Liputan6.com, Jakarta - Makanan ekstrem Thailand selalu menarik perhatian, karena menggunakan bahan yang bagi sebagian orang tidak lazim. Beberapa yang disukai masyarakat di sana di antaranya katak, serangga, udang mentah, telur semut, hingga daging tikus sawah. Namun, sebagian makanan tersebut sebenarnya memiliki kemiripan dengan bahan pangan yang juga dikenal di Indonesia.
Perbedaan penyebutan dan cara pengolahan sering membuat makanan dari Thailand terlihat asing. Katak, misalnya, diolah menjadi Kob Thot, sedangkan Indonesia mengenalnya melalui hidangan swike. Begitu pula serangga goreng yang dalam kuliner Thailand dikenal sebagai Malaeng Thot dan memiliki kemiripan dengan kebiasaan makan serangga di sejumlah daerah Indonesia.
Adapun, 10 makanan ekstrem Thailand berikut perlu dilihat sebagai bagian dari keragaman pangan dan kebiasaan masyarakat di negeri gajah putih tersebut. Lantas apa saja kah itu? Untuk mengetahuinya, simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Rabu (2/9).
Advertisement
1. Kob Thot atau Katak Goreng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338686/original/075811200_1788337809-Fried_fog.jpg)
Kob Thot menggunakan katak yang digoreng dan disajikan sebagai makanan. Bahan ini mungkin tidak terdengar asing bagi masyarakat Indonesia karena katak juga digunakan dalam hidangan swike.
Perbedaannya terletak pada cara penyajian dan bumbu yang mengikuti kebiasaan kuliner masing-masing negara. Karena itu, makanan ini tidak sepenuhnya asing bagi lidah Indonesia.
Kob Thot menjadi contoh bahwa makanan yang dianggap ekstrem oleh wisatawan bisa merupakan bahan pangan biasa bagi masyarakat setempat.
Advertisement
2. Malaeng Thot yakni Aneka Serangga Goreng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338687/original/013774400_1788337810-Walang_goreng.jpeg)
Malaeng Thot merupakan sebutan untuk berbagai serangga yang digoreng dan dijual sebagai makanan. Jenisnya dapat berupa jangkrik, belalang, ulat sutra, ulat bambu, hingga serangga air.
Kebiasaan tersebut juga memiliki kemiripan dengan sejumlah makanan di Indonesia. Gunungkidul, misalnya, dikenal dengan olahan ulat jati, walang goreng, dan puthul goreng.
Karena itu, serangga goreng tidak tepat dipandang hanya sebagai makanan wisata. Di sejumlah daerah Asia, bahan tersebut memang masuk dalam kebiasaan pangan masyarakat.
3. Goong Ten Aneka Udang yang Disajikan Mentah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5132850/original/003460900_1739509903-composition-frozen-sea-food-table_23-2148969399.jpg)
Goong Ten dikenal sebagai dancing shrimp karena menggunakan udang air tawar yang disajikan mentah bersama bumbu. Hidangan ini dikenal di wilayah Isan, Thailand.
Udang dicampur dengan bahan seperti jeruk nipis, cabai, kecap ikan, dan rempah. Cara penyajiannya membuat hidangan ini terlihat berbeda dari olahan udang yang umum ditemukan di Indonesia.
Makanan ini perlu dibedakan dari udang matang karena bahan mentah memiliki risiko pangan tersendiri. Pengetahuan tentang bahan dan pengolahannya menjadi bagian penting sebelum mencicipinya.
Advertisement
4. Goong Chae Nam Pla yang Merupakan Udang Mentah Berbumbu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338688/original/069852500_1788337819-Goong_Chae_Nam_Pla.jpg)
Goong Chae Nam Pla juga menggunakan udang mentah yang dicampur kecap ikan, jeruk nipis, bawang putih, dan cabai. Hidangan tersebut sering dibandingkan dengan sajian udang mentah seperti sashimi.
Perbedaannya terletak pada bumbu yang digunakan. Kecap ikan dan jeruk nipis memberi karakter yang mengikuti pola masakan Thailand.
Bagi pembaca Indonesia, bahan utamanya sebenarnya mudah dikenali. Yang membuatnya masuk daftar makanan ekstrem Thailand adalah cara penyajian udang yang tidak melalui proses pemasakan.
5. Khai Mot Daeng yakni Telur dan Larva Semut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338689/original/078900800_1788337819-Khai_Mot_Daeng.jpg)
Khai Mot Daeng menggunakan telur, larva, atau pupa semut rangrang. Bahan tersebut dapat dimasukkan ke dalam sup, salad, kari, atau omelet.
Di Thailand, bahan ini banyak dikaitkan dengan wilayah Isan dan digunakan dalam berbagai makanan. Penggunaannya menunjukkan bahwa serangga tidak selalu dimakan dalam bentuk gorengan.
Masyarakat Indonesia juga mengenal telur semut rangrang dalam konteks pangan, terutama sebagai bahan yang dikumpulkan dari alam dan digunakan dalam makanan tertentu.
Advertisement
6. Rot Duan Berupa Ulat Bambu Goreng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338690/original/087486600_1788337819-Rot_Duan.jpg)
Rot Duan merupakan nama yang digunakan untuk ulat bambu yang digoreng. Bahan ini dikenal sebagai bamboo caterpillar dan termasuk serangga yang dikonsumsi di Thailand.
Ulat bambu sering dijual bersama jenis serangga lain di pasar atau penjual makanan. Bentuknya menjadi salah satu alasan makanan ini terlihat tidak biasa bagi wisatawan.
Di Indonesia, masyarakat pada sejumlah daerah juga mengonsumsi larva atau ulat dari lingkungan sekitar. Kesamaan ini memperlihatkan hubungan antara lingkungan, bahan pangan, dan kebiasaan makan.
7. Maeng Da Atau Makanan Serangga Air yang Diolah Jadi Sambal
Maeng Da merujuk pada serangga air raksasa yang digunakan dalam makanan Thailand. Serangga ini dapat digoreng atau digunakan sebagai bahan nam phrik maeng da, yaitu sambal yang memakai serangga tersebut.
Bahan ini berbeda dari Maeng Da Talay yang merujuk pada belangkas atau horseshoe crab. Perbedaan nama tersebut penting agar pembaca tidak keliru ketika menemukan menu Thailand.
Penggunaan serangga sebagai bagian dari sambal menunjukkan bahwa bahan tersebut tidak selalu menjadi makanan utama. Dalam beberapa hidangan, serangga justru berfungsi sebagai bahan pembentuk rasa.
Advertisement
8. Larb Lued Yaitu Hidangan Daging dengan Darah
Larb Lued dikenal sebagai sajian daging yang menggunakan darah sebagai bagian dari hidangan. Jenis makanan berbasis daging mentah memang ditemukan dalam tradisi kuliner Thailand bagian utara dan timur laut.
Penggunaan darah membuat hidangan ini terlihat berbeda bagi pembaca yang terbiasa dengan makanan matang. Tradisi tersebut juga berkaitan dengan variasi larb di berbagai wilayah Thailand.
Namun, makanan berbahan daging mentah perlu dipahami dari sisi keamanan pangan. Informasi mengenai bahan, kebersihan, dan proses penyajian penting sebelum seseorang memutuskan untuk mencobanya.
9. Tikus Sawah Panggang
Tikus sawah juga dikonsumsi di sejumlah wilayah pedesaan Thailand. Hewan yang ditangkap dari area persawahan dapat dipanggang dan dijual sebagai pangan.
Bagi masyarakat Indonesia, bahan ini mungkin terasa tidak asing karena tikus sawah juga dikenal dalam sejumlah tradisi pangan daerah tertentu.
Perbedaan utamanya terletak pada penerimaan budaya. Bahan yang dianggap makanan di satu daerah bisa dipandang berbeda di daerah lain karena kebiasaan, lingkungan, dan pengalaman masyarakat.
Advertisement
10. Yam Khai Maeng Da Atau Telur Belangkas
![[Bintang] Thailand](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jszPRatvBtM0vvMerrxWvZAbU-c=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1687067/original/762001c5f06d5bc4c79e53f027ff14e4-009409000_1503381964-1.jpg)
Yam Khai Maeng Da merupakan salad Thailand yang menggunakan telur belangkas sebagai bahan. Telur tersebut biasanya dicampur dengan mangga muda, cabai, jeruk nipis, dan kecap ikan.
Belangkas memiliki bentuk yang berbeda dari kepiting sehingga makanan ini kerap masuk daftar kuliner yang menarik perhatian wisatawan.
Namun, konsumsi bahan ini memerlukan kehati-hatian karena tidak semua hewan yang menyerupai belangkas aman dimakan. Pemilihan sumber pangan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Makanan Ekstrem Khas Thailand
1. Apa makanan ekstrem Thailand yang paling dikenal?
Beberapa yang sering dibahas antara lain Malaeng Thot, Goong Ten, Khai Mot Daeng, Kob Thot, dan Yam Khai Maeng Da.
2. Apakah orang Thailand makan serangga?
Ya. Serangga dikonsumsi di sejumlah wilayah Thailand, terutama bagian utara dan timur laut, baik sebagai camilan maupun bahan masakan.
3. Apakah makanan Thailand menggunakan katak?
Ya. Katak dapat diolah menjadi makanan, termasuk digoreng. Hidangan tersebut memiliki kemiripan dengan penggunaan katak dalam swike di Indonesia.
4. Apakah telur semut dimakan di Thailand?
Ya. Telur dan pupa semut rangrang digunakan dalam salad, sup, kari, dan omelet pada sejumlah masakan Thailand.
5. Apakah makanan ekstrem Thailand selalu dimakan oleh seluruh masyarakat Thailand?
Tidak. Banyak makanan tersebut berkaitan dengan daerah, musim, ketersediaan bahan, dan kebiasaan masyarakat tertentu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4882760/original/022793700_1720064683-anak_korban_perang_gaza.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338392/original/039473300_1788327721-HOAX__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338391/original/066538400_1788327609-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-02T123903.075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4248812/original/038472700_1670105370-Walang_Goreng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412040/original/046833700_1479720100-thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3072408/original/018437600_1583808369-20200308-Jumlah-kunjungan-wisatawan-ke-Thailand-anjlok-XINHUA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308764/original/060739100_1754554747-pexels-guvo59-30506288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3073545/original/015260600_1583901805-20200311-Corona-Menyebar_-Bandara-di-Thailand-Jadi-Lengang-AFP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334185/original/057627400_1787823606-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330823/original/015607700_1787452366-vietnam_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331243/original/040484400_1787529204-afp_6a8ada53e9b7-1787484755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329352/original/015883000_1787250737-TIPA2026R2_Luke_Evan_Moore-9-Credit_Faizal_Rachman_TIPA.jpg)