Tangani Karhutla Mempawah, Bos Antam Langsung Pantau Pemadaman

Antam dan Grup MIND ID pangkas titik api dengan mengerahkan 60 personel pemadam bersertifikat serta bantuan APD.

Diterbitkan 06 September 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Antam (Persero) Tbk, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Direktur Utama Antam Untung Budiharto meninjau langsung lokasi terdampak untuk memantau proses pemadaman sekaligus memastikan kesiapan personel dan logistik di lapangan.

Dalam aksi tanggap darurat ini, Tim Emergency Response Group (ERG) Antam bersama PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) dan Grup MIND ID aktif melakukan penyisiran, penyemprotan, hingga pembasahan area guna melokalisasi titik api. Penanganan dilakukan secara terpadu melibatkan BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan Masyarakat Peduli Api.

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan di sekitar kawasan operasional.

"Prioritas kami saat ini adalah mendukung seluruh upaya agar titik api dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan. Antam bersama MIND ID dan seluruh pihak terkait terus berkoordinasi serta mengerahkan sumber daya yang dibutuhkan untuk memperkuat penanganan di lapangan," ujar Untung di Mempawah dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026)

Untung juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim gabungan yang sigap berjibaku menanggulangi kebakaran lahan tersebut.

"Penanganan kondisi seperti ini membutuhkan kerja bersama. Kami mengapresiasi BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, MIND ID, seluruh tim ERG, serta masyarakat yang bahu-membahu melakukan penanganan. ANTAM akan terus mendukung proses ini sampai kondisi dapat terkendali dengan baik," lanjutnya.

Kerahkan 60 Personel Pemadam

Guna memperkuat upaya pemadaman, Grup MIND ID mengerahkan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat yang didatangkan dari berbagai wilayah operasional di Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Dukungan juga mencakup perlengkapan keselamatan mendasar, seperti foam pemadam, alat pelindung diri (APD), turnout gear, selang pemadam, serta masker medis dan masker N95 bagi warga serta petugas.

Hasil pemantauan di lapangan memastikan titik api bukan berasal dari aktivitas operasional ANTAM maupun Grup MIND ID. Kendati demikian, perusahaan mengambil tindakan proaktif sebagai bagian dari penerapkan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) serta kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

"Bagi ANTAM, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Karena itu, ketika terjadi kondisi kedaruratan di sekitar wilayah operasi, kami berkomitmen untuk hadir, bergerak cepat, dan berkolaborasi dalam penanganannya," pungkas Untung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6