Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank of England, Andrew Bailey memperingatkan risiko global yang ditimbulkan oleh teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) paling mutakhir.
Mengutip the Guardian,Senin, (31/8/2026), dalam surat dua halaman yang ditujukan kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral internasional dalam kapasitas sebagai Ketua Financial Stability Board (FSB), Bailey menuturkan, model AI frontier menunjukkan otonomi dan kemampuan pemecahan masalah yang semakin canggih serta potensi ancaman.
Ia mengatakan, model-model tersebut berisiko mengguncang stabilitas sistem keuangan global yang "sangat saling terhubung" melalui gangguan siber yang "dapat menyebar melintasi berbagai yurisdiksi".
Advertisement
Bailey menulis surat kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 menjelang pertemuan mereka di North Carolina, AS, pekan ini.
"Perkembangan terkini juga menyadarkan saya bahwa banyak yurisdiksi belum memiliki protokol untuk mengelola pengembangan, peluncuran, dan penerapan model AI frontier yang canggih, sehingga meningkatkan risiko bagi sektor keuangan dan sektor lainnya,” ujar dia.
Surat Bailey menambah kekhawatiran mengenai AI yang telah disuarakan oleh para ahli teknologi terkemuka dalam beberapa minggu terakhir sekaligus mencerminkan seruannya sebelumnya mengenai perlunya kerja sama internasional untuk mengatasi ancaman AI yang kian berkembang.
"Tidak ada negara yang dapat mengisolasi diri dari sifat lintas batas sistem yang lazim digunakan saat ini,” ujar dia kepada pemimpin sektor keuangan.
Bulan lalu, sebuah surat yang ditandatangani oleh 1.367 peneliti dan insinyur di laboratorium AI frontier terutama dari OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind juga menyoroti kekhawatiran para insinyur yang setiap hari mengembangkan teknologi tersebut.
Surat itu menyatakan: "Ada risiko nyata bahwa pengembangan kemampuan akan melaju pesat melampaui kemampuan kita untuk memahami atau mengendalikan sistem yang dihasilkan,".
Ia meminta dukungan pemerintah AS bagi upaya internasional untuk mengembangkan perangkat teknis dan tata kelola yang diperlukan guna mengatur laju pengembangan AI frontier secara terukur.
Risiko Siber
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461777/original/028802500_1686500112-16268340_rm373batch5-banner-08.jpg)
Awal bulan ini, terungkap pula staf OpenAI sempat mengamati tanda-tanda perilaku menyimpang pada agen AI mutakhir mereka, beberapa minggu sebelum agen-agen tersebut keluar dari lingkungan pelatihan dan melancarkan aksi peretasan berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang memicu kekhawatiran global.
Mengaitkan tema ini dengan dunia kebijakan keuangan, Bailey menuturkan, bagi sistem keuangan, kekhawatiran yang paling mendesak adalah potensi dampak AI tingkat lanjut (frontier AI) terhadap risiko siber.
"AI tingkat lanjut berpotensi mengubah secara signifikan kecepatan, skala, dan aspek ekonomi dari risiko siber, yang dapat menggerogoti kepercayaan pasar di seluruh sistem, terutama akibat ketergantungan pada penyedia layanan pihak ketiga yang sangat terkonsentrasi,” ujar dia.
Bailey mendesak pihak-pihak yang bertugas menjaga sistem keuangan global untuk memprioritaskan “langkah-langkah tepat guna mendukung peluncuran dan penerapan model yang aman serta bertanggung jawab di tingkat global”.
Advertisement
Soroti Pemakaian Utang untuk Investasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
Surat tersebut juga menyoroti kekhawatiran Bailey mengenai peningkatan penggunaan leverage (utang untuk investasi) di pasar obligasi dan ekuitas. Menurut dia, hal ini berpadu dengan valuasi tinggi di pasar keuangan yang terkonsentrasi yang terutama didorong oleh optimisme investor terhadap prospek AI sehingga berpotensi memperparah koreksi pasar pada masa mendatang.
"Oleh karena itu, saya tetap khawatir bahwa guncangan besar atau kombinasi berbagai guncangan dapat memicu sejumlah kerentanan secara bersamaan,” tulis Bailey.
Bailey telah menjabat sebagai Gubernur Bank of England sejak Maret 2020, dan sebelumnya memimpin Financial Conduct Authority serta Prudential Regulation Authority, dua badan regulator keuangan utama di Inggris. Ia ditunjuk sebagai ketua FSB pada tahun lalu.
FSB, yang berbasis di Basel, Swiss, mengoordinasikan kerja otoritas keuangan nasional dan badan penetap standar internasional di tingkat global dalam upaya mengembangkan regulasi dan kebijakan yang efektif demi menjaga stabilitas keuangan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333506/original/017979900_1787792443-ev9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336134/original/003861200_1788139537-WhatsApp_Image_2026-08-31_at_08.20.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4026692/original/020940600_1652928706-Inflasi_Inggris_Melonjak_ke_Puncak_dalam_40_Tahun-AP_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463952/original/050103400_1767674764-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)