Aturan 80-20 dalam Mengisi Baterai, Mengapa Daya Sebaiknya Tak Selalu 100 Persen?

Ketahui aturan 80-20 dalam mengisi baterai dan alasan menjaga daya antara 20 hingga 80 persen.

Diterbitkan 02 September 2026, 16:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Membeli smartphone baru atau memperbarui perkakas listrik tentu membuat Anda ingin perangkat tersebut dapat digunakan selama mungkin. Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah baterai. Baterai yang cepat habis dapat mengganggu penggunaan sehari-hari, sedangkan menjaga daya tetap terisi juga tidak selalu mudah.

Dari sinilah muncul aturan 80-20, yaitu strategi pengisian daya yang bertujuan membantu memperpanjang umur pakai baterai isi ulang pada perangkat elektronik modern. Caranya cukup sederhana, yakni menjaga tingkat daya baterai agar berada di kisaran 20 hingga 80 persen.

Lebih lanjut, pahami aturan 80-20 dalam mengisi baterai yang telah Liputan6.com kutip informasinya dari laman BGR, Rabu (2/9).

Apa Itu Aturan 80-20 untuk Baterai Isi Ulang?

Perangkat yang dapat diisi ulang umumnya menggunakan baterai lithium-ion. Baterai ini menjadi sumber daya hampir semua perangkat saat ini, tetapi juga sangat sensitif dalam hal pengelolaan energinya, bahkan pada ponsel dengan daya tahan baterai terbaik sekalipun.

Jika tingkat daya turun di bawah 20 persen, hal ini dapat mengganggu kestabilan reaksi kimianya. Di sisi lain, mengisi daya hingga 100 persen dapat memicu reaksi kimia yang tidak perlu.

Namun, menjaga tingkat daya antara 20 persen dan 80 persen akan menghindari tekanan ekstrem tersebut dan membuat kimia baterai tetap sehat dan optimal. Artinya, baterai akan bertahan lebih lama.

Perusahaan teknologi raksasa sebenarnya telah menerapkan filosofi 80-20 secara intensif. Coba telusuri pengaturan baterai pada hampir semua perangkat yang dapat diisi ulang, seperti ponsel Google Pixel, dan Anda akan menemukan fitur bawaan yang dirancang untuk mengelola hal ini.

Fitur-fitur cerdas ini dapat mempelajari rutinitas harian Anda, mengisi daya perangkat hingga 80 persen, sengaja menghentikan pengisian di angka tersebut, lalu mengisi sisa 20 persen tepat sebelum alarm pagi Anda berbunyi.

Panas Adalah Musuh Sejati Baterai Lithium-Ion

Banyak kesalahan yang dapat merusak baterai litium pada perangkat Anda, tetapi ada satu yang paling berbahaya di antara semuanya, yaitu panas ekstrem. Faktanya, panas adalah salah satu pembunuh diam-diam terbesar bagi baterai litium-ion.

Ya, baterai litium-ion memang mengalami degradasi alami seiring waktu, tetapi baterai tersebut akan mengalami kerusakan permanen jika dibiarkan terpapar panas terik terlalu lama.

Reaksi kimia di dalam baterai ini secara alami menghasilkan sedikit panas saat Anda mengisi daya. Namun, jika suhu tersebut naik ke zona berbahaya, struktur sel internalnya bisa rusak.

Meninggalkan tablet di dalam mobil yang panas, membiarkan earbud terpapar sinar matahari musim panas saat Anda bersantai di tepi kolam renang, atau bermain game intens di ponsel saat sedang mengisi daya cepat adalah cara pasti untuk merusak kimia internal yang rapuh tersebut, bahkan menyebabkan baterai lithium-ion Anda terbakar.

Stres termal secara permanen mengurangi kapasitas baterai maksimum perangkat jauh lebih cepat daripada baterai yang berada di bawah 20 persen atau di atas 80 persen.

Cara Melindungi Baterai dari Panas Berlebih

Melindungi gadget Anda dari panas berlebih adalah cara terbaik mutlak untuk memastikan perangkat tersebut bertahan bertahun-tahun ke depan. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda dapat membantu perangkat lithium-ion Anda tetap prima dengan beberapa penyesuaian sederhana.

Pertama, lepaskan casing tebal dan besar sebelum mengisi daya agar perangkat dapat “bernapas”. Selanjutnya, usahakan untuk menyimpan perangkat elektronik ini di tempat yang teduh saat Anda berada di luar ruangan. Terakhir, simpanlah di tempat yang sejuk.

Hal ini akan lebih bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang perangkat Anda daripada mencabut kabel pengisi daya dengan panik begitu baterai mencapai 80 persen.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Aturan 80-20 dalam Mengisi Baterai

1. Apa yang dimaksud dengan aturan 80-20 dalam mengisi baterai?

Aturan 80-20 merupakan strategi pengisian daya dengan menjaga tingkat baterai di antara 20 persen dan 80 persen untuk membantu memperpanjang umur pakai baterai isi ulang.

2. Mengapa tingkat baterai sebaiknya dijaga antara 20 dan 80 persen?

Tingkat daya di bawah 20 persen dapat mengganggu kestabilan reaksi kimia baterai, sedangkan pengisian hingga 100 persen dapat memicu reaksi kimia yang tidak perlu.

3. Apakah perangkat modern memiliki fitur untuk menerapkan aturan 80-20?Ya. Beberapa perangkat, seperti ponsel Google Pixel, memiliki fitur bawaan yang dapat mempelajari rutinitas harian dan mengatur pengisian daya.

4. Apa yang paling berbahaya bagi baterai lithium-ion?

Panas ekstrem merupakan salah satu penyebab terbesar kerusakan baterai lithium-ion. Paparan panas yang terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada baterai.

5. Bagaimana cara melindungi baterai dari panas berlebih?

Lepaskan casing tebal sebelum mengisi daya, simpan perangkat di tempat teduh saat berada di luar ruangan, dan letakkan perangkat di tempat yang sejuk.