dan sulit dipadukan dengan elemen dekorasi lain. Jika tetap ingin memakainya, gunakan sebagai aksen kecil saja, bukan warna dominan.
Advertisement
4. Hijau Mint
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514991/original/030930400_1772142302-hijau_mint.jpg)
Hijau mint sebenarnya bisa terlihat cantik jika diaplikasikan dengan tepat. Namun menurut Kohut, warna ini justru salah satu yang paling sering membuat ruangan terkesan murah, karena tampilannya sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Warna ini bisa terlihat hijau di satu sudut ruangan, lalu berubah tampak kebiruan atau bahkan keabu-abuan di sudut lain. Tampilan yang tidak konsisten ini membuat kesan ruangan jadi kurang matang. Sebagai gantinya, pilih warna hijau atau biru lain yang lebih stabil di berbagai kondisi cahaya.
5. Cokelat Tua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516606/original/073570800_1772336319-cat_resar_anti_norak_8.jpg)
Cokelat tua sempat jadi warna favorit pada era 1990-an dan 2000-an. Namun memilih warna cokelat yang terkesan usang justru bisa membuat ruangan cepat terlihat murah, bahkan cenderung kusam dan kotor jika tidak diaplikasikan dengan tepat.
Bagi yang tetap ingin memakai warna cokelat cokelat pekat di rumah, sebaiknya pilih hasil akhir glossy atau high-gloss agar kesannya lebih mewah dan tidak terlihat suram, terutama saat dipadukan dengan pencahayaan yang cukup.
Advertisement
6. Biru Muda (Baby Blue)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5751247/original/025615600_1778651944-unnamed__2_.jpg)
Selain biru navy klasik, warna-warna biru pada umumnya cukup sulit diaplikasikan dengan tepat, termasuk biru muda atau baby blue. Burden menjelaskan bahwa jika salurnya kurang pas, warna ini bisa membuat ruangan terkesan seperti kamar bayi, yang tentu kurang cocok untuk ruang keluarga atau kamar utama.
Untuk hasil yang lebih elegan, pilih gradasi biru yang lebih dalam atau dipadukan dengan warna netral sebagai penyeimbang, sehingga kesan ruangan tetap terasa dewasa dan nyaman dipandang.
7. Abu-Abu yang Terlalu Datar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530531/original/035916200_1773459047-perpaduan_warna_pintu_dan_pilar_8.jpg)
Abu-abu memang jadi salah satu warna cat paling populer saat ini, dan bisa terlihat elegan bila dipilih dengan tepat. Namun Burden mengaku tidak menyukai abu-abu yang mirip warna semen mentah atau gipsum polos, karena kesannya justru menurunkan suasana ruangan.
Warna abu-abu semacam ini cenderung membuat ruangan terasa dingin dan kurang hidup. Sebagai gantinya, pilih gradasi abu-abu yang lebih hangat, atau warna netral lain yang tetap fleksibel dipadukan dengan berbagai gaya dekorasi.
Advertisement
8. Warna Primer yang Terlalu Cerah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331459/original/074253800_1787544514-Screenshot_2026-08-24_110339.jpg)
Warna-warna primer cerah memang sempat berjaya di era 1980-an, tapi kini justru dianggap salah satu warna yang paling mudah membuat ruangan terlihat murah. Kohut menyebutnya sebagai warna primer yang terlalu mencolok, dengan biru royal sebagai salah satu contohnya. Burden pun mengaku kurang menyukai warna merah cerah karena sifatnya yang mudah mendominasi dan membuat ruangan terasa berlebihan.
Sebenarnya, warna primer tetap bisa membuat ruangan terlihat mewah jika diaplikasikan dengan tepat, misalnya pada rak buku merah glossy atau kabinet dapur biru mengilap. Namun hasil seperti ini biasanya butuh pertimbangan matang soal jenis finishing, pencahayaan ruangan, dan keselarasan dengan dekorasi lain, idealnya dengan bantuan desainer profesional.
Pertanyaan Seputar Warna Cat yang Bikin Rumah Terlihat Murah
1. Apakah semua warna cat gelap membuat rumah terlihat murah?
Tidak selalu. Warna gelap seperti cokelat tua bisa terlihat mewah jika memakai finishing glossy dan pencahayaan yang tepat, bukan karena warnanya semata.
2. Kenapa hijau mint dianggap warna yang berisiko?
Karena tampilannya berubah-ubah tergantung intensitas cahaya ruangan, kadang terlihat hijau, kadang kebiruan atau keabu-abuan, sehingga kesan ruangan jadi kurang konsisten.
3. Apakah warna primer cerah selalu harus dihindari?
Tidak, warna primer tetap bisa terlihat mewah bila diaplikasikan dengan tepat, misalnya pada furnitur berfinishing glossy, asal memperhatikan pencahayaan dan keseimbangan dekorasi.
4. Bagaimana cara memilih warna cat yang aman untuk resale value rumah?
Pilih warna netral yang fleksibel dan mudah dipadukan, hindari warna yang terlalu personal atau tren sesaat, dan sesuaikan dengan pencahayaan alami ruangan.
5. Apakah pilihan warna cat murni soal selera pribadi?
Pada akhirnya iya. Warna yang dianggap "murah" oleh sebagian orang tetap sah dipakai bila membuat pemiliknya nyaman, selama pencahayaan dan elemen ruangan lain diperhitungkan dengan baik.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331500/original/076683900_1787547059-cek_fakta_-_petugas_haji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329037/original/095568800_1787217508-Screenshot_2026-08-20_160444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567789/original/031570500_1777337414-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331429/original/028749300_1787543468-Material_Marmer_atau_Keramik_Bertekstur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295443/original/031893100_1783929595-Ide_Teras_Monokrom_dengan_Kaktus_Mini_dan_Pot_Semen_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5251813/original/071132200_1749808932-WhatsApp_Image_2025-06-12_at_12.50.41.jpeg)