Hari Pelanggan Nasional 2026, Saatnya Konsumen Lebih Cermat Memilih Produk Ramah Hutan

Hari Pelanggan Nasional 2026 menjadi momentum mengajak konsumen lebih cermat memilih produk berlabel FSC demi mendukung kelestarian hutan.

Diterbitkan 07 September 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, program FSC Forest Week mengajak masyarakat lebih cermat saat membeli produk berbahan dasar hutan. Mengusung tema "Choose Forests. Choose FSC," kampanye ini mendorong konsumen mempertimbangkan asal bahan baku dan proses produksi sebelum menentukan pilihan.

Gerakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Konsumen dapat menerapkan langkah tersebut dengan memilih produk yang mencantumkan label Forest Stewardship Council (FSC).

Label ini menunjukkan bahwa bahan berbasis hutan dalam produk berasal dari sumber yang dikelola secara legal dan bertanggung jawab. "Keberlanjutan tidak lagi menjadi pilihan, tapi bagian dari strategi bisnis yang bertanggung jawab," kata Isra Ruddin, CEO IRCOMM Group & FSC Member, dalam keterangannya pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 4 September 2026.

Ia mengatakan, pihaknya ingin memperkuat ekosistem FSC di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor dan komunikasi publik yang berkelanjutan. Ia juga mendorong semakin banyak perusahaan mengintegrasikan penggunaan produk berlabel FSC ke dalam operasional dan rantai pasok mereka.

FSC Forest Week merupakan kampanye tahunan Forest Stewardship Council, organisasi nirlaba internasional yang mempromosikan pengelolaan hutan secara bertanggung jawab melalui sertifikasi pihak ketiga secara sukarela.

Rangkaian FSC Forest Week 2026 berlangsung sepanjang September hingga Desember 2026 melalui berbagai kegiatan edukasi dan kampanye kreatif. Program yang disiapkan mencakup FSC Forest Week InstaCook Contest, FSC Forest Week Packaging Hunt Contest, dan FSC Forest Week Cover Song Contest.

Berbagai kegiatan mengangkat pentingnya pengelolaan hutan berkelanjutan, penggunaan produk berlabel FSC, dan kontribusi konsumen terhadap masa depan hutan. 

 

Dampak dari Produk Pilihan

Business & Value Chain Development Manager FSC Indonesia, Indra Setia Dewi, mengatakan konsumen perlu memahami dampak dari produk yang mereka gunakan. "Ketika masyarakat memilih produk berlabel FSC, mereka ikut berkontribusi terhadap perlindungan hutan dan keberlanjutan sumber daya alam," katanya.

Indra juga mendorong pelaku industri hospitality, termasuk hotel, restoran, dan kafe, menggunakan lebih banyak produk berlabel FSC dalam operasional sehari-hari. Penggunaan tersebut dapat mencakup kemasan makanan dan minuman, tisu, kertas, serta berbagai produk berbahan dasar hutan lainnya.

"Keberhasilan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab membutuhkan kolaborasi di seluruh rantai nilai, mulai dari pemilik hutan, industri, pemilik merek, retailer, hingga konsumen," sebut Indra.

Menurutnya, FSC Forest Week dapat memperkuat kolaborasi tersebut sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai dampak pilihan produk terhadap keberlanjutan sumber daya alam.