iCAR V23 Jadi Kanvas Modifikasi, Dua Hasilnya Bikin Melirik

Konsep Plug and Play pada iCAR V23 memungkinkan pemilik melakukan personalisasi pada sejumlah bagian kendaraan

Diterbitkan 03 September 2026, 14:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mobil listrik iCAR V23 menawarkan karakter desain yang berbeda. Selain tampil dengan gaya khas, kendaraan ini juga dirancang untuk memberikan ruang bagi pemiliknya dalam mengekspresikan gaya personal melalui modifikasi.

Konsep Plug and Play pada iCAR V23 memungkinkan pemilik melakukan personalisasi pada sejumlah bagian kendaraan, mulai dari permainan warna, aksesori, kaki-kaki, hingga elemen lainnya.

Fleksibilitas tersebut terlihat pada dua unit iCAR V23 milik konten kreator otomotif Den Dimas dan Om Mobi. Keduanya menggunakan basis kendaraan yang sama, tetapi memilih pendekatan modifikasi berbeda.

Den Dimas membawa V23 ke arah mobil klasik Inggris, sedangkan Om Mobi memilih konsep EV City Slicker yang lebih modern dan urban.

Meski berbeda karakter, kedua modifikasi tersebut tetap mempertahankan fungsi V23 sebagai kendaraan listrik untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Metta Yunita, Head of Marketing iCAR Indonesia menyebutkan, melalui konsep Plug and Play, iCAR ingin memberikan ruang bagi pemilik V23 untuk menjadikan kendaraannya lebih personal, dapat disesuaikan dengan gaya yang berbeda, mulai dari karakter klasik hingga lebih urban, sesuai preferensi masing-masing pemilik.

"Bagi kami, kebebasan untuk berkreasi dalam mempersonalisasi kendaraan menjadi bagian penting dari pengalaman memiliki iCAR V23,” ujarnya.

Bagi Den Dimas, karakter desain menjadi salah satu daya tarik utama iCAR V23. Desain yang gagah, posisi berkendara tinggi, serta kaca depan tegak menghadirkan nuansa kendaraan 4x4 yang sesuai dengan seleranya.

Kehadiran tombol-tombol fisik di dalam kabin juga mendapat apresiasi karena dinilai praktis untuk digunakan sehari-hari.

Karakter tersebut kemudian dikembangkan melalui sejumlah modifikasi eksterior. Salah satu ubahan yang dilakukan adalah mengganti ukuran pelek dari 21 inci menjadi 17 inci.

Penggunaan pelek yang lebih kecil tersebut ditujukan untuk mendapatkan profil ban yang lebih tebal, sekaligus memperkuat kesan klasik pada kendaraan.

“Untuk konsep modifikasi yang saya usung di mobil saya adalah gaya simple tapi tetap klasik. Velg saya turunkan dari 21 ke 17 inci karena mau mencari profil yang lebih tebal. Selain itu, secara eksterior saya juga ingin memberikan kesan two-tone dengan atap dan kaca belakang broken white, terinspirasi dari mobil-mobil Inggris,” ujar Den Dimas.

Selain mengubah ukuran pelek, Den Dimas memberikan sentuhan warna broken white pada bagian atap dan kaca belakang.

Kombinasi tersebut menghasilkan tampilan two-tone yang membuat iCAR V23 miliknya semakin menonjol, sekaligus memberikan nuansa mobil-mobil klasik Inggris.

Menariknya, modifikasi tersebut tidak membuat V23 hanya menjadi kendaraan untuk dipajang. Den Dimas tetap menggunakannya untuk berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk mengantar anak sekolah.

Untuk penggunaan harian, ia lebih banyak memanfaatkan Eco Mode. Sementara biaya listrik yang dikeluarkan disebut sekitar Rp500 ribu per bulan.

V23 juga sempat dibawa untuk aktivitas off-road ringan di Sentul. Den Dimas menilai performanya mampu memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan ekspektasi.

Menurutnya, kombinasi desain, kemudahan penggunaan, dan fleksibilitas modifikasi membuat V23 memiliki daya tarik tersendiri.

“Buat saya, iCAR V23 menjawab kebutuhan orang yang ingin memiliki mobil klasik 4x4 tapi tidak mau repot,” pungkasnya.

Model Modifikasi Lainnya

Jika Den Dimas memilih gaya klasik, Om Mobi justru membawa iCAR V23 ke arah yang lebih modern melalui konsep EV City Slicker.

Modifikasi tersebut ditujukan untuk memperkuat karakter stylish V23 sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

“V23 adalah mobil listrik kami yang paling ganteng. Menonjol pada sisi tampilan dan surprisingly hemat untuk pemakaian normal dalam kota. Dalam kondisi kota lancar, range-nya bisa lebih dari ekspektasi,” ungkap Om Mobi.

Menurut Om Mobi, daya tarik V23 terletak pada ruang eksplorasi yang diberikan kepada pemilik. Tidak hanya eksterior dan kaki-kaki, bagian interior juga dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing.

Ia turut melakukan penyesuaian pada sistem audio agar sesuai dengan selera pribadi. Sementara stiker logo MotoMobi menjadi salah satu detail yang memperkuat identitas V23 miliknya.

“Setelah dimodifikasi sesuai selera, kami jadi merasa lebih percaya diri menggunakan V23. V23 memang sebuah mobil yang bisa terus dikembangkan mengikuti kebutuhan pemiliknya,” tambah Om Mobi.

Selain menawarkan ruang personalisasi, Om Mobi menilai kenyamanan menjadi salah satu keunggulan V23 untuk penggunaan harian.

Kabin yang nyaman, jok empuk, dan tingkat kekedapan yang dinilai cukup baik menjadi beberapa aspek yang ia apresiasi.

Penggunaan tombol fisik untuk mengatur AC dan volume juga dianggap praktis karena pengemudi tidak perlu terlalu bergantung pada layar ketika melakukan pengaturan saat berkendara.

Bagi Om Mobi, kombinasi desain yang unik, efisiensi penggunaan dalam kota, serta kemudahan modifikasi membuat V23 menjadi salah satu pilihan menarik di segmen mobil listrik.

“Kalau ada teman dan keluarga yang ingin mobil listrik, kami merekomendasikan V23 karena mobil listrik biasanya bentuknya yang unik, tidak membosankan, dan mudah dimodifikasi,” tutup Om Mobi.

Modifikasi yang dilakukan Den Dimas dan Om Mobi menunjukkan bagaimana iCAR V23 dapat memiliki karakter berbeda sesuai selera pemiliknya.

Den Dimas memilih pendekatan klasik dengan pelek 17 inci, ban berprofil lebih tebal, serta kombinasi warna broken white untuk menghadirkan nuansa mobil Inggris.

Sementara Om Mobi mengusung konsep EV City Slicker dengan tampilan yang lebih urban, ditambah penyesuaian sistem audio dan sentuhan identitas MotoMobi.

Perbedaan tersebut menjadi gambaran bagaimana konsep Plug and Play pada iCAR V23 memberikan keleluasaan bagi pemilik untuk berkreasi.

Pada akhirnya, V23 tidak hanya menawarkan fungsi sebagai mobil listrik untuk mobilitas sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi kanvas modifikasi yang memungkinkan pemilik membangun karakter kendaraan sesuai gaya dan kebutuhannya.