Tips Cegah Kebakaran Saat Musim Kemarau dari Damkar

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta membagikan sejumlah langkah mencegah kebakaran.

Diterbitkan 03 September 2026, 13:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Waspada kebakaran saat kemarau karena cuaca kering; hindari membakar sampah sembarangan.
  • Pastikan api padam, jauhkan sumber panas, dan periksa instalasi listrik secara berkala.
  • Sediakan APAR di rumah dan segera laporkan jika ada tanda-tanda kebakaran.

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan, cuaca panas dan kering dapat membuat lingkungan serta sejumlah material lebih mudah terbakar. Oleh karena itu, warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin bertiup kencang.

“Jangan membakar sampah sembarangan, terutama saat angin kencang atau kondisi kering,” kata Bayu kepada Liputan6.com, Kamis (3/9/2026).

Bayu juga mengingatkan warga memastikan api benar-benar padam setelah memasak atau melakukan aktivitas yang menggunakan api. Sumber panas juga perlu dijauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti bahan bakar, gas, kertas, dan kayu.

Selain sumber api terbuka, warga Ibu Kota diminta mewaspadai potensi kebakaran akibat gangguan listrik. Menurut Bayu, instalasi listrik perlu diperiksa secara berkala. Masyarakat juga tidak dianjurkan menggunakan stopkontak maupun kabel yang rusak atau mengalami beban berlebih.

“Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, jangan gunakan stopkontak atau kabel yang rusak atau kelebihan beban,” ujar Bayu.

 

Tips Berikutnya

Warga juga diminta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, terutama ketika meninggalkan rumah. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya sumber panas yang dapat memicu kebakaran saat rumah dalam keadaan kosong.

Lebih lanjut, Bayu mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di sekitar rumput atau vegetasi kering yang mudah terbakar.

Untuk mengantisipasi kebakaran di rumah, warga disarankan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) dan memastikan anggota keluarga mengetahui cara penggunaannya.

Apabila menemukan asap atau api yang berpotensi meluas, masyarakat diminta segera melaporkannya agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

“Kebakaran lebih mudah dicegah daripada dipadamkan,” tandas Bayu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6