Persib Bandung Hadapi PSM Makassar di GBLA Meski Masih Renovasi

Persib Bandung memastikan laga pembuka BRI Super League 2026/2027 vs PSM Makassar digelar di GBLA meski stadion belum 100 persen siap.

Diterbitkan 04 September 2026, 18:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Persib Bandung memastikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, menjadi venue laga perdana BRI Super League 2026/2027 kontra PSM Makassar pada Minggu (6/9/2026). Keputusan itu diambil meski kondisi stadion disebut belum 100 persen siap.

Manajer Persib, Umuh Muchtar, menyampaikan keyakinannya bahwa partai kandang awal musim ini berjalan tanpa kendala.

“Alhamdulillah, walaupun GBLA belum 100 persen, karena di Si Jalak Harupat sudah tidak boleh dipakai, nanti kita main di sini. Mudah-mudahan semuanya lancar dan tidak ada masalah,” ujar Umuh Muchtar.

“Yang penting Persib dapat tiga poin. Persib selalu menang, insya Allah,” lanjut Umuh Muchtar.

Motivasi Tim dan Fokus Penuh

Menatap partai pembuka, Umuh Muchtar menilai tantangan tidak ringan. Ia menegaskan dukungan moril terus diberikan kepada skuad asuhan Igor Tolic agar siap dari menit awal.

Selain menjabat manajer, Umuh yang juga Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat menilai komposisi Maung Bandung musim ini sangat bagus dan kompetitif.

Kendati demikian, ia mengingatkan pentingnya kesiapan dan konsentrasi penuh di lapangan. “Insya Allah kalau lihat pemain-pemain sekarang. Walaupun dikatakan main bagus, tapi kalau belum waktunya bisa bahaya juga katanya,” tutur Umuh.

Membangun Kedekatan Pemain

Di luar urusan teknis, pria 78 tahun itu memilih mempererat kebersamaan tim lewat aktivitas sederhana, seperti makan bersama, untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan.

Menurutnya, momen tersebut bukan semata mengisi energi jelang pertandingan, melainkan ruang untuk memperkuat ikatan antarpemain.

“Kadang saya bawa makan ke mana, di mana. Itu semua tujuannya untuk mempersatukan, membangun kekeluargaan, dan mempererat persahabatan,” ungkap Umuh.

Ia menegaskan tak ingin ada sekat antara pemain lokal dan asing. “Tidak ada ‘oh kalau di sini lokal, di sana asing’. Kita semua harus berbaur. Kalau waktu makan mereka bisa ngobrol bersama, sambil saling bercanda. Itu yang kita perlukan,” imbuh Umuh.

“Jadi tidak ada lokal, tidak ada asing. Semuanya harus berbaur dan tetap bersatu,” tambah Umuh sambil mengakhiri.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Nova Arianto Dihantui Rekor Buruk Lawan Australia

Erwin Snaz, Harley Ikhsan, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan