Liputan6.com, Jakarta - Industri smartphone tengah menghadapi guncangan terhebat sepanjang sejarah. Fenomena kelangkaan chip memori global yang berlangsung sepanjang 2026 menjadi pemicu utama melambungnya harga ponsel.
Kondisi ini memaksa konsumen membuang cara lama dalam memilih perangkat. Bukan lagi silau oleh besaran RAM, melainkan mengutamakan masa pakai serta keandalan jangka panjang.
Guncangan ini terjadi akibat perubahan peta produksi. Produsen memori global massal mengalihkan lini produksi DRAM dan NAND ke high-bandwidth memory (HBM) demi menyuplai pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Advertisement
Dynamic Random-Access Memory (DRAM) adalah jenis memori utama yang menyimpan setiap bit data pada komponen kapasitor dan transistor secara terpisah. Sementara memori flash NAND adalah jenis teknologi penyimpanan non-volatile yang dapat menyimpan data tanpa daya.
Sektor ini menawarkan margin keuntungan hingga lima kali lipat lebih tinggi. Dampaknya fatal bagi pasar elektronik konsumen, di mana sekitar 70 persen produksi memori global kini diserap pusat data AI.
Biaya memori melonjak hingga 300 persen secara tahunan pada kuartal II-2026. Mengutip laporan IDC, Minggu (6/9/2026), pertumbuhan pasokan DRAM dan NAND tertekan di bawah 17 persen, jauh dari tren normal 20–30 persen.
Lembaga riset memproyeksikan pengiriman smartphone global tahun ini bakal anjlok hingga 16,7 persen--penurunan tahunan paling tajam yang pernah tercatat.
Â
Siasat Produsen
Lonjakan biaya memori memaksa produsen mengambil langkah ekstrem. Harga jual rata-rata smartphone global diproyeksikan menembus rekor baru sebesar USD 581 (sekitar Rp 10,3 juta) pada 2026, naik 27,6 persen.
Untuk menekan lonjakan harga berlebih, produsen melakukan penyesuaian spesifikasi (downgrade menyelubung).
- Kelas Flagship: Mempertahankan kapasitas RAM di angka 12GB ketimbang menaikkannya ke 16GB.
- Kelas Menengah & Entry-Level: Menurunkan kapasitas memori (sebagian kembali ke 4GB DRAM), serta memangkas mutu komponen pendukung seperti modul kamera, panel layar, hingga audio meski menggunakan nama model yang sama.
Senior Research Director IDC, Nabila Popal, secara tegas menyatakan bahwa struktur biaya baru ini bersifat permanen.
"Era smartphone ultramurah telah berakhir," tegas Popal.
Keterbatasan pasokan ini diperkirakan bertahan hingga 2028, bahkan berpotensi melewati tahun 2030.
Â
Â
Advertisement
Pasar Indonesia Paling Terpukul
Kondisi ini menghantam keras pasar Indonesia yang didominasi segmen entry-level dan kelas menengah. Komponen memori menyumbang hingga 65 persen dari total biaya material pada ponsel murah. Kenaikan harga ponsel di Tanah Air berkisar antara 7 hingga 45 persen.
Laporan Counterpoint Indonesia Smartphone Tracker kuartal I-2026 mencatat pengiriman smartphone di Indonesia merosot 9 persen. Segmen entry-level di bawah Rp 2,7 juta jatuh hingga 19 persen.
Menariknya, kondisi ini terjadi di tengah membaiknya indikator ekonomi nasional, yang membuktikan bahwa krisis penjualan dipicu oleh mahalnya komponen, bukan melemahnya daya beli.
Senior Analyst Counterpoint Research, Shilpi Jain, mengungkapkan konsumen kelas bawah memilih menunda pembelian atau beralih ke ponsel bekas (refurbished).
Sebaliknya, segmen premium di atas Rp 10,6 juta justru tumbuh 30 persen dan mencetak rekor kontribusi tertinggi sebesar 8,3 persen dari total pengiriman.Â
Â
Panduan Sebelum Membeli Ponsel
Menunda pembelian dengan harapan harga bakal turun bukan lagi strategi yang masuk akal. Sebab, pemangkasan spesifikasi terjadi di mana-mana. Berikut panduan sederhana, sebelum kamu memutuskan membeli ponsel agar tak boncos.
- Daya Tahan Baterai: Amati ketahanan daya pemakaian sehari-hari dan kesehatan baterai untuk jangka 2–3 tahun, bukan sekadar melihat kapasitas mAh di brosur.
- Konsistensi Performa: Utamakan kelancaran pemakaian harian dan optimasi perangkat lunak agar sistem tidak melambat setelah satu tahun, daripada tergiur spesifikasi chipset.
- Umur Pakai & Layanan Purna Jual: Prioritaskan komitmen masa pembaruan sistem operasi/keamanan dari produsen, ketahanan fisik, serta ketersediaan suku cadang.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428778/original/087136200_1764563353-Menggunakan_HP__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261134/original/025151600_1781684312-15161.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320643/original/057037700_1786360572-galaxy-s26-ultra-15.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4605444/original/036809800_1696926870-IMG_1003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5357631/original/053261500_1758535114-WhatsApp_Image_2025-09-22_at_16.56.23_2333090f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4406672/original/3073200_1682487809-happiness-cheerful-smiling-young-adult-asian-female-woman-wear-yellow-cloth-hand-conversation-smartphone-sofa-home-remote-quarantine-lock-down-period-home-interior-background_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338306/original/066799400_1788323077-pexels-julio-lopez-75309646-18780712.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1001113/original/042961600_1443249527-celah_keamanan_di_lock-screen_iphone.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513849/original/036760700_1782437784-word_media_image4.jpg)