Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan penambang kripto Riot Platforms menjual 4.300 bitcoin (BTC) pada kuartal kedua 2026. Penjualan bitcoin untuk membantu mendanai kegiatan operasional yang sedang berjalan.
Mengutip laman Yahoo Finance, ditulis Sabtu (15/8/2026), dalam laporan keuangan terbaru-nya, Riot Platforms menyatakan, hasil penjualan bitcoin itu juga digunakan untuk membantu mendanai bisnis pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perusahaan yang terus berkembang.
Meskipun melakukan penjualan tersebut, Riot Platforms masih memegang 11.380 BTC senilai US$ 717,65 juta atau Rp 12,80 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.840) berdasarkan harga pasar mata uang kripto saat ini.
Advertisement
Manajemen perusahaan menyatakan menutup kuartal kedua tahun ini dengan aset likuid lebih dari US$ 1,2 miliar atau Rp 21,40 triliun, termasuk kas sebesar US$ 548,9 juta atau Rp 9,79 triliun.
Riot Platforms menambang 1.587 Bitcoin pada kuartal kedua, meningkat dari 1.426 Bitcoin yang ditambang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati terjadi peningkatan jumlah penambangan, pendapatan dari penambangan Bitcoin hanya turun 19% tahunan secara tahunan (year-over-year) menjadi US$ 113,7 juta atau Rp 2,02 triliun pada kuartal kedua.
Total biaya perusahaan untuk menambang satu Bitcoin mencapai US$ 90.631 atau Rp 1,6 miliar, angka yang setara dengan 126,5% dari nilai produksi sebesar US$ 71.667 atau Rp 1,2 miliar untuk setiap koin yang ditambang selama kuartal tersebut.
Riot Platforms menyebutkan biaya penambangan Bitcoin meningkat karena tingginya biaya energi serta perluasan fasilitas penambangan mereka di Kentucky yang masih terus berlangsung.
Saham RIOT telah naik 69% dalam 12 bulan terakhir dan kini dipasarkan dengan harga US$ 19,58 per lembar saham.
Â
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Strategy Kembali Jual Bitcoin dan Saham demi Menambah Kas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
Sebelumnya, perusahaan milik Michael Saylor, Strategy Inc kembali menghabiskan satu minggu untuk merevisi struktur modal perusahaan. Hal ini dilakukan dengan merevisi struktur modal perusahaan dengan menjual lebih banyak bitcoin (BTC) dan saham biasa untuk memperkuat cadangan kas.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (11/8/2026), pemegang korporat terbesar aset digital itu pada Senin, 10 Agustus 2026 mengatakan, dalam tujuh hari berakhir apda 9 Agustus 2026, perusahaan telah melepas bitcoin US$ 108,6 juta atau Rp 1,93 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.800).
Selain itu, perseroan juga melepas 6,6 juta saham biasa senilai US$ 653 juta atau Rp 11,62 triliun. Selain itu, perseroan juga membeli kembali saham preferen Stratetch (STRC) senilai US$ 108,6 juta. Adapun Strategy memiliki kepemilikan bitcoin sekitar US$ 58 miliar atau Rp 1.032 triliun.
Â
Â
Advertisement
Penjualan Bitcoin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
Perusahaan yang namanya mencuat berkat strategi akumulasi Bitcoin selama bertahun-tahun ini telah menjual Bitcoin senilai sekitar US$ 432 juta atau Rp 7,6 triliun sejak Saylor beralih fokus ke manajemen modal pada akhir Mei. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai skema pembiayaannya. Penjualan Bitcoin tersebut telah membantu meningkatkan cadangan Strategy menjadi sekitar US$ 4,6 miliar atau Rp 81,87 triliun.
Sebelumnya, Saylor berupaya meredam kekhawatiran mengenai dilusi saham biasa dengan menjadikan penjualan saham STRC sebagai sumber pendanaan utama perusahaan.
Sejak awal Mei, saham STRC tidak pernah diperdagangkan di atas nilai nominal US$ 100, ambang batas yang diperlukan agar penerbitan sekuritas tersebut menguntungkan. Saat ini, saham preferen tersebut diperdagangkan di kisaran harga US$ 95.
Saylor, salah satu pendiri sekaligus ketua eksekutif perusahaan pembuat perangkat lunak korporat yang beralih menjadi pengumpul kripto, di masa lalu pernah mendesak para investor untuk melakukan segala cara demi membeli Bitcoin.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2141080/original/044539900_1525361942-spbu_pertamina_palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050780/original/079993300_1522730511-20180403-Bitcoin-AFP2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)