Antisipasi Erupsi Anak Krakatau, Whoosh Siapkan Sistem Rem Otomatis

KCIC siagakan sistem penurun kecepatan otomatis jika terdeteksi abu Anak Krakatau. Perjalanan Whoosh dipastikan tetap aman.

Diterbitkan 07 September 2026, 11:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh rute Jakarta-Bandung tetap berjalan aman dan normal. Pihaknya terus melakukan pemantauan berlapis untuk memitigasi risiko sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyebutkan, pengawasan melibatkan unit operasi, keselamatan, sarana, hingga prasarana. Langkah ini juga didukung pengoperasian KA Konfirmasi sebelum perjalanan penumpang dimulai.

"Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama," ujar Eva, Senin (7/9/2026).

Proses pemantauan dilakukan terpusat melalui Operation Control Center (OCC) serta pengecekan langsung di lapangan. Sistem ini mengawasi berbagai elemen vital, seperti jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), pasokan daya, rel, persinyalan, sampai wesel.

Guna mengantisipasi bahaya, KCIC menyiagakan mekanisme pengamanan otomatis. Apabila sistem mendeteksi gangguan, notifikasi akan langsung muncul di OCC dan kecepatan kereta dapat diturunkan secara otomatis sebagai langkah mitigasi.

Pengawasan ketat ini mencakup seluruh rute Whoosh sepanjang 142,3 kilometer—terdiri dari 82,7 kilometer jalur elevated, 42,78 kilometer jalur at grade, serta 13 terowongan sepanjang 16,82 kilometer. Bagian jalur terbuka mendapatkan perhatian ekstra karena lebih rentan terpapar abu vulkanik.

Jarak Pandang Masih Aman

Sejauh ini, laporan dari masinis menunjukkan jarak pandang di sepanjang lintasan masih dalam batas aman. Rangkaian Whoosh juga dibekali pembersih kaca (wiper) bersistem semprotan air untuk menjaga visibilitas masinis. Jika jarak pandang menurun, masinis siap menyesuaikan kecepatan sesuai prosedur operasional standar.

Selain itu, KCIC memeriksa filter udara rangkaian serta kamera CCTV yang mengawasi kondisi pantograf. Di sektor prasarana, komponen isolasi, gardu, sistem listrik aliran atas, persinyalan, dan mekanisme wesel dipastikan masih berfungsi normal tanpa gangguan abu vulkanik.

Sebagai langkah pencegahan lanjutan, KCIC menjalankan Volcanic Ash Risk Assessment berpatokan pada data resmi BMKG. Hasil asesmen ini menjadi rujukan untuk menentukan tindakan mitigasi tambahan jika sebaran abu vulkanik meningkat.

"Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh," katanya.

Lewat pengawasan sarana-prasarana yang ketat, penilaian risiko berkala, serta kesiapan penyesuaian operasional di lapangan, KCIC berkomitmen menjaga layanan Whoosh tetap beroperasi dengan mengedepankan keselamatan penumpang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6