Harga Tiket Pesawat dari Vietnam Turun Drastis, Salah Satunya Penerbangan ke Jakarta

Ada ragam faktor penyebab harga tiket pesawat dari Vietnam tercatat turun drastis.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga tiket pesawat dari Vietnam menuju sejumlah destinasi Asia Tenggara turun di tengah musim liburan musim panas. Rute dari Ho Chi Minh City menuju Singapura dan Bangkok menjadi salah dua yang menawarkan tarif lebih terjangkau dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan harga ini membuka peluang bagi masyarakat Vietnam untuk bepergian ke negara tetangga dengan biaya lebih ringan. Pengalaman tersebut dirasakan langsung Hoang Loan, penumpang asal Ho Chi Minh City, saat memesan penerbangan menuju Singapura untuk keperluan bisnis.

Ia mengaku terkejut melihat tarif yang ditawarkan karena harganya jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun lalu, tiket sekali jalan dari Kota Ho Chi Minh ke Singapura harganya VND 3,2 juta, sedangkan tahun ini saya hanya membayar lebih dari VND 1,6 juta (sekitar Rp 1 juta)," ujarnya, melansir VnExpress, Senin, 10 Agustus 2026.

Sejumlah maskapai kini menawarkan tiket sekitar VND 1,6 juta untuk rute Ho Chi Minh City-Singapura. Penerbangan menuju Bangkok juga tersedia dengan tarif sekitar VND 1,9 juta (sekitar Rp 1,3 juta).

Harga tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan tarif sejumlah maskapai asing untuk rute serupa. Tiket dari maskapai asing dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat dari harga yang ditawarkan saat ini.

Kondisi ini memberikan lebih banyak alternatif bagi wisatawan Vietnam yang ingin menjelajahi destinasi Asia Tenggara. Tarif yang kompetitif juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan tujuan, waktu perjalanan, hingga maskapai yang digunakan.

Kapasitas Penerbangan Meningkat

Bertambahnya kapasitas penerbangan menjadi salah satu faktor yang mendorong penurunan harga tiket dari Vietnam. Data penyedia informasi penerbangan asal Inggris, OAG, mencatat Vietnam diperkirakan menyediakan sekitar 7,3 juta kursi penerbangan sepanjang Agustus 2026.

Jumlah tersebut meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kapasitas penerbangan Vietnam juga menjadi yang terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia.

Vietnam Airlines menyumbang sekitar 2,8 juta kursi, sementara Vietjet Air menyediakan sekitar 2,2 juta kursi. Penambahan kapasitas membuat penumpang memiliki lebih banyak pilihan jadwal dan rute perjalanan.

Persaingan antarmaskapai pun semakin ketat untuk menarik calon penumpang. Kondisi tersebut mendorong maskapai menawarkan tarif yang lebih kompetitif, terutama saat musim liburan ketika minat masyarakat untuk bepergian ke luar negeri meningkat.

Maskapai Tambah Frekuensi Penerbangan

Peningkatan kapasitas penerbangan Vietnam turut dilakukan melalui penambahan frekuensi dan pembukaan rute internasional baru. Maskapai memperluas jaringan tersebut untuk memenuhi kebutuhan penumpang, terutama saat periode perjalanan sedang ramai.

Vietjet menjadi salah satu maskapai yang memperkuat konektivitas regional. Frekuensi penerbangan rute Ho Chi Minh City-Kuala Lumpur ditingkatkan menjadi tujuh kali dalam sepekan. Penambahan jadwal ini memberi penumpang lebih banyak pilihan waktu untuk bepergian ke Malaysia.

Ekspansi jaringan Vietjet juga mencakup sejumlah rute internasional baru. Maskapai tersebut dijadwalkan membuka penerbangan Ho Chi Minh City-Colombo mulai 18 Agustus 2026. Rute Hanoi-Almaty dan Hanoi-Praha kemudian direncanakan beroperasi pada Oktober 2026.

Kehadiran rute baru memperluas pilihan perjalanan dari Vietnam menuju berbagai destinasi. Wisatawan dapat memiliki lebih banyak alternatif saat merencanakan liburan, sementara pelaku perjalanan bisnis mendapat pilihan konektivitas tambahan.

Harga Tiket Ikut Terpengaruh

Penurunan tarif penerbangan dari Vietnam juga terlihat pada rute menuju Indonesia. Harga tiket dari Ho Chi Minh City ke Jakarta kini berada di kisaran VND 6,3 juta (sekitar Rp 4,3 juta), turun dari sebelumnya sekitar VND 7-10 juta.

Tren serupa terjadi pada penerbangan dari Hanoi dan Ho Chi Minh City menuju sejumlah destinasi di Eropa, serta Asia Timur Laut. Tarif pada rute-rute tersebut tercatat turun sekitar 10─15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Faktor lain yang turut mendukung penurunan tarif. Pemerintah Vietnam sejak 1 Juli 2026 menurunkan sejumlah pajak dan kebijakan terkait bahan bakar, termasuk bensin dan bahan bakar penerbangan. Kebijakan tersebut berlaku hingga 30 September 2026 dan membantu menekan sebagian biaya operasional maskapai.