Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham Selasa, (1/9/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,11% disertai dengan aksi jual asing Rp 711 miliar pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham CPIN, EMAS,UNVR, ASII dan TPIA.
“IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini, setelah kemarin rebalancing MSCI,” ujar Head of Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Advertisement
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.450-6.500 dan level resistance 6.580-6.620 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Sementara itu, dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, selama IHSG mampu bertahan di atas EMA10 di area 6.467, peluang penguatan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 6.566, sebelum melanjutkan kenaikan menuju 6.635 dan 6.733 (tutup area gap).
Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat dan IHSG menembus support 6.467, indeks bisa terkoreksi menuju 6.398–6.377 sebagai support kuatnya.
Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyarankan strategi yang dapat diperhatikan adalah hold atau buy on weakness secara selektif selama IHSG mampu bertahan di atas area support, sementara investor perlu meningkatkan kewaspadaan apabila indeks menembus support karena dapat membuka peluang koreksi yang lebih dalam.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
Rekomendasi Teknikal
Trading Idea hari ini: BULL, BIPI, CPIN, DSSA, TINS, dan BYAN
- BULL Spec Buy dengan area beli di 438-444, cutloss di bawah 430. Target dekat di 450-460.
- BIPI Spec Buy dengan area beli di 142-148, cutloss di bawah 138. Target dekat di 150-160.
- CPIN Spec Buy dengan area beli di 2.920-2.980, cutloss di bawah 2.900. Target dekat di 3.020-3.100.
- DSSA Buy on Weakness dengan area beli di 1.085-1.110, cutloss di bawah 1.070. Target dekat di 1.125-1.140.
- TINS Spec Buy dengan area beli di 4.000-4.040, cutloss di bawah 3.970. Target dekat di 4.080-4.130.
- BYAN Buy on Weakness dengan area beli di 13.700-14.075, cutloss di bawah 13.600. Target dekat di 14.300-14.600.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Advertisement
Penutupan IHSG pada 31 Agustus 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada penutupan perdagangan saham Senin, (31/8/2026). IHSG hari ini ditutup naik tipis di tengah transaksi harian saham sentuh Rp 25 triliun dan nilai tukar tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.723.
Mengutip data RTI, IHSG ditutup menguat 0,11% menjadi 6.525,47. Indeks saham LQ45 bertambah 0,31% menjadi 643,82. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, penguatan IHSG tersebut lebih mencerminkan technical rebound dan bargain hunting, bukan perubahan fundamental sentimen secara drastis.
Beberapa sentimen yang mewarnai pergerakan hari ini menurut Nafan, pertama, investor masih mencerna sinyal hawkish Ketua The Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh yang menegaskan inflasi Amerika Serikat (AS) masih cukup tinggi, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga AS kembali meningkat.
"Ini membuat dolar AS dan yield Treasury menguat sehingga menjadi faktor penahan bagi IHSG,”ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.
Faktor Kedua, Nafan menuturkan, ada rebalancing MSCI yang efektif pada akhir Agustus membuat volatilitas dan transaksi saham-saham tertentu meningkat, sekaligus mendorong investor bersikap wait and see.
"Namun, tekanan tersebut berhasil diimbangi oleh bargain hunting pada saham-saham yang sudah terkoreksi cukup dalam, termasuk masuknya kembali dana asing pada sesi pertama yang tercatat net buy sekitar Rp183,6 miliar, dengan BBRI menjadi salah satu saham yang paling banyak dibeli asing,” kata dia.
Selain itu, sentimen regional juga relatif membantu karena terdapat indikasi meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah dan harga minyak yang lebih rendah.
Transaksi Harian Saham
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.528,09 dan level terendah 6.476,17. Sebanyak 392 saham menguat sehingga angkat IHSG. 233 saham melemah dan 166 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.390.820 kali dengan volume perdagangan saham 51,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25 triliun. Sedangkan posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran 17.723.
Transaksi harian saham di atas Rp 20 triliun hari ini dipicu transaksi jumbo di pasar negosiasi. Tercatat di pasar negosiasi, transaksi saham MBMA mencapai Rp 1,9 triliun. Saham MBMA turun 0,72% menjadi Rp 555 per saham. Total frekuensi perdagangan saham tujuh kali dengan volume perdagangan saham 34.513.762 saham. Harga saham MBMA berada di level tertinggi dan terendah Rp 555 per saham.
Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham kesehatan turun 1,66%, dan catat koreksi terbesar. Diikuti sektor saham basic melemah 0,40% dan sektor saham teknologi turun 0,16%.
Sementara itu, sektor saham industri bertambah 1,46%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi menguat 1,12%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,29%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,21%.
Lalu sektor saham keuangan melonjak 0,67%, sektor saham properti melambung 0,53%, sektor saham infrastruktur bertambah 0,64% dan sektor saham transportasi naik 0,47%.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333506/original/017979900_1787792443-ev9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515324/original/038648100_1772170585-Maybank_Indonesia_office.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570731/original/036650900_1777538412-WhatsApp_Image_2026-04-30_at_09.27.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336776/original/025255800_1788177591-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_19.34.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336627/original/028546600_1788168704-IMG20260831142133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336629/original/080413200_1788168762-IMG20260831142342.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255392/original/047340200_1780041458-PT_Merdeka_Gold_Resources_Tbk__EMAS_-29_Mei_2026a.jpeg)