Liputan6.com, Jakarta - Polusi udara di kota-kota besar menjadi persoalan yang semakin sulit diabaikan. Padatnya lalu lintas dan tingginya jumlah kendaraan bermotor turut berkontribusi terhadap buruknya kualitas udara.
Mengurangi jumlah mobil yang melintas di jalan tentu bukan perkara mudah. Namun, pemilik kendaraan tetap bisa mengambil peran dengan melakukan berbagai langkah sederhana untuk menekan emisi gas buang kendaraan.
Perawatan mobil yang tepat tidak hanya membuat kendaraan tetap prima, tetapi juga membantu menjaga proses pembakaran mesin agar lebih efisien. Dengan begitu, emisi yang dihasilkan dapat ditekan.
Advertisement
Dilansir dari laman resmi Daihatsu, Rabu (2/9/2026), berikut enam cara praktis yang bisa dilakukan pemilik mobil untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan.
1. Gunakan BBM Sesuai Spesifikasi Mesin
Setiap mesin mobil dirancang untuk menggunakan bahan bakar dengan tingkat oktan atau Research Octane Number (RON) tertentu.
Menggunakan BBM yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan berpotensi membuat proses pembakaran tidak optimal. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat memicu terbentuknya deposit karbon di ruang bakar dan memengaruhi emisi gas buang.
Karena itu, pemilik mobil sebaiknya tidak sekadar memilih BBM berdasarkan harga. Pastikan jenis bahan bakar yang digunakan sesuai dengan rekomendasi yang tercantum dalam buku manual kendaraan.
Penggunaan BBM yang tepat juga menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga performa dan efisiensi mesin.
2. Hindari Terlalu Sering Berganti Jenis BBM
Selain memilih BBM yang sesuai, kebiasaan bergonta-ganti jenis bensin juga sebaiknya dihindari.
Mencampur atau berganti-ganti BBM dengan tingkat oktan berbeda tanpa alasan yang jelas dapat membuat karakter pembakaran mesin berubah. Jika proses pembakaran tidak optimal, konsumsi bahan bakar bisa meningkat dan pada akhirnya emisi gas buang juga berpotensi bertambah.
Sebaiknya, gunakan jenis BBM sesuai rekomendasi pabrikan secara konsisten. Jika ingin beralih ke jenis BBM lain, pastikan tetap sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan.
3. Jangan Biasakan Tangki BBM Hampir Kosong
Kebiasaan menunggu indikator bahan bakar menyala sebelum mengisi BBM juga sebaiknya mulai ditinggalkan.
Menjaga tangki tidak dalam kondisi hampir kosong merupakan salah satu bagian dari perawatan kendaraan. Pasalnya, kondisi bahan bakar yang sangat minim dapat memengaruhi kinerja sistem bahan bakar, terutama jika terdapat kotoran atau endapan di dalam tangki.
Jika suplai bahan bakar ke mesin terganggu, proses pembakaran pun bisa menjadi tidak optimal. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berdampak terhadap performa mesin dan emisi yang dihasilkan.
Karena itu, jangan menunggu tangki benar-benar kosong untuk mengisi bahan bakar.
4. Rutin Periksa Tekanan Ban
Tekanan ban ternyata juga memiliki kaitan dengan efisiensi bahan bakar dan emisi kendaraan.
Ban yang kekurangan tekanan akan meningkatkan hambatan gulir. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan mobil.
Kerja mesin yang semakin berat dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Ketika bahan bakar yang digunakan semakin banyak, emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan juga berpotensi meningkat.
Karena itu, luangkan waktu untuk memeriksa tekanan ban secara rutin. Sesuaikan tekanan dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada label di bagian kendaraan atau buku manual.
5. Jangan Lupa Lakukan Spooring
Spooring bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan dan kestabilan mobil. Kondisi roda yang tidak selaras juga dapat membuat mobil bekerja kurang efisien.
Salah satu cara sederhana untuk mengetahui adanya masalah pada penyelarasan roda adalah dengan memperhatikan perilaku setir ketika mobil melaju pada kecepatan rendah.
Jika setir cenderung bergerak atau menarik ke satu sisi ketika pengemudi tidak mengarahkannya, ada kemungkinan posisi roda tidak lagi selaras. Kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksa di bengkel.
Spooring membantu menyelaraskan kembali posisi roda. Mobil yang lebih stabil dan memiliki arah roda yang tepat juga dapat mengurangi beban kerja kendaraan, sehingga efisiensi berkendara tetap terjaga.
6. Bijak Menggunakan Mobil
Cara paling sederhana untuk mengurangi emisi kendaraan sebenarnya adalah mengurangi penggunaan mobil untuk perjalanan yang tidak diperlukan.
Jika tujuan berada cukup dekat dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum, tidak ada salahnya meninggalkan mobil di garasi.
Semakin jarang mobil digunakan untuk perjalanan yang tidak perlu, semakin sedikit pula bahan bakar yang dibakar dan emisi yang dilepaskan ke udara.
Kebiasaan sederhana ini memang terlihat kecil jika dilakukan seorang diri. Namun, jika diterapkan oleh banyak pengendara, dampaknya terhadap kualitas udara di kawasan perkotaan tentu bisa lebih besar.
Advertisement
Merawat Mobil, Ikut Menjaga Kualitas Udara
Menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Sebagai pemilik kendaraan, kontribusi tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Mulai dari menggunakan BBM sesuai spesifikasi, memeriksa tekanan ban, melakukan spooring ketika diperlukan, hingga mengurangi perjalanan yang tidak penting, semuanya dapat menjadi bagian dari upaya menekan emisi gas buang mobil.
Perawatan kendaraan secara rutin juga membuat mobil tetap dalam kondisi prima sehingga pembakaran mesin dapat berlangsung lebih optimal.
Pada akhirnya, udara bersih merupakan kebutuhan bersama. Karena itu, menjadi pengendara yang bijak bukan hanya soal menjaga mobil tetap sehat, tetapi juga ikut menjaga kualitas udara yang dihirup keluarga dan masyarakat di sekitar kita.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338391/original/066538400_1788327609-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-02T123903.075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359126/original/045528800_1758620783-OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/683630/original/_75114601_beijingsmogafp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336473/original/088392600_1788162702-ber_5a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337786/original/036048400_1788257222-Screenshot_2026-09-01_080935.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4096574/original/077492000_1658405108-store_olx_autos.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337209/original/087672400_1788237278-BERITA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336378/original/021079500_1788158600-BMW-X7-M60-spy-shots-00004-1536x1024.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337910/original/068644400_1788263298-IMG-20260901-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5660678/original/054064600_1778299664-arenaev_001__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)