Pramono Datangi Rumah Bambang, Pria Tewas saat Rusuh di Pejompongan

Pramono menemui keluarga Bambang secara tertutup sebelum melanjutkan kunjungan ke rumah Fathur, siswa yang menjadi korban pengeroyokan.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Jakarta Pramono Anung melayat Bambang Setiawan, korban meninggal kericuhan Pejompongan.
  • Pramono juga mengunjungi Fathur, siswa SMA korban pengeroyokan perusuh.
  • Keluarga Bambang menolak autopsi meski polisi mengajukan untuk mengetahui penyebab kematian.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung mendatangi rumah duka Bambang Setiawan, warga yang meninggal dunia setelah kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam.

Pramono tiba di rumah duka sekitar pukul 18.28 WIB, Jumat (28/8/2026). Ia langsung masuk ke rumah untuk menemui keluarga Bambang.

Pertemuan berlangsung tertutup. Pramono tidak banyak memberikan keterangan kepada awak media saat tiba maupun ketika meninggalkan rumah duka.

Ia hanya menyampaikan permintaan maaf dengan suara lirih.

"Maaf, maaf," ucap Pramono di dekat rumah duka, Jumat (28/8/2026).

Usai melayat Bambang, Pramono melanjutkan kunjungan ke kediaman Fathur, seorang siswa SMA yang menjadi korban pengeroyokan oleh orang yang diduga merupakan perusuh.

Bambang sebelumnya ditemukan dalam kondisi pingsan di kawasan Pejompongan setelah situasi di lokasi dinyatakan aman.

 

Bambang Meninggal Usai Dievakuasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan petugas sempat menerima informasi bahwa kericuhan masih berlangsung. Karena itu, proses evakuasi baru dilakukan setelah petugas memastikan kondisi cukup aman.

“Polri pun untuk melakukan evakuasi harus melihat, menghitung evakuasi tersebut aman bagi petugas,” kata Budi.

Setelah dievakuasi oleh Biddokkes Polda Metro Jaya, Bambang dibawa ke Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Mintohardjo. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia saat mendapat penanganan medis.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati sekitar pukul 23.30 WIB untuk menjalani identifikasi dan visum.

Polisi telah bertemu dengan keluarga Bambang dan mengajukan permohonan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Namun, keluarga menolak dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6