Tekan Polusi Udara, Ho Chi Minh City Batasi Mobil Bensin Mulai 2027

Ho Chi Minh City bersiap batasi mobil bensin dan diesel lewat zona rendah emisi (LEZ) mulai Juli 2027 demi pangkas polusi udara.

Diterbitkan 07 September 2026, 12:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ho Chi Minh City bersiap mengambil langkah besar untuk mengurangi polusi udara dengan membatasi ruang gerak mobil berbahan bakar bensin dan diesel. Pemerintah kota mengusulkan penerapan Kawasan Rendah Emisi atau Low Emission Zone (LEZ) yang akan mulai diuji coba pada Juli 2027 sebagai bagian dari transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Jika disetujui, tahap awal kebijakan tersebut akan berlaku di kawasan pusat kota serta kawasan perkotaan baru Thu Thiem yang memiliki luas sekitar 930 hektare.

Disitat dari Paultan, Senin (7/9/2026), selama masa uji coba dua tahun, pemerintah akan mengevaluasi efektivitas pembatasan sebelum memperluas cakupan LEZ ke wilayah yang berada di dalam Ring Road 2 mulai awal 2029.

Pada fase perluasan tersebut, kendaraan berat seperti truk besar dan bus tidur tetap akan menghadapi pembatasan jam operasional sebagaimana yang sudah berlaku saat ini. Sementara itu, armada bus perkotaan akan menjadi kelompok pertama yang diwajibkan beralih ke kendaraan listrik atau menggunakan energi bersih.

Rencana ini sejatinya mengalami penyesuaian jadwal. Pemerintah semula menargetkan penerapan lebih cepat, tetapi pelaksanaannya diundur agar pembangunan infrastruktur transportasi hijau serta proses transisi kendaraan memiliki waktu persiapan yang lebih matang.

 

Bagian dari Strategi Nasional Vietnam

Kebijakan di Ho Chi Minh City menjadi bagian dari strategi nasional Vietnam untuk menekan emisi sektor transportasi. Pemerintah menargetkan seluruh kendaraan di jalan raya pada akhirnya beralih menggunakan listrik atau bahan bakar beremisi sangat rendah pada 2050. Langkah tersebut mengikuti arah kebijakan serupa yang lebih dulu diterapkan di Hanoi.

Meski begitu, pemerintah Vietnam memilih pendekatan bertahap agar masyarakat, pelaku usaha, dan industri otomotif memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan perubahan menuju ekosistem kendaraan yang lebih bersih.