Kapasitas Penyeberangan Ditambah Buat Urai Kemacetan Menuju Pelabuhan Ketapang

ASDP mengungkapkan kepadatan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi naik turun. Sejumlah upaya dilakukan mengurai kemacetan.

Diterbitkan 04 September 2026, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah kapasitas angkut penyeberangan dan menerapkan pola lebih cepat. Cara ini dilakukan untuk mengurai kemacetan truk menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menyampaikan kepadatan truk menuju Pelabuhan Ketapang masih terjadi dan diupayakan terurai. Termasuk dengan skema tiba-bongkar-berangkat (TBB) bagi kapal penyeberangan.

"(Kepadatan) masih naik turun. Dari regulator sudah menerapkan TBB dan juga kapal-kapal yang ukurannya lebih besar," ujar Windy usai dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (4/9/2026).

ASDP mencatat, kepadatan yang terjadi saat ini dipengaruhi peningkatan volume kendaraan logistik sekitar 14% dibandingkan periode yang sama bulan lalu. Serta adanya penyesuaian kapasitas layanan selama proses peningkatan kapasitas dermaga.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto menerangkan pihaknya bersama BPTD dan KSOP terus melakukan langkah percepatan penguraian antrean. "Sebanyak 24 kapal berkapasitas besar saat ini dioperasikan, dengan opsi penambahan kapal perbantuan sesuai kebutuhan," ujarnya.

Skema TBB, penyesuaian pola operasi kapal secara dinamis, serta pengaturan arus kendaraan melalui koordinasi intensif bersama regulator dan stakeholder terkait juga dijalankan.

Pemilik Tiket Tetap Dilayani

Media Syahrianto memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap dilayani sesuai ketentuan. Pengguna jasa diimbau mengantisipasi tambahan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan untuk menjaga kelancaran serta keamanan perjalanan.

"Dalam pelaksanaanya, ASDP juga memastikan pemberian service recovery kepada pengguna jasa yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku serta mengoptimalkan seluruh sumber daya bersama stakeholder terkait untuk mempercepat normalisasi antrean serta menjaga kelancaran konektivitas Jawa–Bali," beber dia.

Sebagai jembatan konektivitas nasional, ASDP berkomitmen untuk terus menjaga keandalan layanan penyeberangan sebagai bagian penting dari konektivitas Jawa–Bali.

Sekaligus memastikan proses peningkatan kapasitas infrastruktur dapat berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik secara berkelanjutan.

Penyebab Macet Horor di Pelabuhan Ketapang

Sebelumnya, kemacetan kendaraan mengular sepanjang 12 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. ​Pemicu utama adalah proyek revitalisasi infrastruktur yang sedang berlangsung, yakni peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi movable bridge (MB) berkapasitas 50 ton.

Selama masa pekerjaan, operasional dermaga belum berjalan 100 persen, sehingga jumlah kapal yang beroperasi berkurang dari kondisi normal (28 kapal) menjadi 25 kapal.

​Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa langkah tanggap darurat telah diambil melalui koordinasi intensif bersama regulator dan pemangku kepentingan setempat.

​“Kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan untuk mempercepat penguraian antrean. Evaluasi dan perbaikan terus kami lakukan agar layanan pada lintasan vital ini tetap optimal,” ujar Heru, Rabu (2/9/2026).

 

Pembagian Skema Taktis

​Untuk memangkas waktu sandar dan mempercepat alur bongkar muat, ASDP menyiagakan tiga kapal bantuan dengan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB).

​General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, merinci pembagian skema taktis di lapangan. Di Pelabuhan Gilimanuk, KMP Atayana dan KMP Portlink VII dioperasikan penuh dengan skema TBB. Sedangkan di Pelabuhan Ketapang, KMP Liputan XII dikhususkan melayani skema TBB untuk memicu pergerakan kendaraan secara bertahap.

​“Skema TBB ini mempercepat waktu rotasi kapal secara signifikan sehingga penumpukan kendaraan dapat terurai lebih cepat,” jelas Media.

​ASDP mengimbau para calon penumpang untuk mengatur ulang waktu perjalanan dan mengantisipasi potensi keterlambatan. Pengguna jasa dimohon tetap tertib dan mengikuti arahan petugas teknis di lapangan.

​Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keterlambatan masuk pelabuhan, ASDP memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para pemilik tiket.

​“Pengguna jasa tidak perlu khawatir tiketnya hangus akibat antrean ini. Dalam kondisi force majeure, seluruh tiket yang sudah dibeli tetap berlaku dan akan dilayani sesuai ketentuan,” tegas Media.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6