Hyundai Boulder Terkuak, Ada Fitur Gila yang Bikin Rival Ketar-ketir

Dalam bocoran paten disebut-sebut merupakan gambaran kendaraan versi produksi dari SUV body-on-frame pertama Hyundai

Diterbitkan 03 September 2026, 20:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan di segmen SUV off-road ekstrem bakal semakin sengit. Hyundai dikabarkan tengah menyiapkan kendaraan penjelajah medan berat bernama Hyundai Boulder, yang diposisikan untuk menantang dominasi Ford Bronco dan Jeep Wrangler.

Wujud kendaraan tersebut kini mulai terungkap melalui gambar paten yang bocor ke publik. Mengutip Carscoops, Kamis (3/9/2026), desain yang terlihat dalam bocoran paten disebut-sebut merupakan gambaran kendaraan versi produksi dari SUV body-on-frame pertama Hyundai yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan off-road.

Secara tampilan, Hyundai Boulder mengusung bahasa desain yang disebut "Art of Steel". Karakter bodinya terlihat kekar, agresif, sekaligus fungsional, sesuai dengan identitas sebuah SUV yang dirancang untuk menaklukkan medan ekstrem.

Dari bagian depan, kap mesin Hyundai Boulder dibuat tinggi dan kekar. Area wajah kendaraan juga terlihat didominasi gril berukuran besar yang dipadukan dengan titik penarik recovery serta skid plate untuk melindungi bagian bawah kendaraan.

Beralih ke samping, desain Boulder semakin mempertegas karakter off-road. Siluetnya mengingatkan pada kendaraan penjelajah planet atau Mars Rover, dengan overfender berbentuk kotak dan berukuran tebal.

SUV ini juga disebut bakal menggunakan pelek berukuran besar yang dibalut ban off-road berdiameter hingga 37 inci. Sementara di bagian belakang terdapat ban cadangan yang dipasang pada pintu belakang, sebuah konfigurasi yang lazim ditemukan pada SUV petualang.

Kombinasi tersebut membuat Hyundai Boulder terlihat jauh berbeda dari sejumlah SUV Hyundai yang selama ini lebih berorientasi pada penggunaan jalan raya.

Masuk ke interior, Hyundai Boulder menggabungkan karakter kabin yang kokoh dengan teknologi modern. Dasbornya memiliki desain horizontal dan diperkirakan menjadi rumah bagi layar sentuh berukuran besar.

Sistem infotainment tersebut mengandalkan Pleos Connect berbasis Android Automotive, lengkap dengan asisten suara Gleo AI.

Meski menawarkan teknologi digital, Hyundai tidak menghilangkan sejumlah kontrol fisik yang penting untuk aktivitas off-road.

Tombol manual untuk mengatur low-range, pengunci diferensial, serta pilihan mode berkendara tetap dipertahankan. Kehadiran kontrol fisik ini menjadi nilai penting ketika kendaraan digunakan di medan berat, saat pengemudi membutuhkan akses cepat tanpa harus mengandalkan layar sentuh.

Urusan performa menjadi salah satu daya tarik utama Hyundai Boulder. SUV ini disebut dibangun menggunakan arsitektur body-on-frame berbahan baja, yang dirancang untuk memberikan ketahanan ketika digunakan di medan berat.

Untuk sumber tenaga, Hyundai disebut menyiapkan beberapa pilihan. Salah satunya mesin 2.5 liter turbo hybrid dengan tenaga sekitar 330 hp.

Selain itu, tersedia pula teknologi plug-in hybrid (PHEV) dengan output yang diklaim mencapai 400 hp. Hyundai juga diperkirakan menyediakan versi kendaraan listrik murni (EV).

Pilihan powertrain yang beragam tersebut menunjukkan bahwa Boulder tidak hanya mengandalkan mesin konvensional. Hyundai mencoba menggabungkan karakter SUV pekerja keras dengan teknologi elektrifikasi yang semakin berkembang.

Punya Sistem 4WD dan Fitur Tank Turn

Sebagai SUV yang diproyeksikan menghadapi medan ekstrem, Hyundai Boulder dibekali sistem penggerak 4WD.

Sistem tersebut disebut akan dilengkapi pengunci diferensial depan dan belakang.

Kombinasi ini memungkinkan distribusi tenaga yang lebih optimal ketika kendaraan melewati permukaan licin, berbatu, berlumpur, atau medan dengan tingkat artikulasi tinggi.

Boulder juga disebut menggunakan suspensi independen serta memiliki fitur tank turn. Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan melakukan manuver berputar di tempat dengan memanfaatkan perbedaan putaran roda.

Fitur semacam ini dapat memberikan keuntungan ketika SUV harus bermanuver di jalur sempit atau medan yang sulit untuk melakukan putar balik secara konvensional.

Kehadiran Hyundai Boulder menjadi sinyal bahwa Hyundai mulai mengambil langkah lebih serius di pasar SUV off-road murni.

Selama ini, Hyundai memang telah menawarkan varian XRT pada sejumlah modelnya. Namun, pendekatan tersebut lebih banyak berfokus pada peningkatan tampilan dan karakter crossover untuk penggunaan sehari-hari.

Boulder memiliki pendekatan yang berbeda. Dengan mengandalkan sasis ladder-frame, sistem 4WD, kemampuan low-range, pengunci diferensial, hingga fitur tank turn, SUV ini diproyeksikan memiliki kemampuan off-road yang jauh lebih serius.

Jika seluruh spesifikasi tersebut benar-benar dipertahankan hingga versi produksi, Hyundai Boulder berpotensi menjadi alternatif baru bagi konsumen yang menginginkan SUV ekstrem di luar nama-nama yang selama ini mendominasi segmen tersebut.

Bocornya gambar paten juga menjadi indikasi bahwa proyek SUV body-on-frame Hyundai tersebut semakin dekat menuju tahap produksi massal.

Jika desain agresif dan spesifikasi yang telah beredar benar-benar diwujudkan, Ford Bronco dan Jeep Wrangler tampaknya perlu mulai mewaspadai kehadiran penantang baru dari Korea Selatan ini.