Liputan6.com, Jakarta - Doa agar segera mendapatkan pekerjaan penting dipahami tiap muslim, selain berusaha secara lahir. Dalam Islam, bekerja merupakan aktivitas duniawi untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus bernilai ibadah.
Dalam Q.S. At-Taubah ayat 105: “Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu…’”. Ayat ini menegaskan bahwa bekerja adalah perintah agama yang harus disertai dengan kesungguhan dan doa.
Dalam jurnal Etos Kerja dalam Perspektif Islam karya Solihin, dijelaskan bahwa bekerja merupakan kewajiban bagi setiap orang beriman dan bentuk aktualisasi keimanan. Bekerja berarti beribadah kepada-Nya, dan oleh karenanya dalam konsep Islam dikenal istilah iman dan amal saleh.
Advertisement
Dr. H. Idris Parakkasi dalam Fikih Bekerja dalam Islam juga menegaskan bahwa bekerja yang dilakukan dengan niat ibadah, cara yang halal, dan etika yang baik akan membawa maslahah dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Namun, ikhtiar lahiriah saja tidak cukup tanpa diiringi dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Doa adalah senjata orang beriman, dan setiap kebutuhan hendaknya dipanjatkan kepada Allah SWT. Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah doa agar cepat mendapatkan pekerjaan.
Bacaan Doa Agar Segera Mendapatkan Pekerjaan
Berikut adalah kumpulan doa yang dapat diamalkan oleh setiap muslim yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan, lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya.
1. Doa Nabi Musa AS untuk Kelapangan Hati dan Kemudahan Urusan
Doa ini bersumber dari Al-Qur'an surat Thaha ayat 25-28 dan merupakan doa yang dipanjatkan Nabi Musa AS ketika akan menghadapi Firaun. Doa ini sangat dianjurkan dibaca agar diberikan ketenangan hati, kelancaran berbicara, dan kemudahan dalam segala urusan.
Arab: رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin: Rabbisyrahlii shadrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqahu qaulii.
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”
Menurut Syekh As-Sa’di dalam kitab Taisir Al-Karimir Rahman, maksud dari “lapangkanlah dadaku” adalah janganlah perkataan dan perbuatan kita menyakiti, dan janganlah hati kita terkotori serta dipersempit.
Sedangkan maksud “mudahkanlah setiap urusan” adalah memohon agar diberikan berbagai kemudahan dari berbagai pintu, dimudahkan untuk berbicara dengan setiap orang dengan tepat, dan menyampaikan melalui jalan yang membuat orang lain mudah menerima. Doa ini juga diriwayatkan dalam kitab Lubabun Nuqul fii Asbaabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi.
2. Doa Mohon Kemudahan (Allahumma La Sahla)
Doa ini mengajarkan bahwa segala kemudahan hanya datang dari Allah SWT. Doa ini dapat dibaca saat merasa kesulitan atau kegugupan dalam mencari pekerjaan.
Arab: اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
Latin: Allahumma laa sahla illaa maa ja'altahu sahlaan, wa anta taj'alul huzna idzaa syi'ta sahlaa.
Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”
Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Sunni. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, doa memohon kemudahan ini termasuk dalam amalan sehari-hari yang dianjurkan untuk dibaca dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadapi ujian atau mencari pekerjaan.
3. Doa Memohon Pekerjaan dan Rezeki yang Halal
Doa ini sangat dianjurkan bagi yang sedang mencari pekerjaan agar diberikan kecukupan rezeki yang halal dan berkah.
Arab: بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِي، اَللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ وَبَارِكْ لِي فِيْمَا قُدِّرَ عَلَيَّ حَتَّى لاَ أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلاَ تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ
Latin: Bismillahi ‘alaa nafsi wa maalii wa diini. Alloohumma rodhdhini bi qodhooika wa baarik lii fi maaquddiro’ alaihi hatta laa uhibbu ta’jiila maa akhkhor ta walaa ta’khiiro maa ‘ajjalta.
Artinya: “Dengan nama Allah, semoga Engkau menjaga diri kami, harta kami dan agama kami. Wahai Allah, ridhailah kami dari ketetapan-Mu dan berilah berkah kepada kami pada segala apa yang telah Engkau putuskan sehingga kami tidak suka apa yang Engkau mempercepatkan apa yang Engkau akhirkan dan tidak pula menyukai mengakhirkan apa yang Engkau cepatkan.”
Doa ini dianjurkan oleh Buya H. Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah yang diterbitkan oleh Pustaka Kalbu. Dalam sumber NU Online, doa ini dianjurkan untuk dibaca sehabis shalat dan pada waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa.
4. Doa Memohon Kecukupan dari yang Halal
Doa ini memohon agar Allah memberikan kecukupan melalui rezeki yang halal dan menjauhkan dari yang haram.
Arab: اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Latin: Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaak.
Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu dan jangan sampai aku terjerumus kepada yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga tidak bergantung kepada selain-Mu.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang sedang mencari pekerjaan halal. Doa ini juga tercantum dalam Kumpulan Doa Mustajab: Pembuka Pintu Rezeki karya Sulaeman bin Muhammad Bahri.
5. Doa Memohon Rezeki yang Baik dan Pekerjaan yang Diterima
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Latin: Allaahumma innii as'aluka ‘ilman naafi'an wa rizqan thayyiban wa ‘amalan mutaqabbalan.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan dianjurkan untuk dibaca setiap hari, terutama setelah shalat fardhu. Dalam buku Dzikir Pagi dan Petang dan sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahtani, doa ini termasuk dalam amalan yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat.
6. Doa Memohon Perlindungan dari Kecemasan dan Kesulitan
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Latin: Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhl, wa a’uudzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan penindasan orang-orang.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang sedang menghadapi kesulitan, termasuk kesulitan mendapatkan pekerjaan.
7. Doa Memohon Petunjuk dan Rahmat
Arab: رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Latin: Robbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wa hayyi' lanaa min amrinaa rosyadaa.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS. Al-Kahfi: 10)
Doa ini dipanjatkan oleh para pemuda Ashabul Kahfi ketika mereka mencari perlindungan. Dalam konteks mencari pekerjaan, doa ini menjadi sarana memohon petunjuk agar diberikan pekerjaan yang lurus dan diberkahi.
Adab Berdoa Agar Cepat Dikabulkan
Berdoa bukan sekadar menyampaikan permohonan kepada Allah SWT, tetapi juga perlu dilakukan dengan adab yang baik. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin (Beirut, Daru Ibn Hazm, 2005, Juz I, hlm. 361–364) menjelaskan sejumlah adab yang sebaiknya diperhatikan ketika berdoa.
1. Memilih waktu-waktu yang mulia
Seorang Muslim dianjurkan memanfaatkan waktu-waktu yang memiliki keutamaan untuk memanjatkan doa. Di antaranya adalah hari Arafah, bulan Ramadan, hari Jumat, dan sepertiga malam terakhir.
Rasulullah SAW bersabda bahwa pada sepertiga malam terakhir, Allah SWT menyeru hamba-Nya: siapa yang berdoa kepada-Nya, maka Dia akan mengabulkannya. (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Berdoa dalam kondisi yang istimewa
Selain memilih waktu tertentu, ada pula keadaan yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Misalnya ketika turun hujan, saat sedang berpuasa, setelah melaksanakan shalat, serta waktu antara azan dan iqamat. Rasulullah SAW bersabda: “Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.” (HR. at-Tirmidzi)
3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan
Ketika berdoa, seorang Muslim dianjurkan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT. Adapun mengenai mengusap wajah setelah berdoa, terdapat riwayat yang sering dijadikan dasar dalam pembahasan ini. Namun, status dan kekuatan riwayat-riwayat tentang mengusap wajah setelah doa menjadi pembahasan tersendiri di kalangan ulama.
4. Berdoa dengan suara lirih
Doa sebaiknya disampaikan dengan suara yang lembut, tidak berlebihan dan tidak pula terlalu pelan hingga tidak terdengar oleh diri sendiri. Suara yang lirih dapat membantu seseorang menghadirkan ketundukan dan kekhusyukan ketika bermunajat kepada Allah SWT.
5. Menghindari sajak yang berlebihan
Doa tidak perlu dibuat dengan rangkaian kata yang dipaksakan agar terdengar indah atau bersajak. Yang lebih penting adalah ketulusan, makna permohonan, dan hadirnya hati ketika berdoa. Dengan kata-kata yang sederhana sekalipun, doa tetap dapat menjadi bentuk munajat yang mendalam kepada Allah SWT.
6. Berdoa dengan hati yang khusyuk
Doa hendaknya dipanjatkan dengan hati yang hadir, penuh ketundukan, dan tidak lalai. Seseorang perlu menyadari bahwa dirinya sedang memohon kepada Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Karena itu, ketika berdoa sebaiknya seseorang tidak hanya menggerakkan lisan, tetapi juga menghadirkan hati dalam setiap permohonannya.
7. Bersungguh-sungguh dan tidak tergesa-gesa
Seorang Muslim dianjurkan berdoa dengan penuh kesungguhan dan keyakinan kepada Allah SWT. Jangan berdoa dengan keraguan atau merasa bahwa doanya tidak akan dikabulkan. Pada saat yang sama, seorang hamba juga tidak boleh tergesa-gesa menuntut terkabulnya doa. Pengabulan doa merupakan hak Allah SWT, baik dalam bentuk memberikan apa yang diminta, menghindarkan keburukan, maupun memberikan kebaikan dalam bentuk lain.
8. Mengawali doa dengan zikir dan shalawat
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa doa sebaiknya diawali dengan menyebut dan memuji Allah SWT, kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum menyampaikan permohonan. Urutan tersebut menunjukkan penghormatan kepada Allah SWT sekaligus menjadi bagian dari adab seorang hamba ketika bermunajat.
9. Mengulang-ulang doa
Memohon kepada Allah SWT dapat dilakukan dengan mengulang doa secara sungguh-sungguh. Imam Al-Ghazali menyebutkan anjuran mengulang permohonan sebanyak tiga kali. Pengulangan tersebut bukan berarti meragukan kekuasaan Allah, melainkan menunjukkan kesungguhan dan ketekunan seorang hamba dalam memohon kepada-Nya.
10. Bertobat dan berdoa dengan ikhlas
Sebelum berdoa, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak istighfar dan bertobat dari dosa-dosanya. Doa juga hendaknya dilakukan dengan niat yang ikhlas, semata-mata mengharapkan pertolongan dan ridha Allah SWT. Tobat dan keikhlasan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan hati sebelum bermunajat kepada Allah.
Waktu Terbaik Berdoa Agar Cepat Terkabul
Ketika sedang mencari pekerjaan, seorang Muslim dapat mengiringi ikhtiar dengan memperbanyak doa. Selain terus berusaha mencari peluang kerja, melamar pekerjaan, meningkatkan keterampilan, dan membangun jaringan, doa dapat dipanjatkan pada waktu-waktu yang memiliki keutamaan.
1. Sepertiga malam terakhir
Sepertiga malam terakhir merupakan salah satu waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Pada waktu ini, seorang Muslim dapat melaksanakan tahajud, memperbanyak istighfar, kemudian memohon kepada Allah SWT agar diberikan pekerjaan yang halal, baik, dan membawa keberkahan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa pada sepertiga malam terakhir Allah SWT menyeru hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Setelah melaksanakan shalat fardhu
Setelah menunaikan shalat wajib, seorang Muslim dapat memperbanyak zikir dan berdoa kepada Allah SWT. Dalam Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahtani, zikir dan doa setelah shalat fardhu termasuk amalan yang dianjurkan.
Bagi seseorang yang sedang mencari pekerjaan, waktu tersebut dapat digunakan untuk memohon kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan yang halal dan sesuai dengan kebutuhannya.
3. Antara azan dan iqamat
Waktu antara azan dan iqamat merupakan salah satu waktu yang dianjurkan untuk berdoa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.” (HR. at-Tirmidzi)
Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk memohon kelancaran dalam mencari pekerjaan, memperoleh rezeki yang halal, serta mendapatkan pekerjaan yang memberikan manfaat.
4. Waktu sahur
Waktu sahur, khususnya pada bulan Ramadan, merupakan waktu yang memiliki banyak keutamaan. Selain makan dan minum untuk mempersiapkan puasa, seorang Muslim dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk beristighfar, berzikir, dan berdoa.
Bagi orang yang sedang mencari pekerjaan, waktu sahur dapat digunakan untuk memohon rezeki yang halal dan jalan keluar dari kesulitan ekonomi.
5. Hari Jumat
Hari Jumat merupakan hari yang memiliki keutamaan khusus dalam Islam. Rasulullah SAW menjelaskan adanya suatu waktu pada hari Jumat ketika doa seorang Muslim tidak ditolak.
Karena waktu tersebut tidak disebutkan secara pasti dalam satu penjelasan yang disepakati, memperbanyak doa sepanjang hari Jumat menjadi salah satu bentuk ikhtiar yang baik.
6. Ketika turun hujan
Turunnya hujan juga termasuk keadaan yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Rasulullah SAW menyebutkan adanya waktu-waktu tertentu yang doa di dalamnya tidak ditolak, termasuk ketika hujan turun. (HR. Al-Hakim).
Karena itu, ketika hujan turun, seorang Muslim dapat memanjatkan doa untuk berbagai kebutuhan, termasuk memohon kemudahan dalam memperoleh pekerjaan.
7. Saat sedang berpuasa
Orang yang sedang berpuasa memiliki kesempatan untuk memperbanyak doa. Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga golongan yang doanya tidak akan ditolak: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang dizalimi.” (HR. at-Tirmidzi)
Doa dapat dipanjatkan sepanjang menjalankan ibadah puasa, termasuk menjelang waktu berbuka.
Keutamaan Bekerja dalam Islam
Islam tidak memandang pekerjaan semata-mata sebagai aktivitas untuk mendapatkan penghasilan. Apabila dilakukan dengan niat yang benar, pekerjaan yang halal dapat menjadi bagian dari ibadah dan amal saleh.
1. Bekerja dapat menjadi ibadah
Bekerja dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik, menggunakan cara yang halal, serta dijalankan dengan etika yang sesuai dengan ajaran Islam.
Dalam Fikih Bekerja dalam Islam, Dr. H. Idris Parakkasi menjelaskan bahwa bekerja dengan niat ibadah dan cara yang halal dapat membawa kemaslahatan. Bekerja juga berkaitan dengan tugas manusia untuk memakmurkan bumi (imarah) dan menjalankan tanggung jawab sebagai khalifah.
2. Bekerja merupakan bagian dari amal saleh
Bekerja yang dilakukan dengan cara yang benar dapat menjadi bagian dari amal saleh. Dalam jurnal Etos Kerja dalam Perspektif Islam, Solihin menjelaskan hubungan antara iman dan amal saleh dalam kehidupan seorang Muslim.
Karena itu, pekerjaan tidak hanya dinilai dari besarnya penghasilan, tetapi juga dari niat, proses, kejujuran, serta manfaat yang dihasilkan.
3. Bekerja secara profesional merupakan sikap yang dianjurkan
Islam mengajarkan agar pekerjaan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sebaik mungkin. Sikap profesional tercermin dari tanggung jawab, ketelitian, kedisiplinan, dan kualitas hasil pekerjaan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan al-Baihaqi disebutkan:
“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara itqan.”
Itqan dapat dipahami sebagai melakukan sesuatu dengan baik, sungguh-sungguh, dan berkualitas.
4. Bekerja dengan tangan sendiri memiliki kemuliaan
Islam memberikan penghargaan terhadap orang yang berusaha memperoleh penghasilan melalui pekerjaan yang halal.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tiada seseorang makan makanan yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri, dan Nabi Daud AS juga makan dari hasil tangannya sendiri.” (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menunjukkan pentingnya kemandirian dan usaha dalam memperoleh rezeki.
5. Bekerja membantu menjaga kehormatan diri
Pekerjaan yang halal dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus bergantung kepada orang lain.
Rasulullah SAW bahkan menggambarkan bahwa seseorang yang mencari kayu bakar, kemudian menjualnya untuk memenuhi kebutuhan hidup, lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain. (HR. Bukhari).
Pesan tersebut menunjukkan tingginya nilai kemandirian dan usaha mencari nafkah secara halal.
6. Bekerja mencari nafkah dapat bernilai jihad
Mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga merupakan tanggung jawab yang memiliki nilai penting dalam Islam. Apabila dilakukan dengan niat yang benar, melalui pekerjaan yang halal, dan untuk memenuhi kewajiban terhadap keluarga, aktivitas tersebut dapat menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT.
Karena itu, bekerja tidak seharusnya dipandang hanya sebagai upaya memperoleh keuntungan materi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab.
7. Bekerja dapat menjadi sarana membangun peradaban
Pekerjaan yang dilakukan secara halal dan profesional tidak hanya memberikan manfaat kepada diri sendiri dan keluarga, tetapi juga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Dalam Fikih Bekerja dalam Islam, bekerja dipandang sebagai salah satu sarana untuk memakmurkan kehidupan dan membangun peradaban. Guru, petani, pedagang, tenaga kesehatan, pekerja industri, pegawai, hingga pelaku usaha memiliki peran masing-masing dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, doa untuk mendapatkan pekerjaan sebaiknya berjalan bersama ikhtiar. Seorang Muslim tidak cukup hanya memohon kepada Allah SWT, tetapi juga perlu berusaha mencari peluang, meningkatkan kemampuan, menjaga kejujuran, dan memilih pekerjaan yang halal. Doa menjadi bentuk ketergantungan kepada Allah, sedangkan usaha merupakan wujud kesungguhan manusia dalam menjemput rezeki.
Pertanyaan Seputar Doa Agar Cepat Dapat Pekerjaan
1. Apa doa agar cepat mendapatkan pekerjaan?
Doa yang dianjurkan antara lain doa Nabi Musa AS (Rabbisyrahlii shadrii...), doa memohon kemudahan (Allahumma la sahla illaa maa ja'altahu sahla...), dan doa memohon rezeki halal (Bismillahi 'alaa nafsi wa maalii wa diini...). Doa-doa ini dapat dibaca setelah shalat fardhu dan pada waktu-waktu mustajab.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa agar segera mendapat pekerjaan?
Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, antara azan dan iqamat, waktu sahur, hari Jumat, saat turun hujan, dan saat berpuasa.
3. Bagaimana adab berdoa agar dikabulkan Allah?
Adab berdoa menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin meliputi: memilih waktu mulia, berdoa dalam kondisi istimewa, menghadap kiblat, bersuara lirih, menghindari sajak berlebihan, berdoa dengan khusyu’, serius dan tidak tergesa-gesa, memulai dengan zikir dan shalawat, mengulang-ulang doa, serta bertobat dan ikhlas.
4. Apa keutamaan bekerja dalam Islam?
Bekerja adalah ibadah, amal saleh, dan jihad di jalan Allah. Bekerja dengan profesional dicintai Allah, bekerja dengan tangan sendiri lebih mulia, dan bekerja menjaga kehormatan diri. Bekerja juga merupakan sarana membangun peradaban dan memberikan manfaat bagi umat.
5. Apakah ada doa khusus agar diterima kerja?
Tidak ada doa khusus yang disebutkan secara spesifik dalam Al-Qur’an dan Sunnah untuk diterima kerja. Namun, doa-doa umum untuk memohon kemudahan, rezeki halal, dan kelapangan hati dapat diamalkan, seperti doa Nabi Musa, doa Allahumma la sahla, dan doa Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3142697/original/054131300_1591166259-startup-planning-notes-mac-book-7357__2_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3728544/original/034547000_1639761994-000_1ME3T9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364568/original/007790200_1791007223-1001722712.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364565/original/096098500_1791007187-Copy_of_VLV08397__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364559/original/013876800_1791005531-IMG_6346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364546/original/025250300_1791004275-IMG-20260822-WA0126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309097/original/063594900_1754577728-20250807-Sidang_Nikita-BUS_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364459/original/014205500_1790995590-IMG-20240502-WA0063.jpg)