Bahlil Targetkan Penerima Bantuan Listrik Gratis Naik Dua Kali Lipat

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan kenaikan target Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi 500 ribu rumah tangga pada 2027.

Diterbitkan 01 September 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menambah target pemasangan listrik baru menjadi 500 ribu rumah tangga pada 2027. Ia pun meminta kerja sama anggota DPR untuk mengidentifikasi lokasi yang perlu mendapat bantuan.

Hal tersebut diungkapkan Bahlil saat menyampaikan alokasi anggaran Kementerian ESDM dalam RAPBN 2027, termasuk program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Ia memutuskan untuk menaikkan target BPBL 2027 hingga dua kali lipat.

"BPBL serta konsultan pengawas untuk 250 ribu rumah tangga sebesar Rp 593,18 miliar. Saya tadi baru habis kasih arahan untuk BPBL-nya dinaikkan menjadi 400 sampai 500 ribu rumah tangga, ya Pak Dirjen," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR, dikutip Selasa (1/9/2026).

Ia mengajak para wakil rakyat ikut memetakan wilayah yang membutuhkan aliran listrik baru agar program ini menjangkau masyarakat lebih luas.

"Jadi saya mohon karena Bapak-bapak yang paling tahu konstituen Bapak-bapak. Ini kan kita mau bikin keadilan sosial, maka kita minta masukan kira-kira daerah mana yang belum ada listriknya kita pasangin semua agar rakyat punya hak untuk diterangi," tuturnya.

Adapun anggaran BPBL masuk dalam pos Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dengan total anggaran yang diusulkan sebesar Rp 10,26 triliun. Anggaran ini mencakup alokasi program listrik desa sebagai program jamak (multiyears) 2027–2028 serta konsultan pengawas untuk 1.250 lokasi sebesar Rp 9,67 triliun.

 

Alokasi Anggaran

Berdasarkan unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM, berikut rincian alokasi anggaran dalam RAPBN 2027:

  • Sekretariat Jenderal: Rp 537,91 miliar
  • Inspektorat Jenderal: Rp 122,46 miliar
  • Ditjen Minyak dan Gas Bumi: Rp 11,34 triliun
  • Ditjen Ketenagalistrikan: Rp 10,44 triliun
  • Ditjen Mineral dan Batu Bara: Rp 702,53 miliar
  • Sekretariat Dewan Energi Nasional: Rp 81,47 miliar
  • Ditjen Penegakan Hukum: Rp 89,38 miliar
  • BPSDM ESDM: Rp 874,90 miliar
  • Badan Geologi: Rp 774,82 miliar
  • BPH Migas: Rp 474,43 miliar
  • Ditjen EBTKE: Rp 1,81 triliun
  • BPMA Aceh: Rp 109,30 miliar

 

Target Lifting Minyak Naik

Selain listrik, Bahlil Lahadalia juga menaikkan target produksi minyak bumi nasional menjadi 612.500 barel per hari (bph) dalam RAPBN 2027. Ia berharap ada tambahan produksi dari sumur-sumur baru ke depannya.

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding target lifting minyak bumi pada APBN 2026 yang sebesar 610.000 bph. Menurut Bahlil, target ini sudah dibahas bersama pemangku kepentingan terkait.

"Saya beberapa hari lalu sudah melakukan komunikasi dengan beberapa kementerian dan pimpinan yang lain, itu di kisaran 612.500 barel per hari supaya kerja Kepala SKK Migas juga kelihatan," kata Bahlil, Senin (31/8/2026).

 

Sumber Tambahan Produksi

Ia menerangkan kenaikan target tersebut memiliki alasan kuat, salah satunya penambahan sumur produksi minyak bumi dari sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada 2027, serta penerapan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) di sejumlah sumur tua.

"Memang di 2027 itu ada penambahan beberapa sumur, seperti Petronas di wilayah Madura. Lalu ada penambahan sumur yang memakai teknologi EOR, serta penambahan potensi sumur kita di Sumatra," paparnya.

Bahlil berharap kendala pasokan listrik maupun pipa distribusi gas tidak terulang seperti awal 2026.

"Jadi saya pikir insyaallah doakan saja mudah-mudahan tidak ada trouble di sektor listrik atau pipa. Pipa itu kan bisa jadi masalah ketika lifting-nya naik tetapi penyalurannya tidak bisa dilakukan. Kemarin sempat terjadi hambatan di situ," harapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6