Bank Sentral Inggris Menerapkan Stablecoin sebagai Bentuk Uang Baru

Bank of England atau bank sentral Inggris akan membuka dan menerima aplikasi perusahaan yang ingin meluncurkan stablecoin.

Diterbitkan 17 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seiring Bank of England atau bank sentral Inggris bersiap menerima aplikasi dari calon penerbit stablecoin, Direktur Eksekutif Infrastruktur Pasar Keuangan Sasha Mills menuturkan, bank sentral memperlakukan stablecoin sebagai bentuk uang baru.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Minggu (17/5/2026), berbicara dalam diskusi panel di Financial Times Digital Asset Summit, Sasha Mills mencatat, pada akhir tahun, bank sentral akan membuka dan menerima aplikasi dari perusahaan yang ingin meluncurkan stablecoin untuk pembayaran yang banyak dipakai di Inggris.

Mills menuturkan, menjelang pemberlakuan rezim stablecoin Inggris, Bank of England “tidak memilih pemenang” dalam perdebatan antara deposito tokenisasi dan stablecoin.

“Kami tidak tahu kasus penggunaan mana yang lebih cocok untuk jenis uang baru mana,” ujar dia.

“Kami memperlakukan, karena kami pikir memang demikian, stablecoin sebagai bentuk uang baru,” ia menambahkan.

“Mata uang ini harus sama kuatnya dengan semua bentuk uang lainnya,”

Ia menambahkan, memungkinkan pengguna akhir untuk “memilih secara interoperabel” antara alternatif seperti deposito token, stablecoin, dan uang elektronik.

“Preferensi itu akan datang seiring pengalaman,” ujar dia..

Bank sentral mendefinisikan “stablecoin sistemik” sebagai “stablecoin yang banyak digunakan dalam pembayaran dan oleh karena itu dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan Inggris,” sementara stablecoin yang tidak banyak digunakan untuk pembayaran ritel atau korporat akan diatur oleh Otoritas Perilaku Keuangan (FCA).

 

 

Stablecoin Denominasi GBP

Dengan sebagian besar pasar stablecoin didenominasikan dalam USD, Direktur Pembayaran dan Aset Digital FCA, Matthew Long, menegaskan, masih ada peran untuk stablecoin yang didenominasikan dalam GBP atau poundsterling.

"Kami telah menciptakan rezim di mana kami dapat memiliki stablecoin yang tepercaya dan dapat ditukarkan, yang dengan bangga kami dukung,” kata Long, sambil menunjukkan FCA telah menyetujui empat perusahaan untuk beroperasi di sandbox regulasinya.

"Yang kami lakukan adalah mendukung perusahaan-perusahaan tersebut dengan inovasi,” ujar dia.

Ia menambahkan, perseroan memenuhi standar yang telah di tetapkan dalam regulasi, dan mereka meluncurkan stablecoin.

“Pada akhirnya, dari sudut pandang regulator, tugas kami adalah mendukung industri tersebut, mendukung pertumbuhan tersebut, tetapi pada akhirnya industri-lah yang harus menghadirkan stablecoin,” ujar dia.

Di pasar prediksi Myriad, yang dimiliki oleh perusahaan induk Decrypt, Dastan, pengguna hanya memberikan peluang 13% bagi salah satu perusahaan tersebut, neobank Revolut, untuk meluncurkan stablecoin-nya sendiri sebelum Juli.

 

Memperlakukan Seperti Uang

Mills dari Bank of England menunjukkan meskipun 99% stablecoin global didenominasikan dalam dolar, stablecoin tersebut dibuat sebelum Undang-Undang GENIUS diberlakukan di AS, “jadi stablecoin tersebut tidak sesuai dengan GENIUS.”

Dalam industri stablecoin dolar, ia mencatat, penerbit stablecoin “menerbitkan jenis stablecoin baru, yang konsisten, atau diantisipasi akan konsisten dengan undang-undang tersebut.” Dengan "paket lengkap" Inggris untuk stablecoin sistemik yang akan dibuka untuk aplikasi pada akhir tahun, katanya, dari segi waktu, "Kita berada di posisi yang sama" dengan AS.

Meskipun rezim stablecoin Inggris "dianggap lebih kuat," menurut Mills, "itu karena pihaknya mengizinkan dan memperlakukannya seperti uang."

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.