Liputan6.com, Jakarta - Tanaman bawang merah bisa mengalami pembusukan sebelum waktu panen meskipun daunnya masih tumbuh. Kondisi ini dapat membuat umbi tidak berkembang dan hasil budidaya berkurang. Memahami cara merawat tanaman bawang merah agar tidak busuk sebelum waktu panen membantu pekebun menjaga kondisi tanaman sejak awal pertumbuhan hingga umbi siap dipanen.
Penyiraman yang berlebihan, air yang menggenang, serta kondisi tanah yang tidak mendukung dapat meningkatkan risiko pembusukan. Masalah ini juga bisa muncul ketika tanaman terserang penyakit atau mengalami kerusakan pada bagian umbi. Jika tidak segera ditangani, pembusukan dapat menyebar dan mengganggu pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya.
Berikut ini Liputan6.com akan bagikan beberapa tips merawat tanaman bawang merah agar tidak busuk sebelum waktu panen datang yang dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (3/10/2026). Anda juga dapat menemukan berbagai kesalahan umum yang wajib dihindari supaya panennya berhasil. Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Advertisement
1. Atur Penyiraman Sesuai Kondisi Tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364610/original/024530400_1791011621-352bd428-96ee-47df-b63f-5d99fc34fbea.jpg)
Penyiraman menjadi bagian penting dalam perawatan bawang merah karena tanaman membutuhkan air selama pertumbuhan. Namun, air yang terlalu banyak dapat membuat tanah terus basah dan mengganggu kondisi umbi. Periksa tanah sebelum menyiram agar pemberian air sesuai dengan kebutuhan tanaman dan keadaan cuaca.
Pada awal pertumbuhan, bawang merah memerlukan penyiraman secara rutin. Ketika tanaman memasuki pembentukan umbi, kebutuhan air tetap perlu diperhatikan. Frekuensi penyiraman dapat berubah mengikuti hujan, suhu, dan kemampuan tanah menyerap air. Hindari menyiram hanya karena jadwal tanpa memeriksa kondisi lahan.
Saat tanaman mendekati panen, penyiraman perlu dikurangi secara bertahap sesuai kondisi tanaman dan tanah. Pada fase pematangan, kebutuhan air tidak sama dengan masa pertumbuhan daun dan pembentukan umbi. Pengaturan ini membantu menghindari tanah yang terlalu basah sekaligus mendukung proses pematangan bawang merah.
Advertisement
2. Pastikan Air Tidak Menggenang di Sekitar Tanaman
Tanah yang menampung air terlalu lama dapat meningkatkan risiko pembusukan pada akar dan umbi. Oleh sebab itu, perhatikan aliran air di sekitar tanaman setelah hujan atau penyiraman. Jika air mengumpul di permukaan tanah, periksa apakah saluran pembuangan tersumbat atau permukaan lahan terlalu rendah.
Bagi pekebun yang menanam bawang merah di halaman atau dalam pot, gunakan wadah dengan lubang drainase. Air harus dapat keluar melalui bagian bawah pot tanpa tertahan di dalam wadah. Jika memakai tatakan, buang air yang terkumpul agar bagian bawah pot tidak terus terendam.
Untuk penanaman di lahan, bedengan dapat membantu mengalirkan kelebihan air dari area perakaran. Buat saluran di antara bedengan agar air hujan tidak berkumpul di sekitar tanaman. Periksa saluran secara berkala, terutama saat hujan turun berulang kali, sehingga aliran air tetap berjalan.
3. Gunakan Bibit Bawang Merah yang Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364611/original/028475700_1791011621-316897be-5319-4b43-a448-24e0ba095660.jpg)
Perawatan untuk mencegah pembusukan perlu dimulai sebelum penanaman. Pilih umbi bibit yang tidak menunjukkan tanda kerusakan, seperti bagian yang lembek, luka, atau pembusukan pada pangkalnya. Bibit yang sudah terinfeksi dapat membawa sumber penyakit ke tempat penanaman dan mengganggu tanaman sejak awal pertumbuhan.
Periksa setiap umbi sebelum dimasukkan ke tanah. Pisahkan bibit yang mengeluarkan bau busuk atau memiliki bagian yang berubah warna dan terasa lunak. Jangan mencampurkan bibit yang bermasalah dengan umbi yang masih sehat. Langkah ini membantu mengurangi risiko penularan penyakit melalui bahan tanam.
Simpan bibit di tempat yang memiliki sirkulasi udara dan tidak terkena air secara langsung. Hindari menumpuk umbi dalam keadaan basah karena kelembapan yang tertahan dapat memicu pembusukan. Jika menggunakan bibit dari hasil panen sendiri, lakukan pemeriksaan satu per satu sebelum menentukan umbi yang akan ditanam kembali.
Advertisement
4. Atur Jarak Tanam agar Tanaman Tidak Terlalu Rapat
Jarak tanam memengaruhi aliran udara di antara tanaman bawang merah. Jika tanaman tumbuh terlalu rapat, daun lebih sulit mengering setelah terkena hujan atau embun. Kondisi tersebut dapat mendukung perkembangan penyakit yang menyerang daun dan kemudian mengganggu pertumbuhan umbi.
Gunakan jarak tanam sesuai ukuran bibit dan pedoman budidaya yang digunakan. Untuk penanaman di lahan, jarak perlu memberi ruang bagi tanaman untuk tumbuh dan memudahkan perawatan. Sementara itu, pada pot atau wadah, hindari memasukkan terlalu banyak umbi dalam satu tempat hanya untuk menghemat ruang.
Perhatikan pula pertumbuhan gulma di sekitar tanaman. Gulma yang dibiarkan tumbuh dapat mengganggu aliran udara dan mempersulit pemeriksaan kondisi daun serta pangkal tanaman. Bersihkan gulma secara berkala tanpa melukai umbi atau akar bawang merah yang sedang berkembang.
5. Periksa Daun dan Pangkal Tanaman secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364612/original/032465300_1791011621-047395c0-9678-455f-9a22-7d081153834f.jpg)
Daun bawang merah dapat memberikan petunjuk ketika tanaman mulai mengalami gangguan. Perhatikan perubahan warna, bercak, daun yang melintir, atau tanaman yang tiba-tiba layu. Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan penyebab yang sama, tetapi dapat menjadi alasan untuk memeriksa bagian pangkal dan kondisi umbi.
Lakukan pemeriksaan secara rutin, terutama setelah hujan atau ketika tanah sulit mengering. Amati apakah ada tanaman yang pertumbuhannya tertinggal dibandingkan tanaman di sekitarnya. Jika ditemukan gejala yang tidak biasa, periksa pangkal tanaman dengan hati-hati untuk mengetahui apakah terdapat perubahan warna, bagian lunak, atau akar yang membusuk.
Tanaman yang menunjukkan gejala penyakit perlu dipisahkan dari tanaman sehat jika memungkinkan. Bersihkan sisa tanaman yang sakit dan jangan meninggalkannya begitu saja di area penanaman. Jika gejala terus menyebar, mintalah bantuan petugas penyuluh pertanian untuk mengenali penyebabnya sebelum memilih langkah pengendalian.
Advertisement
6. Berikan Pupuk Sesuai Kebutuhan Tanaman
Pemupukan membantu memenuhi kebutuhan unsur hara selama bawang merah tumbuh. Namun, pemberian pupuk secara berlebihan bukan cara untuk mempercepat pembentukan umbi. Pemupukan perlu mengikuti kebutuhan tanaman, kondisi tanah, dan petunjuk budidaya agar pertumbuhan daun serta umbi berlangsung sesuai tahapnya.
Gunakan pupuk berdasarkan dosis yang dianjurkan untuk bawang merah. Hindari menambahkan pupuk berkali-kali tanpa memperhitungkan jumlah yang sudah diberikan. Jika menggunakan pupuk organik, pastikan bahan tersebut telah matang dan tidak bercampur dengan sisa tanaman yang menunjukkan gejala penyakit.
Perhatikan respons tanaman setelah pemupukan. Daun yang menguning, pertumbuhan yang terhambat, atau tanaman yang layu perlu diperiksa sebelum menambah pupuk. Gejala tersebut bisa berkaitan dengan air, akar, unsur hara, atau penyakit. Mengetahui penyebabnya membantu pekebun menentukan tindakan tanpa menambah bahan yang belum tentu dibutuhkan.
7. Jaga Kebersihan Area Penanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364613/original/036523000_1791011621-bc067023-026f-4934-b58f-d91d5d201173.jpg)
Sisa daun, umbi yang membusuk, dan gulma yang menumpuk dapat mengganggu pemeliharaan tanaman. Sebagian penyakit juga dapat bertahan pada sisa tanaman yang terinfeksi. Membersihkan area penanaman membantu pekebun memeriksa kondisi bawang merah dan mengurangi sumber gangguan yang dapat memengaruhi tanaman berikutnya.
Buang bagian tanaman yang sudah membusuk atau menunjukkan gejala penyakit. Jangan mencampurkannya dengan bahan kompos yang belum dikelola untuk menangani sisa tanaman sakit. Bersihkan pula alat yang digunakan untuk memotong atau memindahkan tanaman, terutama jika alat tersebut bersentuhan dengan bagian yang terinfeksi.
Jika bawang merah ditanam dalam pot, periksa pula kondisi media tanam dan lubang pembuangan air. Jangan membiarkan daun mati menumpuk di permukaan media. Untuk penanaman berikutnya, pertimbangkan pergiliran tanaman dengan jenis yang bukan satu kelompok dengan bawang merah, terutama jika lahan pernah mengalami serangan penyakit.
Advertisement
Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Merawat Bawang Merah
Beberapa kebiasaan saat merawat bawang merah dapat meningkatkan risiko pembusukan sebelum panen. Kesalahan tersebut sering terjadi ketika pekebun hanya memperhatikan pertumbuhan daun tanpa memeriksa kondisi tanah, akar, dan umbi. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari selama masa budidaya.
-
Menyiram Tanaman Tanpa Memeriksa Tanah
Menyiram berdasarkan jadwal tetap tanpa melihat kelembapan tanah dapat membuat media terlalu basah. Periksa keadaan tanah dan curah hujan sebelum menambahkan air agar kebutuhan tanaman tetap terpenuhi tanpa menimbulkan genangan.
-
Membiarkan Air Menggenang
Genangan air yang bertahan setelah hujan perlu segera ditangani. Periksa saluran pembuangan dan kondisi bedengan. Pada penanaman dalam pot, pastikan lubang drainase tidak tertutup tanah atau akar.
-
Menggunakan Bibit yang Sudah Busuk
Bibit yang lembek, terluka, atau menunjukkan tanda pembusukan sebaiknya tidak ditanam. Memilih umbi tanpa pemeriksaan dapat membawa sumber penyakit ke lahan dan membuat penanganan menjadi lebih sulit setelah tanaman tumbuh.
-
Membiarkan Tanaman Sakit di Antara Tanaman Sehat
Tanaman yang layu atau membusuk perlu diperiksa dan ditangani. Jangan membiarkan bagian yang terinfeksi menumpuk di sekitar tanaman. Bersihkan sisa tanaman sakit dan amati apakah gejala serupa muncul pada tanaman lain.
-
Memberikan Pupuk Secara Berlebihan
Menambah pupuk tanpa memperhatikan dosis tidak menjamin umbi tumbuh lebih cepat. Ikuti petunjuk pemupukan dan perhatikan kondisi tanaman sebelum melakukan pemberian berikutnya. Jika muncul gangguan pertumbuhan, periksa penyebabnya terlebih dahulu.
-
Mengabaikan Perubahan pada Daun
Daun yang menguning, melintir, atau memiliki bercak dapat menandakan gangguan. Jangan langsung menganggapnya sebagai tanda tanaman siap panen. Periksa umur tanaman, kondisi pangkal, serta gejala lain sebelum menentukan tindakan.
-
Tetap Menyiram dengan Frekuensi yang Sama Menjelang Panen
Kebutuhan air berubah selama pertumbuhan bawang merah. Ketika umbi memasuki pematangan, penyiraman perlu dikurangi sesuai keadaan tanah dan tanaman. Mengabaikan perubahan fase pertumbuhan dapat membuat tanah tetap basah saat kebutuhan air mulai menurun.
Pertanyaan Umum tentang Cara Merawat Bawang Merah agar Tidak Busuk
1. Mengapa bawang merah busuk sebelum panen?
Bawang merah dapat membusuk karena tanah terlalu basah, drainase buruk, bibit yang membawa penyakit, atau serangan jamur dan patogen lainnya. Pemeriksaan kondisi tanah, pangkal tanaman, dan umbi diperlukan untuk mengetahui penyebab yang terjadi.
2. Berapa kali bawang merah perlu disiram dalam sehari?
Frekuensi penyiraman bergantung pada umur tanaman, cuaca, dan kondisi tanah. Pada fase awal, penyiraman dapat dilakukan satu hingga dua kali sehari sesuai kebutuhan. Ketika mendekati pematangan umbi, frekuensinya perlu dikurangi berdasarkan kelembapan tanah dan kondisi tanaman.
3. Bagaimana cara mengetahui bawang merah mulai membusuk?
Perhatikan tanaman yang tiba-tiba layu, daun menguning atau melintir, serta pangkal yang berubah warna. Jika umbi terasa lunak, mengeluarkan bau busuk, atau akarnya membusuk, periksa kemungkinan serangan penyakit dan tangani tanaman yang terinfeksi.
4. Apakah bawang merah bisa busuk karena terlalu sering disiram?
Ya, penyiraman yang terlalu sering dapat membuat tanah terus basah, terutama jika air sulit mengalir keluar. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko pembusukan akar dan umbi. Periksa kelembapan tanah sebelum menyiram dan pastikan saluran drainase berfungsi.
5. Kapan penyiraman bawang merah harus dikurangi sebelum panen?
Penyiraman umumnya mulai dikurangi ketika tanaman memasuki fase pematangan umbi. Pada budidaya bawang merah, fase ini sering berlangsung sekitar umur 51–60 hari setelah tanam, tetapi waktunya dapat berbeda menurut varietas dan kondisi pertumbuhan. Perhatikan tanda tanaman siap panen serta keadaan tanah sebelum menentukan waktu penyiraman terakhir.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364609/original/019933200_1791011621-6be1b39d-e820-4cf5-be07-e276405538e8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353854/original/052515300_1789981280-NYVECxIHnTbXUdsywcj8byRlqrv8DiptMZOSXiNi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364573/original/083526200_1791008664-d7856fd5-2206-4f74-83a3-2d0c7cb048f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360887/original/035267800_1790669484-5c5374ee-3f0f-4b26-a7e4-1fc873205bd1.jpg)