Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Maybank Indonesia Tbk resmi meluncurkan program #BalikBAIK, sebuah inisiatif ekonomi sirkular yang mengajak sekolah dan masyarakat memilah serta mengolah kembali sampah plastik dan kain menjadi produk bernilai ekonomi.
Direktur Human Capital Maybank Indonesia, Irvandi, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk implementasi komitmen bank dalam menjalankan semangat Humanizing Financial Services.
“Program ini bagian dari komitmen kami sesuai semangat Humanizing Financial Services. Tidak hanya untuk pelayanan keuangan, tetapi kami juga ingin memberikan dampak positif yang nyata kepada masyarakat,” ujar Irvandi di SDN 08 Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026)
Advertisement
Global CR Day 2026 dilaksanakan secara serentak di 18 negara jaringan bisnis Maybank Group. Di Indonesia sendiri, kegiatan digelar di 66 titik cabang dengan acara puncak berlokasi di SDN 08 Ragunan.
Irvandi menjelaskan, #BalikBAIK merupakan tema baru dari payung program volunteerism Cahaya Kasih yang berjalan dalam siklus dua tahunan. Pada dua periode sebelumnya, Maybank mengusung tema literasi keuangan (financial literacy), dan tahun ini giliran tema upcycling serta ekonomi sirkular yang diangkat.
“Ini bukan program satu hari, melainkan program untuk dua tahun ke depan. Kita menyebutnya program Cahaya Kasih. Tahun-tahun sebelumnya kami mengusung tema financial literacy selama dua tahun, dan ini tahun pertama kami mengusung tema upcycling dengan proyek #BalikBAIK,” jelasnya.
Head of Sustainability PT Bank Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menambahkan bahwa pergantian tema berkala memang menjadi ciri khas Global CR Day. Ia berharap tema ini dapat dijalankan secara konsisten sepanjang dua tahun ke depan, bukan sekadar seremoni satu hari.
Skema Ekonomi Sirkular: Dari Sampah Jadi Produk Layak Jual
Program ini dijalankan melalui skema pilot project di enam sekolah dengan melibatkan lebih dari 500 relawan Maybank se-Indonesia dan sekitar 3.000 siswa. Selain itu, terdapat target tambahan 3.000 anak di luar sekolah formal yang akan dilatih memilah sampah dan memahami konsep upcycling.
Berdasarkan alur program, sampah dikumpulkan dari empat kategori material:
- Plastik keras (HDPE)
- Plastik lentur (LDPE)
- Plastik kemasan (PP)
- Kain dan pakaian bekas
Sampah yang terkumpul kemudian dijemput oleh relawan Maybank untuk diolah oleh mitra pelaksana, Yayasan Dampak Rappo Indonesia, menjadi merchandise, suvenir, furnitur, produk interior, hingga barang fungsional lainnya. Produk-produk daur ulang ini nantinya dipasarkan melalui berbagai saluran, mulai dari mitra Maybank, mitra sekolah, marketplace, hingga sistem titip jual (consignment).
Dalam inisiatif ini, Maybank berperan sebagai strategic initiator yang membangun arah dan menyediakan sumber daya. Sementara itu, Rappo bertindak sebagai mitra implementasi teknis ekonomi sirkular, dan sekolah menjadi impact hub sekaligus agen perubahan di tingkat komunitas.
Advertisement
Target Terukur dan Bukan Sekadar Seremoni
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341194/original/017842400_1788587447-photo_6116408067076329992_w.jpg)
Terkait akses pasar bagi produk hasil daur ulang, Maria menyatakan pihak bank siap memberikan wadah promosi.
“Melalui Yayasan Rappo, kami juga akan memberikan market access. Untuk acara-acara flagship kami, biasanya kami menghadirkan UMKM. Nah, ini salah satu bentuk market access yang kami lakukan,” tutur Maria. Ia menambahkan bahwa opsi kerja sama pasar lebih lanjut masih akan didiskusikan dengan mitra pelaksana.
Maybank menetapkan sejumlah target dampak terukur pada tahun pertama pelaksanaan:
- 1 ton sampah terkumpul dan didaur ulang.
- 1,1–3 ton CO2e estimasi emisi gas rumah kaca yang berhasil dihindari.
- 300 produk daur ulang tercipta.
- 4.000 murid terlibat dan teredukasi.
- 6 sekolah aktif mengelola sampah.
Meski demikian, Maria menegaskan pihaknya belum memaparkan estimasi nilai ekonomi konkret dari program ini karena baru memasuki hari pertama pelaksanaan.
“Hari ini baru kick-off, jadi kami tentu akan melakukan review terlebih dahulu. Target-target ini adalah sesuatu yang perlu kami ukur ke depannya, termasuk dampak ekonominya. Kami tidak ingin menyampaikan sesuatu yang belum lengkap,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa jumlah sekolah yang dilibatkan sengaja dibatasi pada tahap awal demi memastikan kedalaman dampak, bukan sekadar mengejar kuantitas.
“Yang kami ukur bukan banyak-banyakan sekolah, melainkan dampak nyata yang diberikan di dalam sekolah itu sendiri serta lingkungan di sekitarnya,” pungkas Maria.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322114/original/028275500_1786517260-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_11.06.24.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322240/original/097137300_1786522877-Stefanno_RIdwan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296983/original/016322000_1784039251-WhatsApp_Image_2026-07-14_at_19.49.58.jpeg)