Liputan6.com, Jakarta - Memilih venue pernikahan tidak cukup hanya dengan melihat foto di media sosial. Calon pengantin perlu datang langsung untuk mengecek ukuran ruang, alur tamu, fasilitas keluarga, akses vendor, dan rencana ketika cuaca berubah.
Pemeriksaan tersebut membantu pasangan mengetahui kondisi sebenarnya sebelum menentukan tempat untuk hari istimewa. Jagarasa Venue membuka kesempatan bagi calon pengantin untuk melihat langsung lokasi melalui Open House pada 19─20 September 2026 di Bogor.
Agenda tersebut terbagi menjadi Wedding Preview pada Sabtu, 19 September 2026 pukul 12.00-20.00 WIB dan Venue Showing pada Minggu, 20 September 2026 pukul 10.00-16.00 WIB.
Advertisement
Pihaknya mengingatkan pasangan agar tidak berhenti pada kesan visual ketika melakukan survei. Pemeriksaan langsung memungkinkan pasangan membandingkan kondisi lapangan dengan kebutuhan acara yang sudah mereka susun, merujuk keterangan mereka pada Lifestyle Liputan6.com, Rabu, 2 September 2026.
1. Cek kapasitas efektif
Calon pengantin perlu membedakan kapasitas maksimum dengan kapasitas yang benar-benar nyaman digunakan. Jagarasa Venue mencantumkan kapasitas Glass House sekitar 200─300 orang untuk standing party. Penggunaan seluruh area dapat menampung sekitar 500─600 orang.
Jumlah tamu bukan satu-satunya penentu. Ukuran pelaminan, meja keluarga, buffet, area hiburan, photobooth, serta jalur pelayanan dapat mengurangi ruang yang tersedia. Pasangan juga perlu memperkirakan pola kedatangan tamu agar antrean tidak menumpuk pada satu titik.
2. Periksa alur tamu dan keluarga
Calon pengantin sebaiknya mencoba berjalan mengikuti alur acara sejak kendaraan tiba hingga tamu memasuki ruang utama. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan posisi penerima tamu, buffet, toilet, musala, ruang rias, serta area keluarga.
Pasangan perlu memastikan perpindahan antar-ruang tetap nyaman, terutama bagi orang tua, keluarga lanjut usia, dan tamu yang membawa anak.
Â
3. Siapkan Rencana Saat Hujan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339098/original/083528900_1788399064-3.jpeg)
Konsep outdoor membutuhkan rencana cadangan yang jelas. Pasangan perlu menanyakan lokasi alternatif, waktu pemindahan dekorasi, perlindungan peralatan listrik, serta pihak yang mengambil keputusan ketika cuaca memburuk.
4. Hitung fasilitas berdasarkan kebutuhan
Pasangan perlu menilai fasilitas berdasarkan jumlah pengguna. Ruang rias, misalnya, harus memiliki kapasitas yang memadai untuk orang-orang yang bersiap sekaligus menyediakan akses yang praktis menuju prosesi.
5. Perhatikan parkir dan akses kendaraan
Informasi venue menyebut kapasitas parkir hingga 30 mobil di dalam area dan hingga 50 mobil di luar, bergantung pada pengaturan. Calon pengantin perlu menanyakan lokasi drop-off, kendaraan keluarga, akses kendaraan vendor, dan kebutuhan petugas parkir.
Jumlah kendaraan juga perlu dibandingkan dengan jumlah tamu. Pasangan dapat mempertimbangkan transportasi bersama atau sistem antar-jemput jika kapasitas parkir tidak sebanding dengan kebutuhan acara.
Â
Advertisement
6. Tanyakan Aturan Vendor dan Paket
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339099/original/045648000_1788399075-4.jpeg)
Jagarasa Venue menawarkan pilihan Venue Only serta paket all-in untuk beberapa skala acara. Pasangan perlu memahami komponen yang termasuk dalam paket, vendor yang wajib digunakan, serta biaya ketika memilih atau tidak menggunakan komponen tertentu.
Open House menghadirkan Ligar Decoration, Savira Wedding, Tropis.id Decoration, Itha House Decoration, BGJ Photo, A Gunawan Sebastian MC, Rumah Nada Entertainment, dan Muwara Wedding. Kehadiran berbagai vendor dapat dimanfaatkan untuk membahas kebutuhan dekorasi, dokumentasi, hiburan, rundown, dan koordinasi hari H.
7. Hitung kebutuhan listrik dan operasional
Calon pengantin juga perlu membahas sumber daya listrik sejak awal. Informasi venue mencantumkan alokasi listrik 1.200 watt dan genset. Kebutuhan aktual tetap bergantung pada sound system, lampu dekorasi, perangkat rias, dokumentasi, dan peralatan katering.
Â
Cek Daftar Kebutuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339097/original/054995300_1788399051-2.jpeg)
Pasangan dapat membawa daftar kebutuhan teknis ketika melakukan survei agar tim venue dan vendor bisa menghitung kebutuhan daya secara lebih tepat. Pembagian tanggung jawab saat membutuhkan tambahan daya juga perlu dipastikan sebelum hari pernikahan.
Sementara itu, sesi Wedding Preview dan Venue Showing memberikan kesempatan berbeda bagi calon pengantin. Agenda pertama memungkinkan pasangan melihat perubahan suasana Glass House dari siang hingga malam.
Agenda kedua dapat digunakan untuk memeriksa fasilitas, ukuran ruang, akses, serta alur lokasi secara lebih mendalam. Calon pengantin sebaiknya datang dengan data perkiraan tamu, kebutuhan acara, pilihan tanggal, anggaran, serta daftar vendor.
Catatan tersebut membantu pasangan membandingkan venue secara objektif setelah kunjungan. Penilaian dapat mencakup fungsi ruang, kenyamanan tamu, kemudahan koordinasi, total anggaran, dan risiko.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339337/original/011380800_1788411813-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-03T120214.684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302223/original/051263400_1784536914-cek_fakta_-_Ahok_kaesang_PSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339096/original/051056700_1788399040-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339085/original/056160100_1788397896-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339228/original/064889500_1788406681-Gemini_Generated_Image_gsr3xegsr3xegsr3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334338/original/012355100_1787833735-SnapInsta.to_758671455_18576141913066547_4126972444480429890_n.jpg)