Strategi Mendagri agar Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

Mendagri menilai integrasi ekonomi Sumatera bisa mendorong pertumbuhan nasional.

Diterbitkan 09 September 2026, 16:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mendagri dorong integrasi ekonomi Sumatera sebagai penggerak pertumbuhan nasional.
  • Sumatera memiliki modal besar: SDA, SDM, posisi strategis, dan populasi 63 juta.
  • Integrasi optimalkan potensi, konektivitas, dan perkuat pasokan komoditas antarwilayah.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong penguatan integrasi ekonomi antarwilayah di Sumatera untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Tito menilai Sumatera memiliki modal besar berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, serta posisi strategis di jalur perdagangan internasional. Ia menyebut Sumatera memiliki 63 juta penduduk atau 21,9 persen dari total populasi Indonesia dengan wilayah yang luas, modal ini menjadi kunci penting bagi sebuah wilayah untuk berkembang.

“Saya yakin keunggulan Sumatera itu sumber daya alamnya luar biasa, baik di darat maupun yang laut, baik di permukaan maupun yang di bawah permukaan. Makanya disebutkan pulau emas, pulau harapan,” ujar Tito, saat membuka Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pembangunan yang tidak lagi berjalan secara sektoral. Sebaliknya, pembangunan perlu mengintegrasikan produksi, pasar, infrastruktur, dan perdagangan antardaerah hingga lintas negara.

“Yang saya tangkap adalah integrasi regional, integrasi ekonomi, pembangunan regional,” ujarnya.

Tito juga mendorong konektivitas lintas Sumatera agar tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga menjadi penggerak pusat-pusat ekonomi baru. Selain itu, kerja sama antardaerah perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan komoditas sekaligus mengendalikan harga.

“Kalau itu bisa dikerjasamakan maka daerah-daerah yang inflasinya tinggi, harganya tinggi karena suplainya kurang, bisa disuplai dari daerah yang cukup suplainya. Dan hampir untuk semua, hampir semua pangan di Sumatera ini, hampir semuanya ada,” katanya.

 

Puspen Kemendagri

 

Menangkap Peluang

Kerja sama tersebut, lanjut Tito, juga perlu diarahkan untuk menangkap peluang pasar negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Saya mengapresiasi betul dan mengharapkan kerja sama yang dilakukan antardaerah. Pemerintah pusat juga menyusun konsep untuk membangun region Sumatera ini salah satu kekuatan ekonomi,” tuturnya.

Tito menegaskan penguatan ekonomi Sumatera akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan nasional. Karena itu, kerja sama antardaerah harus diwujudkan dalam program konkret yang mendorong investasi, perdagangan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Naiknya Sumatera akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional, karena angka nasional itu agregat dari usaha pusat dan usaha di daerah,” pungkasnya.

Forum tersebut dihadiri gubernur dan wakil gubernur se-Sumatera. Dalam kesempatan itu, Tito juga mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan para kepala daerah yang hadir.

Ia turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama dan berita acara pembentukan Forum Sumatera 10 oleh gubernur dan wakil gubernur.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6