Transaksi Indodax Naik 16% Jadi Rp 8,7 Triliun pada Agustus 2026

Transaksi Indodax mencapai Rp 8,7 triliun pada Agustus 2026, naik 16% dibandingkan bulan sebelumnya.

Diterbitkan 06 September 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia mulai kembali meningkat pada Agustus 2026. Hal ini tercermin dari volume transaksi Indodax yang mencapai sekitar Rp 8,7 triliun, naik 16 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 7,5 triliun.

Kenaikan tersebut terjadi ketika pasar kripto mulai kembali bergairah setelah bergerak relatif landai pada Juli. Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian menilai momentum penguatan Bitcoin turut meningkatkan perhatian investor terhadap aset digital.

“Peningkatan volume transaksi di Agustus menunjukkan aktivitas pasar mulai kembali menguat. Momentum Bitcoin ikut mendorong perhatian investor, sementara bertambahnya jumlah investor menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto masih terjaga. Namun, keputusan transaksi tetap sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, volatilitas, dan strategi masing-masing investor” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).

Pada Juli 2026, jumlah konsumen aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,93 juta akun. Namun, nilai transaksi kripto nasional justru turun 28,2 persen menjadi Rp 20,52 triliun dari Rp 28,58 triliun pada Juni.

Dengan transaksi sekitar Rp 7,5 triliun, Indodax menyumbang sekitar 36,5 persen dari total transaksi kripto nasional pada Juli.

 

Pergerakan Harga Aset Kripto

Pergerakan harga sejumlah aset kripto turut mendukung meningkatnya sentimen pasar pada periode tersebut.

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin menguat sekitar 24,36 persen dalam satu bulan. Ethereum naik 32,01 persen, XRP 28,22 persen, Solana 41,33 persen, sedangkan Hyperliquid (HYPE) melonjak 61,53 persen.

Penguatan tersebut menunjukkan sentimen positif tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi mulai meluas ke sejumlah aset kripto lainnya.

Aloysia mengatakan Bitcoin masih menjadi salah satu aset utama yang memengaruhi sentimen dan aktivitas pasar kripto.

“Bitcoin masih memiliki peran besar dalam membentuk sentimen dan aktivitas pasar. Ketika aktivitas Bitcoin meningkat, perhatian terhadap aset kripto lainnya juga dapat ikut menguat. Namun, setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda,” tambahnya.

Menurut dia, peningkatan transaksi pada Agustus merupakan bagian dari dinamika pasar yang kembali aktif. Kondisi tersebut juga sejalan dengan membaiknya sentimen pasar global.

Meski demikian, pasar kripto tetap menghadapi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga, termasuk kondisi global, likuiditas, serta arah kebijakan moneter.

 

Edukasi

Aloysia mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam jangka pendek.

“Membaiknya sentimen global ikut mendorong aktivitas pasar, tetapi kondisi tersebut tetap dapat berubah seiring perkembangan kebijakan makroekonomi global dan likuiditas. Karena itu, peningkatan transaksi perlu disikapi secara terukur, dengan tetap melakukan riset, dan menghindari keputusan yang hanya didorong pergerakan harga jangka pendek,” tutupnya.

Indodax juga terus mendorong masyarakat memahami aset kripto sebelum melakukan transaksi. Edukasi dilakukan melalui Indodax Academy, yang menyediakan materi mengenai perkembangan pasar, teknologi blockchain, hingga manajemen risiko.

Langkah edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong investor melakukan riset mandiri dan memahami karakteristik aset digital secara lebih menyeluruh.