ASDP Dampingi Pemulihan Korban Kebakaran Kapal Aceh Hebat 2

Fokus utama ASDP Indonesia Ferry memastikan seluruh korban KMP Aceh Hebat 2 mendapatkan penanganan medis terbaik.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 20:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan penanganan korban kebakaran KMP Aceh Hebat 2 di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Pendampingan pemulihan korban terus dilakukan pihak perusahaan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyebut, ada 15 orang korban terdampak kebakaran KMP Aceh Hebat 2 tersebut. Dia memastikan perhatian dan fokus utama perusahaan saat ini tertuju pada penanganan para korban yang terdampak akibat kejadian tersebut. 

“Kami ingin memastikan bahwa para korban dan keluarga tidak menghadapi situasi ini sendirian. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta pendampingan yang diperlukan,” kata Heru dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).

Dalam proses penanganannya, sekitar 15 orang yang mengalami luka bakar telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. ASDP terus mendampingi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memantau perkembangan kondisi para korban dan memastikan seluruh kebutuhan penanganan dapat terpenuhi dengan baik.

“Atas nama manajemen ASDP, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini," kata dia.

"Pikiran dan perhatian kami saat ini sepenuhnya tertuju kepada para korban yang sedang menjalani perawatan serta keluarga yang mendampingi mereka. Kami turut mendoakan agar seluruh korban diberikan kekuatan dan dapat segera pulih,” Heru menambahkan.

Investigasi Penyebab Kebakaran

Saat ini perusahaan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam proses investigasi guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

ASDP berkomitmen mendukung penuh proses investigasi yang berlangsung serta melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya memperkuat standar keselamatan operasional.

“Keselamatan dan keamanan pengguna jasa serta seluruh insan yang bekerja di lingkungan operasional ASDP akan selalu menjadi prioritas utama perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab kami dalam memberikan layanan penyeberangan yang andal dan aman,” ujar Heru.

Kronologi KMP Aceh Hebat 2 Kebakaran

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkap kronologi kebakaran pada ruang mesin pada KMP Aceh Hebat 2. Kebakaran disebut bermula dari adanya ledakan pada pintu akses di ruang mesin.

GM ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan menerangkan, ledakan dan kebakaran di KMP Aceh Hebat 2 terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 11.13 WIB saat kapal berada dalam posisi sandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, setelah menyelesaikan proses bongkar muatan dari Pelabuhan Balohan, Sabang.

"Berdasarkan laporan awal, insiden diduga bermula dari ledakan pada sistem hidrolik pintu kedap air otomatis di ruang mesin," ungkap Andri dalam keterangan resmi, setelah dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (12/6/2026).

Api Dikendalikan dalam 4 Menit

Kemudian, awak kapal segera menjalankan prosedur keadaan darurat, melakukan upaya pemadaman, dan mengevakuasi korban. Berkat respons cepat awak kapal, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 3-4 menit sehingga tidak meluas ke area lainnya.

"ASDP menyampaikan apresiasi kepada seluruh awak kapal, petugas pelabuhan, tim medis, Dinas Pemadam Kebakaran, KSOP, Kepolisian, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan seluruh pihak yang bergerak cepat dalam penanganan kejadian ini," kata Andri.

Dia memastikan, ASDP terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam proses penanganan dan investigasi lebih lanjut, serta melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti insiden.

"Perusahaan berkomitmen mendukung seluruh proses yang diperlukan serta melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya penguatan standar keselamatan operasional. Kami turut mendoakan agar seluruh korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas dengan baik," ujar Andri.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6