MIND ID Kerahkan 60 Personel Tangani Karhutla di Mempawah

MIND ID mengerahkan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat untuk membantu menangani karhutla di Mempawah, Kalimantan Barat.

Diterbitkan 05 September 2026, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, mengerahkan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Mempawah, Kalimantan Barat.

Personel tersebut didatangkan dari berbagai wilayah operasional Grup MIND ID, mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap risiko karhutla yang berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat serta kondisi ekosistem di kawasan terdampak.

Selain personel, MIND ID turut memobilisasi sejumlah perlengkapan pendukung. Peralatan tersebut meliputi foam pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD), turnout gear, selang kebakaran, serta masker medis dan masker N95 bagi personel dan masyarakat yang terdampak kabut asap.

Tim Emergency Response Group (ERG) ANTAM dan PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) telah bergerak sejak awal penanganan. Mereka melakukan penyisiran, penyemprotan, dan pengendalian titik api di sekitar Mempawah.

Upaya tersebut dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), aparat kepolisian dan TNI, serta tim pemadam kebakaran setempat.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan keterlibatan Grup MIND ID merupakan bentuk komitmen untuk hadir bersama masyarakat dalam situasi krisis.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat,” ujarnya saat meninjau daerah terdampak di Mempawah, dikutip Sabtu (5/9/2026).

 

Terintegrasi dan Tepat Sasaran

MIND ID menyatakan penanganan karhutla tidak hanya diarahkan untuk mengendalikan titik api, tetapi juga melindungi masyarakat dan lingkungan di wilayah terdampak.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi gangguan kesehatan dan kerentanan sosial-ekonomi masyarakat akibat karhutla. Di sisi lain, kondisi flora dan fauna di kawasan terdampak juga diharapkan dapat segera dipulihkan.

Division Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, mengatakan keberadaan relawan dari berbagai wilayah mencerminkan semangat gotong royong Grup MIND ID.

"Apa yang kami lakukan bukan cuma untuk hari ini atau penanganan sementara, tapi juga memastikan beban yang dirasakan masyarakat menjadi ringan, dan nantinya hutan dapat kembali pulih mampu menopang kehidupan," katanya.

MIND ID memastikan bantuan diberikan secara menyeluruh, mulai dari fase penanggulangan bencana hingga proses pemulihan.

Tim di lapangan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pengendalian titik api dapat dilakukan secara terintegrasi dan tepat sasaran.

 

Konsolidasi Sumber Daya

Respons MIND ID terhadap karhutla di Mempawah menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung ketahanan lingkungan dan sosial masyarakat.

Maroef menegaskan program bantuan tidak berhenti ketika titik api berhasil dikendalikan. MIND ID juga berkomitmen mendukung proses pemulihan lingkungan dan masyarakat setelah fase penanganan darurat.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan dampak karhutla dapat ditekan, baik terhadap kesehatan masyarakat maupun aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.

Mobilisasi personel dari berbagai wilayah operasional juga menjadi bentuk konsolidasi sumber daya Grup MIND ID dalam menghadapi kondisi darurat. Kehadiran tim pemadam bersertifikat diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian bersama yang dilakukan pemerintah dan tim pemadam setempat.

Melalui langkah tersebut, MIND ID berharap masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan kawasan hutan yang terdampak dapat berangsur pulih.

Upaya penanganan karhutla ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen MIND ID untuk mendukung ketahanan lingkungan dan sosial, serta menjaga keberlanjutan ekosistem di wilayah terdampak.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6