Liputan6.com, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau mengubah rencana perjalanan pulang sejumlah wisatawan asing. Gangguan penerbangan membuat penumpang harus berulang kali menyesuaikan jadwal, bahkan setelah agenda liburan mereka di Indonesia berakhir.
Erupsi gunung yang terjadi di antara Pulau Jawa dan Sumatera itu menyebarkan abu vulkanik hingga Jakarta dan wilayah sekitarnya. Tujuh bandara di Indonesia sempat ditutup, termasuk dua bandara yang melayani Jakarta: Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Sekitar 2.300 penerbangan mengalami penundaan, pembatalan, atau pengalihan, sementara lebih dari 270 ribu penumpang turut terdampak. Wisatawan asal Vietnam, Thu Trang, menjadi salah satu penumpang yang merasakan langsung situasi tersebut.
Advertisement
Ia seharusnya terbang dari Jakarta menuju Hanoi pada Minggu, 6 September 2026, setelah berlibur di Indonesia sejak Rabu, 2 September 2026. Pesawat yang ditumpanginya sempat dinaiki penumpang, tapi kemudian berbalik arah.
Setelah menunggu lebih dari satu jam, seluruh penumpang diminta turun dan kembali ke terminal. Perjalanan pulang Trang pun berubah menjadi rutinitas antara hotel dan bandara.
Jadwal penerbangan terus bergeser, sementara informasi mengenai pembukaan bandara belum memberikan kepastian. Ia harus kembali menunggu sambil memantau perubahan informasi penerbangan yang belum kunjung stabil.
Pada Senin, 7 September 2026, jadwal penerbangannya bahkan berubah tiga kali, dari pukul 11.00 menjadi 15.00, lalu 21.00. Kondisi tersebut membuat penumpang harus terus menyesuaikan rencana hingga operasional bandara kembali normal, melansir VN Express, Rabu 9 September 2026.
Liburan Berubah Menjadi Perjalanan Tanpa Kepastian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341643/original/074988700_1788670000-ban4.jpg)
Situasi semakin membingungkan ketika Bandara Soekarno Hatta mengumumkan pembukaan pada Selasa dini hari, 8 September 2026. Trang kembali ke bandara sekitar pukul 01.00 dan mendapat informasi untuk menunggu hingga 03.30, tapi tidak menemukan petugas maskapai ketika kembali ke konter.
Pengecekan melalui aplikasi pelacak penerbangan justru menunjukkan pesawatnya telah berangkat menuju Hanoi pada pukul 07.00, tanpa pemberitahuan melalui email maupun aplikasi pemesanan tiket.
Pengalaman tertahan di bandara membuat perjalanan pulang terasa lebih melelahkan daripada sekadar menunggu jadwal penerbangan baru. Hingga pukul 11.00 pada Selasa, Trang masih berada di Soekarno-Hatta tanpa memperoleh kepastian dari maskapai.
Tiga hari perjalanan yang seharusnya menjadi bagian akhir liburan berubah menjadi aktivitas berpindah antara hotel dan terminal, disertai biaya tambahan sekitar Rp 4 juta dan pekerjaan di Hanoi yang ikut tertunda hingga waktu yang belum pasti.
Advertisement
Wisatawan Harus Mencari Rute Alternatif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342760/original/004745500_1788821714-IMG_0863.jpeg)
Kondisi serupa hampir dialami Duy Mạnh, wisatawan asal Vietnam yang berlibur bersama kelompoknya sejak 28 Agustus. Ia memiliki rencana terbang dari Surabaya menuju Jakarta pada 6 September sebelum melanjutkan perjalanan ke Hanoi.
Tiket dua penerbangan tersebut diperoleh dengan harga sekitar Rp4 juta setelah dipesan jauh-jauh hari, tetapi penerbangan Surabaya-Jakarta dibatalkan akibat gangguan operasional bandara.
Pilihan tersebut membuat biaya perjalanan Duy meningkat cukup besar. Pada 7 September, ia membeli tiket dari Surabaya menuju Singapura seharga sekitar Rp 8,5 juta, kemudian melanjutkan penerbangan dari Bandara Changi menuju Vietnam pada 8 September.
Rute yang lebih panjang menjadi pilihan ketika kepastian penerbangan langsung belum dapat diandalkan, sementara waktu kepulangan semakin mendesak.
Mengubah Cara Wisatawan Melihat Perjalanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341642/original/058691000_1788670000-ban3.jpg)
Gangguan penerbangan membuat sejumlah maskapai yang melayani rute Indonesia melakukan penyesuaian jadwal. Vietjet Air mengubah jadwal empat penerbangan pada 7 September sebelum menghentikan operasionalnya karena Bandara Jakarta masih ditutup.
Vietnam Airlines juga menyesuaikan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta pada 8 September. Pemerintah Indonesia belum dapat memastikan kapan penutupan bandara dan gangguan penerbangan berakhir karena kondisi cuaca terus berubah.
Pakar vulkanologi menilai erupsi kali ini sebagai fenomena tidak biasa. Angin kencang dan cuaca kering mendorong abu vulkanik yang mengandung sulfur serta silika menyebar lebih luas, sehingga berpotensi membahayakan mesin pesawat.
Bagi wisatawan yang terdampak, situasi ini menunjukkan pentingnya memperoleh informasi penerbangan yang jelas sekaligus menyiapkan alternatif perjalanan ketika jadwal berubah atau penerbangan dibatalkan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344627/original/053981100_1788955416-cek_fakta_soimah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342759/original/051911900_1788819245-20260907_153627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412054/original/002847300_1479720733-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339448/original/094977900_1788415789-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_bos-bi-singgung-kekuatan-ri-meski-pertumbuhan-ekonomi-kalah-dari-vietnam_1000428804.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308764/original/060739100_1754554747-pexels-guvo59-30506288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330823/original/015607700_1787452366-vietnam_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4535777/original/000684500_1691860585-b17e865d-278e-4820-bbd9-dd8e79944cce.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4535803/original/073398400_1691883499-e9185641-3d4e-4d7d-a5b1-48e104f9ec37.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2840282/original/037590300_1561783774-20190629-Hanoi-Tawarkan-Sensasi-Selfie-di-Rel-Kereta-AFP-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318612/original/011542900_1786112000-IMG_2815.jpeg)