ASDP Pastikan Penyeberangan Tetap Aman Pascagempa NTT

ASDP memastikan layanan penyeberangan di NTT tetap mengutamakan keselamatan setelah gempa Flores M7,7 dan 235 gempa susulan.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan operasional penyeberangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap dilakukan secara terukur setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). Sejumlah kapal sempat diarahkan berlindung di lokasi aman sebagai langkah mitigasi, sementara kondisi kapal, pelabuhan, dan perairan terus dipantau.

Gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB dan berpusat di laut utara Flores. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan tidak terdapat kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

Namun, hingga pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat 235 gempa susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,2. Masyarakat pun tetap diimbau tenang dan waspada.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan keselamatan kapal, pelabuhan, pengguna jasa, serta seluruh personel menjadi prioritas perusahaan.

“Dalam kondisi pascagempa, keselamatan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum layanan berjalan normal. Kami terus memantau kapal, pelabuhan, dan kondisi perairan serta berkoordinasi dengan BMKG, KSOP, KUPP, dan seluruh stakeholder,” ujar Heru dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi, sejumlah kapal diarahkan menuju lokasi yang dinilai aman hingga kondisi memungkinkan untuk kembali berlayar.

 

Kapal berlindung

KMP Sangkepalangga yang berlayar dari Jampea menuju Marapokot terpantau aman. Sementara KMP Komodo dan KMP Cucut yang sebelumnya berlindung di sekitar Pulau Monyet juga berada dalam kondisi aman.

Setelah pemantauan dilakukan, KMP Komodo melanjutkan perjalanan menuju Rinca pada pukul 13.30 WITA. Adapun KMP Cucut berlayar menuju Sape pada pukul 14.30 WITA. Sementara KMP Cakalang telah berlayar menuju Pelabuhan Waikelo.

Kondisi kapal dan pelabuhan di Bajoe serta Baubau juga dilaporkan aman. Di Kupang, KMP Ile Ape sebelumnya berlindung sebagai langkah kehati-hatian. Kapal tersebut kemudian diberangkatkan pada pukul 07.00 WITA untuk melayani lintasan Kewapante-Pemana pulang pergi dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

ASDP juga melakukan verifikasi terhadap fasilitas pelabuhan, termasuk Pelabuhan Maumere. Pemeriksaan dilakukan bersama Regional, Cabang, dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kelayakan fasilitas sebelum layanan kembali berjalan normal.

Langkah tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan dan informasi dari otoritas terkait.

 

Informasi Perjalanan Terbaru

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan mekanisme mitigasi dan pemantauan dilakukan secara berjenjang agar setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami memahami masyarakat membutuhkan kepastian informasi. Karena itu, komunikasi dan koordinasi terus diperkuat. Jika kondisi mengharuskan penyesuaian atau penghentian sementara layanan, ASDP akan mengambil langkah tersebut dengan mengutamakan keselamatan,” jelas Windy.

ASDP mengimbau pengguna jasa tetap tenang dan waspada. Masyarakat juga diminta memastikan informasi perjalanan terbaru, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memantau informasi resmi BMKG dan kanal komunikasi ASDP.

Perusahaan terus melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas dan sarana operasional di wilayah terdampak. Koordinasi dengan berbagai pihak juga diperkuat untuk memastikan layanan penyeberangan dapat berjalan sesuai kondisi lapangan.

“ASDP akan terus memeriksa fasilitas dan sarana operasional serta memperkuat koordinasi, agar layanan dapat berjalan optimal sesuai kondisi lapangan dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” tutup Windy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6