Cara Membuat Kue Lapis Tepung Beras dan Tapioka Takaran Sendok, Kenyal dan Cantik Berlapis

Cara membuat kue lapis tepung beras dan tapioka takaran sendok yang kenyal, lembut, dan mudah diikuti. Cocok untuk camilan atau ide jualan.

Diterbitkan 25 September 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kue lapis menjadi salah satu jajanan tradisional yang masih banyak disukai. Teksturnya yang kenyal dan lembut dengan warna-warni cantik membuat kue ini cocok disajikan untuk camilan keluarga maupun acara tertentu.

Jika ingin membuatnya di rumah tetapi tidak punya timbangan, resep berikut bisa dicoba. Cara membuat kue lapis tepung beras dan tapioka takaran sendok ini menggunakan ukuran sendok makan sehingga lebih praktis untuk pemula.

Beriku ulasan lengkap panduan membuat kue lapis memakai tepung beras dan tepung tapioka takaran sendok, Jumat (25/9).

Bahan Kue Lapis Tepung Beras dan Tapioka

Untuk membuat kue lapis dengan tekstur kenyal tetapi tetap lembut, siapkan bahan berikut:

  • 15 sendok makan tepung beras
  • 7 sendok makan tepung tapioka
  • 10 sendok makan gula pasir
  • 400 ml santan
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 lembar daun pandan
  • 1/2 sendok teh vanili
  • Pewarna makanan berbagai warna secukupnya

Takaran tersebut bisa menghasilkan kue lapis dalam satu loyang ukuran sedang, tergantung ketebalan setiap lapisan.

Cara Membuat Kue Lapis Tepung Beras dan Tapioka Takaran Sendok

1. Masak santan terlebih dahulu

Masukkan santan, gula pasir, garam, dan daun pandan ke dalam panci. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk. Tidak perlu sampai mendidih terlalu lama. Setelah gula larut dan santan cukup panas, matikan api lalu biarkan hingga hangat.

Langkah ini membantu gula larut sekaligus membuat adonan lebih mudah tercampur.

2. Campurkan tepung beras dan tapioka

Masukkan tepung beras dan tepung tapioka ke dalam wadah. Aduk kedua tepung sampai tercampur rata.

Tuangkan santan hangat sedikit demi sedikit sambil terus diaduk menggunakan whisk atau spatula.

Jangan langsung menuangkan seluruh santan agar adonan tidak mudah menggumpal.

3. Saring adonan

Setelah semua bahan tercampur, saring adonan menggunakan saringan halus.

Tahap ini cukup penting jika ingin mendapatkan permukaan kue lapis yang halus. Jika masih ada gumpalan tepung, saringan akan membantu memisahkannya.

Tambahkan vanili, kemudian aduk kembali.

4. Bagi adonan menjadi beberapa bagian

Bagi adonan ke dalam beberapa wadah sesuai jumlah warna yang diinginkan.

Misalnya, adonan dapat dibagi menjadi dua bagian untuk warna putih dan merah. Bisa juga menggunakan warna hijau, kuning, cokelat, atau warna lain sesuai selera.

Tambahkan pewarna makanan sedikit demi sedikit agar warna tidak terlalu pekat.

5. Panaskan kukusan

Panaskan kukusan terlebih dahulu sampai airnya benar-benar mendidih.

Bungkus tutup kukusan menggunakan kain bersih agar uap air tidak menetes ke permukaan kue.

Olesi loyang dengan sedikit minyak agar kue lapis lebih mudah dikeluarkan setelah matang.

6. Tuang lapisan pertama

Tuangkan satu sendok sayur adonan ke dalam loyang. Ratakan dengan perlahan.

Kukus selama sekitar 5-7 menit atau sampai lapisan cukup set.

Setelah lapisan pertama mengeras, tuangkan adonan dengan warna berbeda di atasnya.

7. Kukus secara bergantian

Ulangi proses menuangkan adonan dan mengukusnya hingga seluruh adonan habis.

Usahakan jumlah adonan pada setiap lapisan hampir sama supaya ketebalannya terlihat rapi.

Untuk lapisan terakhir, kukus lebih lama, sekitar 15-20 menit, agar seluruh bagian kue benar-benar matang.

8. Dinginkan sebelum dipotong

Setelah matang, angkat loyang dari kukusan dan biarkan kue hingga benar-benar dingin.

Jangan langsung memotong kue saat masih panas karena teksturnya masih sangat lembut dan mudah rusak.

Setelah dingin, keluarkan kue dari loyang dan potong menggunakan pisau yang sudah diolesi sedikit minyak.

Tips agar Kue Lapis Kenyal dan Tidak Mudah Hancur

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat kue lapis tepung beras dan tapioka takaran sendok.

  • Gunakan santan dengan kekentalan sedang agar rasa tetap gurih tetapi adonan tidak terlalu berat.
  • Saring adonan sebelum dikukus supaya hasilnya lebih halus.
  • Pastikan kukusan sudah panas sebelum loyang dimasukkan.
  • Gunakan api sedang agar uap panas stabil dan kue matang merata.
  • Lapisi tutup kukusan dengan kain agar air tidak menetes ke adonan.
  • Jangan membuat lapisan terlalu tebal karena bagian tengah bisa lebih lama matang.
  • Pastikan setiap lapisan sudah cukup set sebelum menuangkan lapisan berikutnya.
  • Dinginkan kue sepenuhnya sebelum dipotong supaya lapisannya tidak mudah terlepas.

Mengapa Tepung Tapioka Ditambahkan?

Tepung tapioka membantu memberikan tekstur kenyal pada kue lapis. Sementara itu, tepung beras menjadi salah satu bahan utama yang memberikan struktur khas pada jajanan tradisional ini.

Jumlah tapioka sebaiknya tidak terlalu banyak karena dapat membuat tekstur kue terlalu liat. Perbandingan tepung beras dan tapioka dalam resep ini dibuat agar kue tetap kenyal tetapi masih cukup lembut ketika dimakan.

Variasi Warna Kue Lapis

Selain menggunakan dua warna, kue lapis bisa dibuat dengan beberapa warna sekaligus.

Misalnya, gunakan warna putih, hijau, merah, dan kuning secara bergantian. Untuk tampilan yang lebih menarik, setiap lapisan dapat dibuat tipis sehingga jumlah lapisannya lebih banyak.

Pewarna makanan juga bisa disesuaikan dengan tema acara. Untuk sajian keluarga, warna pastel dapat membuat tampilan kue terlihat lebih lembut.

Pertanyaan Seputar Kue Lapis Tepung Beras dan Tapioka

Apakah kue lapis bisa dibuat tanpa timbangan?

Bisa. Resep ini menggunakan takaran sendok makan, sehingga lebih praktis untuk dibuat di rumah tanpa timbangan digital.

Kenapa kue lapis mudah hancur saat dipotong?

Kue bisa mudah hancur jika belum benar-benar dingin atau setiap lapisan belum matang dan set dengan sempurna. Sebaiknya tunggu sampai kue dingin sebelum dipotong.

Apakah santan bisa diganti dengan susu?

Bisa, tetapi rasa dan aroma kue akan berbeda. Santan memberikan rasa gurih yang lebih khas pada kue lapis tradisional.