Liputan6.com, Jakarta - Pagi baru saja beranjak ketika perjalanan Lifestyle Liputan6.com bersama Tourism Malaysia dan TransNusa, bulan lalu, kembali dimulai. George Town yang sehari sebelumnya ramai dengan jejak sejarah dan hiruk-pikuk kota kami tinggalkan perlahan.
Tujuan berikutnya adalah Perlis, negara bagian terkecil di Negeri Jiran yang terletak di ujung utara Semenanjung Malaysia dan berbatasan langsung dengan Thailand. Dari Penang, perjalanan darat membawa kami menuju Kangar, ibu kota Perlis.
Jalanan yang lapang membuat perjalanan sekitar 2,5 jam terasa ringan. Pemandangan perlahan berganti, dari kawasan urban dan heritage menuju daratan yang lebih tenang.
Advertisement
Tidak ada kemacetan yang mengusik perjalanan. Dari Kangar, kami nantinya bergerak ke Kuala Perlis sebelum menyeberang menuju Langkawi di Laut Andaman.
Kedekatan Perlis dengan Thailand turut memberi warna pada cita rasa setempat. Jejak pengaruh itu terasa saat kami singgah untuk makan di Anjung Keli, Kangar.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/9343931/original/011915500_1788926059-IMG_1510.jpg)
Siang itu, meja makan menjadi perkenalan pertama kami dengan cita rasa Perlis. Menu utama berupa ikan keli, atau lele dalam bahasa Indonesia, digoreng hingga kering, lalu ditemani sayuran mentah, serta sambal hijau dan merah yang segar.
Perut kenyang, perjalanan kembali berlanjut. Kangar Street Art menjadi persinggahan berikutnya. Mural di kawasan ini memang tidak semeriah George Town, tapi kesederhanaannya justru memberi gambaran tentang Perlis yang tidak berusaha menjadi salinan kota lain.
Sekitar 12 kilometer kemudian, kami tiba di Kuala Perlis. Kota pesisir ini menjadi salah satu gerbang penting menuju Langkawi.
Kapal ferry berangkat setiap hari dari sini dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Rute tersebut menawarkan cara lain untuk mencapai Langkawi: menyusuri daratan terlebih dahulu, lalu membiarkan laut mengambil alih perjalanan.
Selamat Datang di Langkawi
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/9343917/original/031821100_1788925824-IMG_1581.jpg)
Â
Langkawi menyambut kami bukan lewat jalan raya, melainkan dari atas catamaran Golden Eagle Cruise Langkawi. Unit terbaru mereka membawa kami menjauh dari daratan, memasuki perairan yang dikelilingi gugusan pulau kecil. Tebing batu menjulang di antara hutan yang lebat, sementara laut terbuka membentang sejauh mata memandang.
Dari tengah laut, Langkawi terasa seperti cerita yang jauh lebih besar daripada sebuah destinasi pantai. Kepulauan ini terdiri dari 99 pulau dengan Pulau Langkawi sebagai yang terbesar, sekaligus pusat kegiatan wisata.
Kawasan tersebut berada di negara bagian Kedah, di barat laut Semenanjung Malaysia. Nilai geologinya pun istimewa. Langkawi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2015, dengan sejumlah batuan yang diperkirakan berusia lebih dari 550 juta tahun.
Usia itu terasa hampir tidak masuk akal ketika berdiri di atas kapal dan menatap pulau-pulau di sekeliling kami. Batuan tersebut bahkan jauh lebih tua daripada era dinosaurus yang berlangsung sekitar 245 juta hingga 66 juta tahun lalu.
Â
Advertisement
Pesona Langkawi
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/9343930/original/070000200_1788925967-1fca7dfd-891c-41c6-9333-1ff5b80a7fcc.jpg)
Â
Nama Langkawi sendiri membawa cerita tentang elang. Istilah tersebut kerap dikaitkan dengan helang yang berarti elang dan kawi, kata yang merujuk pada warna merah kecokelatan.
Cerita itu menjadi nyata ketika catamaran memasuki perairan tempat burung-burung pemangsa biasa terlihat. Brahminy kite menjadi salah satu ikon yang paling mudah dikenali.
Kepala putih dan tubuh cokelat kemerahannya terlihat kontras di langit. Kehadirannya tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pesisir dan hutan bakau Langkawi yang menjadi habitat beragam satwa.Â
Perjalanan bersama Golden Eagle Cruise tidak sekadar mengajak penumpang menikmati pemandangan. Di bagian belakang catamaran tersedia area jaring yang dapat digunakan untuk berenang. Pemberhentian berikutnya menawarkan aktivitas air, seperti jetcar dan banana boat dengan biaya tambahan.
Paket catamaran yang kami gunakan dibanderol RM180 untuk dewasa atau sekitar Rp 788 ribu. Anak usia 4 hingga 12 tahun dikenakan RM140, setara sekitar Rp613 ribu, sementara anak di bawah 4 tahun dapat ikut secara gratis.
Â
Â
Â
Merapat ke Daratan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/9343927/original/055029400_1788925915-d65956fd-f49b-4aee-b08c-663dfad60288.jpg)
Sore mulai turun ketika hidangan seafood dan olahan ayam disajikan di atas kapal. Angin laut membuat makan terasa berbeda. Tidak lama kemudian, catamaran kembali bergerak menuju titik terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam.
Langit yang semula terang perlahan berubah. Matahari turun menuju cakrawala, meninggalkan semburat warna di atas laut yang tenang.
Cuaca cerah hari itu menjadi keberuntungan tersendiri. Sunset Langkawi hadir tanpa banyak suara, tapi justru karena itulah momen tersebut terasa magis. Laut, pulau, dan cahaya senja seperti berpadu menjadi satu gambar yang enggan segera dilupakan.
Kapal akhirnya membawa kami kembali ke daratan. Perjalanan hari itu belum benar-benar selesai. Riyaz Lavanya menjadi tempat kami beristirahat setelah seharian berpindah dari daratan Perlis menuju laut Langkawi.
Â
Advertisement
Malam di Langkawi
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/9343922/original/083444600_1788925893-6da3fe61-a232-4934-b857-51be4a8e4f97.jpg)
Hotel yang sebelumnya berfungsi sebagai apartemen ini berada di pusat kota. Interiornya tampil modern dan bersih dengan sentuhan estetis yang membuat kamar terasa nyaman untuk melepas lelah. Tarif menginapnya mulai dari RM540 atau sekitar Rp 2,3 juta.
Dalam perjalanan menuju hotel, kami melewati Pantai Cenang. Kawasan ini memperlihatkan wajah Langkawi yang berbeda dari panorama sunyi yang kami nikmati di tengah laut. Deretan hotel, restoran, toko, aktivitas wisata, dan kehidupan malam membuat kawasan tersebut tetap hidup setelah matahari tenggelam.
Hari itu terasa seperti perjalanan yang terus berganti wajah. Perlis memperlihatkan sisi Malaysia yang lebih tenang, Kuala Perlis menjadi jembatan menuju laut, lalu Langkawi membuka cerita lewat pulau, hutan, elang, dan matahari senja.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320371/original/018798600_1786347441-Stella.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3339591/original/000480600_1609737725-cek_fakta_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329565/original/022781600_1787284896-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-21T105934.816.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/9343918/original/099794100_1788925813-IMG_1464.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409553/original/011733700_1479455222-Malaysia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577119/original/061536500_1694777744-20230915-Bantar_Gebang-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343448/original/066415100_1788857565-Sunway_Medical_Centre__12_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342402/original/031889300_1788768576-694f9f47-8aa1-45ed-b7a2-491e4d9ad8fa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1773618/original/083337700_1510914819-20150922_malaysiaflag_afp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336016/original/076958300_1788090834-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_18.47.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341709/original/056768900_1788676741-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_13.37.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339801/original/010306900_1788429081-20260903_134748.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/27483/original/bbm-malaysia-130904c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338067/original/048570900_1788303268-20260901_154457.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337209/original/087672400_1788237278-BERITA_2.jpg)