Liputan6.com, Jakarta - Ada yang unik di Desa Muntang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Timur. Di daerah itu ada kendaraan sepeda motor roda tiga yang digunakan untuk menarik sampah, sekaligus dipakai membawa bahan bacaan untuk masyarakat hingga pelosok desa. Roro Hendarti, pengelola perpustakaan di Desa Muntang tersebut mengatakan, inovasi literasi yang didirikannya sejak 2007 itu diberi nama Limbah Pustaka.
“Di awal mungkin kami agak bingung untuk mengembangkan bagaimana yang melibatkan masyarakat. Kami tidak ada anggaran untuk itu, tetapi luar biasa waktu bergulir dan semuanya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Roro mengakui, perpustakaan keliling yang dikelolanya itu mengalami banyak perubahan setelah bergabung dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dicanangkan Perpusnas.
Advertisement
Limbah Pustaka sendiri mengkolaborasikan perpustakaan dan bank sampah. Salah satu program yang dikembangkan yaitu wisata edukasi. Masyarakat, mahasiswa hingga pelajar dapat datang untuk mempelajari pengelolaan perpustakaan dan sampah, termasuk mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat.
Terkait inovasi itu, Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Labibah Zain mengatakan, sebuah perpustakaan memang setidaknya perlu didukung oleh koleksi, sistem, sumber daya manusia (SDM), layanan dan program, ruang serta fasilitas serta dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Ia menegaskan, koleksi yang dimiliki perpustakaan harus memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
"Apabila masyarakat menghadapi persoalan ekonomi misalnya, perpustakaan dapat menyediakan informasi mengenai kewirausahaan, keterampilan kerja, maupun akses terhadap informasi lowongan pekerjaan," sebutnya.
"Jadikan perpustakaan menjadi solusi yang tadinya orang masuk ke perpustakaan dalam kondisi bingung, maka ketika sudah mengakses perpustakaan, dia menemukan pencerahan," katanya lagi.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar menyampaikan, perpustakaan memang seharusnya menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, mengembangkan keterampilan, hingga memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Peran tersebut, menurutnya, semakin penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Adin juga mengatakan, pengelola perpustakaan, fasilitator, relawan literasi serta seluruh mitra TPBIS memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan SDM Indonesia.
"Karena kita tahu bersama bahwa tidak ada satu bangsa pun yang dapat maju tanpa memiliki masyarakat dengan kecakapan literasi yang baik," ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Karena itu, Adin mengingatkan seluruh pelaku TPBIS agar tidak berhenti memperjuangkan penguatan literasi di tengah masyarakat.
"Kita tidak boleh lelah dan tidak boleh mundur selangkah pun dalam upaya membangun masyarakat yang literat dan berpengetahuan," tegasnya.
Ia mengatakan, ketika masyarakat memiliki pengetahuan yang baik, akan tumbuh kreativitas dan inovasi. Sebaliknya, ketika akses terhadap pengetahuan dan literasi masih terbatas, berbagai persoalan sosial dan ekonomi akan lebih sulit diatasi.
"Kalau kita bercermin pada apa yang telah kita lakukan sejak tahun 2018, Program TPBIS telah memberikan dampak kepada jutaan masyarakat, termasuk kelompok masyarakat yang sebelumnya termarjinalkan," katanya.
Ia menambahkan, inklusivitas perpustakaan tidak lagi dimaknai sebatas sebagai tempat penyimpanan atau repositori pengetahuan. Perlu memperluas fungsi tersebut. Perpustakaan harus menjadi ruang belajar kontekstual, ruang berbagi pengalaman, dan ruang untuk meningkatkan keterampilan hidup, yang semuanya dibingkai dalam konteks pengetahuan.
Hal senada juga disampaikan, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Nani Suryani. Menurutnya, perpustakaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses terhadap informasi, pengetahuan, dan pembelajaran sepanjang hayat.
"Melalui program TPBIS, perpustakaan didorong untuk semakin terbuka, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan serta dampak bagi masyarakat," ungkapnya.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359126/original/045528800_1758620783-OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337309/original/008779100_1788240212-cek_fakta_-_pinjol_ojk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338034/original/084901500_1788275345-pustaka_limbah.jpg)