ASPIMTEL Dorong Ekonomi Digital Lewat Turnamen Mobile Legends

Asosiasi Penyelenggara Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) menggelar turnamen esports Mobile Legends: Bang Bang.

Diterbitkan 06 September 2026, 09:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) menggelar turnamen esports dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Jakarta.

Ajang yang melibatkan berbagai perusahaan serta institusi bidang teknologi informasi dan komunikasi ini bertujuan menegaskan peran vital infrastruktur jaringan dalam menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Turnamen yang mempertandingkan game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) Mobile Legends: Bang Bang ini diikuti oleh 27 tim, dengan masing-masing tim menerjunkan lima pemain.

Kompetisi ini diklaim menjadi simbol kolaborasi para pelaku industri telekomunikasi dalam memperkuat ekosistem digital Tanah Air, khususnya di sektor game.

Pengurus ASPIMTEL, Indra Gunawan, menegaskan pentingnya ketersediaan konektivitas yang andal untuk mendukung perkembangan industri kreatif berbasis digital.

Menurutnya, infrastruktur menara dan jaringan yang kuat merupakan fondasi utama agar ekosistem game di Indonesia dapat terus tumbuh dan bersaing.

“Kita percaya dengan konektivitas yang bagus akan mendorong juga industri game, khususnya di Indonesia," ujar Indra, dikutip dari Antara, Minggu (6/9/2026).

Dukungan terhadap perkembangan sektor ini juga disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Aryo Pamoragung.

Ia menekankan bahwa game masa kini telah bertransformasi dari sekadar sarana hiburan menjadi sektor ekonomi yang sangat potensial.

"Industri game itu bukan lagi sekadar permainan sebelah mata, ini adalah industri yang sangat besar, dan bagian dari ekosistem digital," ucap Aryo.

 

Ada 68 Juta Gamer Aktif di Indonesia

Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Nasional Indonesia Esports Association (IESPA), Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, berharap kejuaraan esports dapat menjadi agenda tetap dalam peringatan Hari Bhakti Postel di tahun-tahun mendatang.

Ibnu menilai, pesatnya pertumbuhan esports di tanah air tidak lepas dari dukungan konektivitas dan infrastruktur digital yang makin merata.

Saat ini, Indonesia mencatat sekitar 68 juta pemain game aktif. Angka tersebut mencerminkan potensi besar yang dapat digarap untuk masa depan perekonomian nasional.

"Esports mencetak 68 juta gamers aktif, ini adalah future work, ini adalah masa depan ekonomi Indonesia," kata Ibnu.

Ia menambahkan, dampak ekonomi dari industri game tidak hanya dinikmati oleh para atlet atau pro player, melainkan juga menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor pendukung.

"Ekosistemnya bukan hanya pro player, tapi juga event organizer, manajer tim esports, wasit esports, ada juga caster esports," Ibnu memungkaskan.