Sikambal Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Warga Kampung Bali

Sikambal menjadi solusi pengelolaan sampah warga Kampung Bali melalui pemilahan, pengolahan organik, urban farming, dan edukasi lingkungan.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Warga Kampung Bali berinovasi mengolah sampah melalui Sistem Kampung Bali Berkelanjutan (Sikambal).
  • Sikambal mengintegrasikan sosial, lingkungan, ekonomi, menghasilkan produk bernilai jual seperti boneka edukasi.
  • Program ini melibatkan 400 warga, mengolah 1 ton sampah/bulan, dan masuk 3 besar inovasi DKI Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Warga Kampung Bali, Jakarta Pusat berinovasi dalam mengatasi persoalan sampah dengan mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai guna dan jual. 

Lurah Kampung Bali, Musa mengatakan, inovasi tersebut berupa Sistem Kampung Bali Berkelanjutan (Sikambal) mengintegrasikan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Salah satu integrasinya melalui pengolahan sampah menjadi produk bernilai jual, seperti boneka Sikambal yang sekaligus menjadi media edukasi bercocok tanam bagi anak-anak.

“Harapannya ke depan ini akan diproduksi massal oleh warga Kampung Bali sehingga menjadi ekonomi kreatif baru. Kami berharap bisa dijual di kisaran Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu,” kata Musa, melansir Antara, Kamis, (27/08/2026).

Musa menjelaskan Sikambal memiliki empat pilar, yakni Sikambal Digital untuk pencatatan bank sampah, Kampung Bali Magot untuk pengolahan sampah organik, Sikambal Urban Farming untuk pemanfaatan lahan sempit, serta Sikambal Edu sebagai media edukasi lingkungan.

Ia menyebut sekitar satu ton sampah organik dari RW 10 diolah setiap bulan melalui Kampung Bali Magot. Adapun penerapan Sikambal melibatkan sekitar 400 warga, termasuk kader PKK, Dasawisma, Jumantik, serta masyarakat RT dan RW.

 

 

Ajang Inovasi

Inovasi tersebut pun masuk tiga besar ajang inovasi kelurahan tingkat Provinsi DKI Jakarta. Musa optimistis Sikambal dapat meraih hasil terbaik karena program tersebut telah diterapkan dan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kita mencoba menampilkan yang terbaik, apa yang memang kita jalankan dan kita implementasikan. Sikambal ini memang sudah berjalan,” ujar Musa.Sementara itu, Kepala Pusat Riset Inovasi Daerah Bappeda DKI Jakarta Maruhal Mangasi Tunas Sijabat mengatakan verifikasi faktual dilakukan untuk memastikan kesesuaian konsep inovasi dengan penerapannya.

Ia berharap Sikambal terus dikembangkan dan tidak berhenti sebagai program perlombaan, tetapi memberikan manfaat bagi warga Kampung Bali.

“Tidak hanya sementara atau siapa yang punya ide, tetapi bagaimana konsep dan solusinya menyelesaikan salah satu masalah di Jakarta. Kemudian bagaimana keterlibatan warganya dan bagaimana program tersebut dapat berkelanjutan,” tutur Maruhal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6