Liputan6.com, Jakarta - PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park, Subang, Jawa Barat. Fasilitas perakitan milik jenama asal Tiongkok ini bakal memproduksi berbagai model andalan, seperti M6 DM dan Atto 1, serta menyusul M6 EV, Atto 3, dan Denza D9.
Seiring dimulainya produksi lokal, BYD memastikan telah menghentikan secara total impor secara utuh atau completely built up (CBU) untuk pasar Indonesia. BYD berkomitmen beralih 100 persen dengan memproduksi seluruh lini kendarannya di Tanah Air.
"Sudah tidak (impor) sama sekali. Kita memang berkomitmen untuk stop, karena kita sudah punya pabrik," tegas Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Advertisement
Luther menambahkan, sejumlah model impor yang saat ini masih beredar akan tetap dijual hingga persediaannya habis. Selanjutnya, seluruh pasokan unit baru akan dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri.
"Unit yang kita jual sekarang mungkin masih ada dari sisa suplai sebelumnya, tetapi jumlahnya sudah sedikit sekali," lanjut Luther.
Â
Pemenuhan Komitmen Insentif Impor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339984/original/042365600_1788439568-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_19.40.01.jpg)
Selama ini, BYD memasarkan produk-produknya lewat skema impor CBU. Hal tersebut memanfaatkan fasilitas insentif dari pemerintah yang mengizinkan produsen melakukan impor selama dua tahun, dengan syarat dan komitmen mendirikan pabrik di Indonesia.
Sepanjang periode insentif impor CBU tersebut, BYD tercatat memanfaatkan kuota impor sekitar 92 ribu unit. Jumlah kuota ini wajib dikompensasi dengan memproduksi kendaraan dalam jumlah yang sama di dalam negeri selama dua tahun.
"Kita bukan impor sekadar untuk menjual, melainkan mengkompensasi dengan mengenalkan produk ke pasar terlebih dahulu, yang nantinya pasti akan kita produksi secara lokal," pungkas Luther.
Advertisement
Pabrik BYD Subang Siap Produksi 150 Ribu Unit per Tahun
Pabrik BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 126 hektare dengan total nilai investasi mencapai Rp11,7 triliun. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit kendaraan per tahun.
General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, menyampaikan bahwa saat ini pabrik BYD telah menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal.
"Jika sudah beroperasi pada kapasitas penuh, fasilitas produksi ini berpotensi menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja lokal," ujar Liu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9339442/original/040933600_1788415557-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_12.58.10.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262858/original/055003200_1781851317-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_20.14.51__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5660678/original/054064600_1778299664-arenaev_001__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387037/original/029259200_1761029261-arenaev_011.jpg)