40% Anggota AFTECH Cetak Laba, Bursa Siap Dampingi IPO

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menuturkan, pihaknya siap memberikan pendampingan bagi anggota AFTECH yang sudah siap IPO.

Diterbitkan 01 September 2026, 21:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik perkembangan positif dari kalangan pelaku industri teknologi yang tergabung dalam Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding  (MoU) antara BEI dan Alpaca, Selasa (1/9/2026), Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto menyampaikan hampir 40% anggotanya kini sudah mulai membukukan laba.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menilai capaian ini sebagai kabar baik, mengingat perusahaan-perusahaan anggota AFTECH merupakan perusahaan yang beroperasi dengan pemanfaatan teknologi tinggi.

"Tadi disampaikan hampir semuanya sudah memanfaatkan AI. Tentu ini akan memberikan warna baru terhadap sektor-sektor yang ada di Bursa," ujarnya.

BEI menyatakan terbuka untuk menjalin kerja sama resmi dengan AFTECH, khususnya dalam bentuk pendampingan bagi anggota yang sudah siap melantai di bursa saham.

"Kami menyambut baik apabila nanti akan ada kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dengan AFTECH, bagaimana Bursa bisa memberikan pendampingan kepada anggota AFTECH yang memang sudah siap untuk IPO," kata Jeffrey.

Ia memperkirakan sejumlah perusahaan anggota AFTECH berpotensi siap melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan.

Skema pendampingan semacam ini, kata dia, bukan hal baru bagi BEI. Sebelumnya, BEI juga pernah menjalankan pola kerja sama serupa dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, di mana perusahaan-perusahaan di sektor industri kreatif diajak untuk turut memperkaya warna sektor yang tercatat di BEI.

Reksa Dana Emas, Baru 5 dari 11 Manajer Investasi yang Terbit

Di kesempatan yang sama, BEI juga menyinggung perkembangan produk reksa dana berbasis emas ETF Emas. Produk ini diterbitkan oleh Manajer Investasi (MI), bukan oleh BEI secara langsung.

Dari 11 Manajer Investasi yang masuk dalam pipeline awal, baru lima yang sudah menerbitkan produk tersebut. Sisanya disebut masih dalam proses. Sejauh ini, belum ada Manajer Investasi baru yang menyatakan minat untuk bergabung ke antrean berikutnya.