Liputan6.com, Jakarta - Kualitas air di rumah ternyata menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan ketika membahas kesehatan kulit. Selama ini, perawatan skin barrier lebih sering dikaitkan dengan pemilihan cleanser, pelembap, hingga sunscreen, padahal air yang digunakan setiap hari untuk mandi dan mencuci wajah juga bersentuhan langsung dengan kulit.
Kondisi air tertentu dapat menjadi salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kondisi skin barrier, terutama pada kulit yang sensitif atau memiliki masalah kulit tertentu.
Melansir Health Central, Selasa (1/9/2026), fenomena ini dikenal sebagai "dorm water"Â yang sempat menjadi perhatian setelah sejumlah mahasiswa membicarakan kualitas air di asrama melalui media sosial.
Advertisement
Kekhawatiran tersebut muncul antara lain karena bangunan lama pipa yang lebih rentan mengalami korosi dan memungkinkan mineral atau logam tertentu masuk ke dalam pasokan air. Dari sinilah muncul keresahan apakah air yang digunakan untuk mandi dapat ikut memengaruhi kondisi kulit.
Kualitas air memang dapat menjadi salah satu faktor lingkungan dalam kesehatan kulit. Perbedaannya bukanlah semata-mata karena air berasal dari asrama, tetapi juga dapat dipengaruhi lokasi, kondisi bangunan, sistem perpipaan, serta karakteristik air di suatu wilayah.
Salah satu jenis air yang mendapat perhatian adalah hard water, yaitu air dengan kandungan mineral seperti kalsium dan magnesium yang relatif tinggi.
Kandungan mineral tersebut dapat meninggalkan lapisan pada kulit dan berinteraksi dengan sabun atau cleanser, sehingga berpotensi mengganggu minyak alami kulit dan menyebabkan kulit terasa lebih kering atau teriritasi.
Skin Barrier Terganggu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337458/original/099233700_1788246650-pexels-miriam-alonso-7622578.jpg)
Perbedaan kualitas air yang digunakan untuk mandi dapat memengaruhi kondisi kulit, baik pada kulit sehat maupun kulit yang memiliki masalah tertentu. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah kondisi infrastruktur.
Pipa yang mengalami korosi dapat menyebabkan mineral atau logam tertentu masuk ke dalam pasokan air. Meskipun timbal dalam air tidak diserap ke dalam aliran darah melalui kulit saat mandi atau berendam, keberadaan logam tersebut tetap dapat menjadi iritan bagi kulit.
Faktor lain yang dapat berperan adalah kandungan mineral dalam air. Air dengan kadar mineral yang tinggi dapat meninggalkan lapisan tipis pada kulit dan mengganggu minyak alami.
Kondisi tersebut juga dapat membuat pembersih bekerja kurang efektif sehingga residu sabun lebih mudah tertinggal. Akibatnya, kulit dapat menjadi lebih kering dan mengalami iritasi, seperti terasa gatal, mengelupas, atau perih.
Selain mineral, klorin yang digunakan untuk mendisinfeksi air juga perlu diperhatikan. Kadar klorin yang lebih tinggi berpotensi membuat kulit sensitif terasa lebih kering atau mengalami iritasi.
Advertisement
Berpotensi Memperburuk Kondisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406373/original/022978900_1762567781-Eksim.jpg)
Penderita psoriasis umumnya sudah memiliki fungsi pelindung kulit yang terganggu dan mengalami peradangan. Paparan terhadap hard water dengan kadar klorin tinggi berpotensi memperburuk kekeringan dan iritasi, sehingga dapat memicu kambuhnya gejala.
Temuan tersebut juga didukung oleh penelitian jangka panjang hampir 500.000 orang menemukan bahwa setiap peningkatan kesadahan air sebesar 50 miligram per liter (mg/L) berkaitan dengan peningkatan risiko psoriasis sebesar 3 persen. Paparan air sadah yang sering dapat membuat psoriasis yang sudah ada menjadi lebih sulit dikelola.
Sementara itu, paparan rutin terhadap air sangat sadah dengan tingkat kesadahan lebih dari 180 mg/L dikaitkan dengan risiko psoriasis yang 20 persen lebih tinggi dibandingkan paparan terhadap air dengan tingkat kesadahan 0–60 mg/L.Â
Cara Melindungi Kulit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327543/original/080845400_1787114382-asian-girl-squeezes-acne.jpg)
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat rutinitas mandi lebih ramah bagi kulit, terutama bagi mereka yang rentan mengalami kering atau iritasi.
Penggunaan filter pada shower dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi kandungan tertentu dalam air, seperti klorin atau mineral. Jenis filter perlu disesuaikan dengan masalah kualitas air yang ingin ditangani dan harus diganti secara berkala agar tetap efektif.
Selain filter, pelembut air juga dapat dipertimbangkan, meski pemasangannya lebih sesuai untuk rumah dengan sistem air terpusat. Terlepas dari kondisi air, kebiasaan mandi juga berperan penting.
Gunakan air hangat, batasi waktu mandi, serta pilih pembersih yang lembut dan tanpa pewangi. Setelah mandi, keringkan kulit dengan menepuknya secara perlahan dan segera gunakan pelembap untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359126/original/045528800_1758620783-OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337309/original/008779100_1788240212-cek_fakta_-_pinjol_ojk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527679/original/068340400_1773211136-unnamed__86_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8047722/original/018286700_1780890776-5982136857758041854.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558123/original/053664100_1776406604-Pemilihan_Bibit_Lele_Unggul_untuk_Panen_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491309/original/073509300_1770090891-Gemini_Generated_Image_a8tg0ba8tg0ba8tg.png)